FIA Siapkan Balapan Electric GT, Performa Setara GT3

04/05/2021

Pasar mobil

4 menit

Share this post:
FIA memperkenalkan kategori mobil balap listrik baru, Electric GT, yang diplot untuk menarik pabrikan dengan potensi performa yang diklaim setara GT3.

Federation Internationale de l’Automotive (FIA) mengumumkan pembentukan kategori balap Electric GT, yang akan menjadi platform pabrikan mengembangkan teknologi untuk mobil elektrik performa tinggi mereka.

Nantinya, mobil FIA Electric GT didesain untuk membalap di sirkuit permanen dan menetapkan standar baru bagi mobil elektrik di dunia balap dalam hal performa ataupun jarak tempuh.

>>> Spa 6 Jam: Toyota Menangi Debut LMH, Sean Gelael Podium LMP2

Utamakan performa dan kontrol biaya, performa setara GT3

FIA mengatakan mobil Electric GT ini akan memiliki performa setara dengan mobil GT3 saat ini, namun dengan performa yang lebih baik untuk hal akselerasi dan kecepatan kualifikasi.

Mobil prototype FIA Electric GT

GT Electric diklaim memiliki performa setara GT3

FIA Electric GT memberikan kebebasan bagi pabrikan untuk mendevelop berbagai teknologi canggih, dan di saat bersamaan menjaga biaya agar tidak melonjak.

Mengacu pada model standar mobil, bobot minimal mobil FIA Electric GT bervariasi antara 1490 sampai 1530 kg, dengan performa mobil maksimal sampai 430 kW (setara 576 HP). Menetapkan ambang batas bobot yang lebih tinggi dari kelas GT3 akan membatasi penggunaan material langka dan mahal dalam pengembangan mobil.

>>> Porsche Taycan Siapkan Varian Murah Berpenggerak RWD, Harganya?

Siapkan teknologi fast charging 700 kW

Kategori FIA Electric GT juga akan menjadi kategori motorsport listrik pertama dengan open-spec batteries, yang berarti tiap pabrikan bebas mendevelop baterai lithium-ion dengan kapastias maksimal 87 kWh.

Baterai mobil FIA Electric GT

Electric GT memakai spesifikasi open-spec batteries, di mana tim bisa mendesain sendiri baterainya

Namun, FIA menunjuk perusahaan Prancis, SAFT sebagai produsen baterai tunggal. Seperti Formula E memang, bedanya tiap brand dapat membuat desain baterai sendiri yang sesuai dengan arsitektur tiap-tiap kendaraan.

Baterai tersebut dapat diisi dengan dua cara, yakni memakai teknologi regenerative dan fast charging dengan kecepatan maksimal 700 kW yang dapat mengisi baterai dalam sampai 60% dalam hitungan menit.

“Visi FIA adalah untuk menjadikan motorsport sebagai laboratorium dari mobilitas yang berkelanjutan. Pengumuman dari Electric GT ini menjadi tonggak penting untuk mencapai tujuan ini, karena akan membuka jalan bagi teknologi baterai baru dan fast-charging, yang menjadi ilustrasi sempurna dari pendekatan ajang balap ke jalanan kami,” papar Jean Todt, Presiden FIA.

Selain fast charging, kategori ini juga menghadirkan beberapa inovasi lainnya, yang relevan dari sudut pandang transfer teknologi. Tiap-tiap pabrikan bebas memilih set-up powertrain, baik dua atau empat motor elektrik dengan sistem penggerak dua atau empat roda.

Spesifikasi FIA Electric GT

Spesifikasi regulasi FIA GT Electric

Dan dengan platform yang cukup fleksibel, di mana mobil Electric GT bisa memakai basis mobil jalanan atau GT3 yang dikonversi. Model seperti Porsche Taycan atau Audi E-Tron GT bisa disulap menjadi mobil balap Electric GT.

>>> Berita otomotif terbaru dan terlengkap dari dalam dan luar negeri bisa Anda simak di sini

Bergabung di Cintamobil sejak 2019, Derry adalah seorang penyuka kecepatan tulen. Pengalaman di salah satu situs motorsport global membuatnya khatam soal dunia balap. Masih mengejar gelar Sarjana, Derry juga sering memacu adernalin dengan go-kart.
 
back to top