Ganjil Genap Belum Berlaku, Polisi Khawatirkan Kerumunan

19/03/2021

Pasar mobil

3 menit

Khawatir terjadi kerumunan di transportasi umum, polisi belum memberlakukan sistem ganjil genap di DKI Jakarta meski volume kendaraan menunjukkan peningkatan.

Untuk kesekian kalinya ganjil genap (gage) ditiadakan di Ibu Kota. Begitupun saat ini, Direktorat Lalu Lintas  (Ditlantas) Polda Metro belum memberlakukan pengaturan lalu lintas berbasis plat nomor tersebut meski volume kendaraan mencapai 30 persen.

Khawatirkan kerumunan

Menurut Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yugo, sistem ganjil genap belum berlaku karena pertimbangan physical distancing. Dikhawatirkan akan terjadi peningkatan kerumunan di transportasi umum jika gage diterapkan dan memicu peningkatan kasus Covid-19.

“Kami sedang menjaga physical distancing di public transportation. Nah, mungkin kalau dilaksanakan ganjil genap, maka orang yang memiliki kendaraan diluar tanggal tersebut akan beralih ke transportasi umum, jadi demand-nya akan menjadi tinggi,” jelas Kombes Pol Sambodo melalui keterangan tertulisnya di laman NTMC Polri, Rabu (17/3/2021).

Dirlantas menilai menggunakan kendaraan pribadi saat ini masih lebih aman dari potensi terpapar Covid-19 dibanding transportasi umum. Ini karena antar penumpang transportasi umum tidak saling mengenal dan mengetahui kondisi kesehatan satu sama lain.

>>> Berhasil Tekan Kerumunan, Gage Bogor Diperpanjang

Foto Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo dan jajarannya

Polisi masih mengkhawatirkan terjadi kerumunan di transportasi umum

Lalu lintas fluktuatif

Adapun kenaikan volume kendaraan yang mencapai 30 persen masih bersifat fluktuatif. Itu terjadi pada jam-jam tertentu saja, seperti saat jam pergi dan pulang kerja kantor, serta jam siang saat ishoma. Dan itupun sudah dilakukan langkah-langkah pengaturan.

“Paling berdampak di jalur Sudirman Thamrin dan beberapa lainnya. Sebagai upaya, kita lakukan lakukan rekayasa lalu lintas dengan pengalihan arus dan kontra flow,” tutur Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar.

Sebagaimana diketahui sistem ganjil genap merupakan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus mengurangi polusi udara. Cara ini dilakukan dengan membatasi kendaraan yang melintas di jalan raya berdasarkan nomor paling belakang plat nomor.

Sejak adanya pembatasan aktivitas warga karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan kampanye Work from Home (WFH) tahun lalu, ganjil genap beberapa kali ditiadakan. Langkah ini untuk dilakukan untuk mengurangi kerumunan di transportasi umum sehingga jarak aman antar fisik (physical distancing) tetap terjaga.

>>> Daftar 13 Kendaraan yang Boleh Melintas di Kawasan GaGe

Foto situasi arus lalu lintas di traffic Light Emporium Pluit Jakut pada 17 Maret 2020 pukul 17.40 WIB terpantau ramai lancar

Lalu lintas di Jakarta mulai menunjukkan peningkatan sejak beberapa hari terakhir

>>> Berita otomotif terbaru hanya ada di Cintamobil.com

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.

 
back to top