Fenomena Mobil Bekas: Harga Toyota Kijang Kapsul LGX Lebih Tinggi Dari Innova Di Tahun Yang Sama, Benarkah?

04/12/2019

Pasar mobil

5 menit

Fenomena Mobil Bekas: Harga Toyota Kijang Kapsul LGX Lebih Tinggi Dari Innova Di Tahun Yang Sama, Benarkah?
Ada fenomena baru di pasar mobil bekas tanah air. Beberapa Toyota Kijang kapsul tipe LGX memiliki harga jual kembali lebih mahal di pasar mobil bekas dibandingkan dengan Toyota Kijang Innova. Lantas, apakah fenomena ini benar?

Gambar menunjukkan Toyota Kijang Innova vs Toyota Kijangn LGX dua duanya berwarna silver

Agak mengagetkan, harga bekas Kijang LGX lebih tinggi dari Kijang Innova di tahun yang sama

Beberapa minggu terakhir ini pasar mobil bekas cukup dibuat heran dengan adanya fenomena baru. Bukan fenomena apresiasi harga mobil bekas a la Toyota Avanza yang lebih tinggi dari harga baru seperti di tahun 2003 hingga 2004. Melainkan ini adalah fenomena harga jual kembali Toyota Kijang LGX dengan model Kapsul yang lebih tinggi dari Toyota Kijang Innova di tahun yang sama. Lantas, benarkah fenomena ini?

Video ulasan mengenai Toyota Kijang LGX di kanal YouTube Cintamobil.com

Pada kenyataannya, saat kami berselencar di dunia maya maupun mencari-cari informasi tentang harga mobil bekas di Cintamobil.com, kami memang menemui beberapa penjual mobil bekas Toyota Kijang LGX tahun 2003 maupun 2004 yang harga penawarannya lebih tinggi dari Toyota Kijang Innova tahun 2004 bahkan 2005. Begitupun saat kami menanyakan ke beberapa pedagang mobil bekas, memang Toyota Kijang Kapsul tipe LGX kini sedang hype dan banyak dicari orang.

Gambar menunjukkan Harga Toyota Kijang Innova 2004 di Cintamobil

Salah satu mobil Toyota Kijang Innova tipe G lansiran 2004 ditawarkan seharga Rp 80 juta

Alasan mengapa Toyota Kijang LGX kini dicari di pasar mobil bekas adalah daya angkut dan model Kijang ikonik. Walau, jika menilik spek dimensi, Toyota Kijang Innova itu punya dimensi lebih panjang 35 mm dibandingkan dengan Kijang LGX bersasis panjang. Hal ini jelas berdampak pada keleluasaan di dalam kabin Innova. Apalagi ditunjang posisi duduk yang lebih ergonomis di Innova. Kendati demikian, daya angkut baik penumpang ataupun barang di Kijang LGX lebih oke dari Innova. 

Gambar menunjukkan Toyota Kijang LGX 2004 berwarna silver

Bentuk yang lebih ikonik plus durabilitasnya membuat banyak orang jatuh hati kepada Kijang LGX

Padahal secara teknologi, Toyota Kijang Kapsul tipe LGX lansiran 2003 maupun 2004 ini kalah jauh dibandingkan dengan Toyota Kijang Innova tahun 2004. Pertama dari sektor mesin, Kijang Kapsul LGX masih mengandalkan mesin 7K-E konvensional tanpa dilengkapi dengan pengaturan katup variabel dan pengapian masih menganut distributor. Bandingkan dengan Toyota Kijang Innova 2004 yang sudah mengadopsi mesin 1TR-FE berkatup variabel VVT-i dan pengapian distributorless.

>>> BBN Naik, Honda Tahan Harga Mobil Sampai Akhir Tahun

Gambar menunjukkan Toyota Kijang Innova 2004 berwarna silver

Padahal secara bentuk eksterion, Toyota Kijang Innova lebih modern dan secara teknis lebih lega

Namun, teknologi mesin 7K-E yang masih sederhana itu mempunyai keunggulan tersendiri, yakni segala kerusakan mesin dapat ditangani oleh mekanik pinggir jalan sekalipun. Apalagi dengan masa edar hingga 10 tahun, membuat populasi Kijang LGX banyak. hal ini membuat ketersediaan spare part copotan, ataupun kualitas KW 1, sampai KW 5 sekalipun juga tersedia.

>>> Pilihan mobil bekas Toyota Kijang terlengkap ada disini

Gambar menunjukkan Distributor pengapian Toyota Kijang LGX

Pengapian Toyota Kijang LGX masih mengandalkan distributor

Lantas bagaimana jika Anda berminat? Toyota Kijang LGX dengan tahun produksi 2003 dan 2004 dijual mulai harga Rp 70 juta hingga Rp 120 juta, tentunya itu semua tergantung dari kondisi aktual mobil masing-masing. Saran kami, belilah Toyota Kijang Kapsul tipe LGX dari minimal tangan kepemilikan pertama. Dan carilah mobil Toyota Kijang LGX yang riwayat servisnya jelas dan tidak pernah telat dalam penggantian oli.

>>> Simak pula berita terkini dunia otomotif lainnya di sini

Penulis
Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif nasional. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, Kini ia menjadi Managing Editor Cintamobil.com
 
back to top