“Fat Car” yang Merusak Estetika Mobil dan Konsumerisme Otomotif

15/05/2018

Pasar mobil
Share this post:
“Fat Car” yang Merusak Estetika Mobil dan Konsumerisme Otomotif
Ketika kita mendeskripsikan estetika sebuah mobil, Anda mungkin mendefenisikan mobil dengan seksi, ramping, sporty atau fungsional. Menolak hal ini, seniman Austria membuat sebuah mobil gemuk atau 'Fat Car' dengan eksterior yang membuat sebagian orang mengerunyutkan dahi.

Erwin Wurm merupakan seorang seniman yang berasal dari Austria yang berangkat dari seni untuk menawarkan karya yang berbeda dari konsep kebanyakan orang. Wurm memutuskan untuk menunjukan bahwa pretense dalam bentuk fisik bahwa sebuah mobil gemuk bisa memberikan kesenangan tersendiri. Maka hadirlah 'Fat Car'.

Memang penambahan berat pada kendaraan tidak efisien, menjadi lebih sulit dikendalikan, lebih boros, dan membutuhkan ruang di jalanan yang semakin penuh sesak. Bahkan, menurut New York Times, pada tahun 90an dan awal 2000an, ada kecenderungan seni yang didedikasikan untuk membuat mobil lebih kecil.

Gambar yang menunjukan mobil gemuk berwarna merah yang sedang dipajang di pameran

Mobil gemuk ini mengingatkan kita pada manusia

Wurm menyukai ide tersebut, tapi seniman ini ingin membawanya ke arah yang berbeda. Dia merasa bahwa cara revolusioner yang sungguh-sungguh untuk memperkenalkan sebuah mobil bukanlah tentang membuatnya lebih tipis, tapi memberikan lipatan dan tonjolan yang mengambil ruang dan melebihkan garis serta profil ramping yang biasa kita saksikan. Maka jadilah 'Fat Car'.

>>> Baca juga Mobil aneh yang mejeng di IIMS 2018

Untuk mobil pertamanya, Wurm bekerja sama dengan pembuat mobil Prancis, Opel, untuk mewujudkan mimpinya yang menggabungkan biologi dan mekanis dengan cara yang membuat penonton tidak nyaman. Sayangnya, perangkat lunak desain mereka tidak bisa digunakan dan akhirnya Wurm hanya memulai dengan membuat sasis mobil.

Gambar yang menunjukan mobil gemuk berwarna putih yang sedang dipajang di pameran

Mobil gemuk ini merusak estetika kecantikan mobil secara umum

“Lemak” pada mobil ini dibuat dari busa poliuretan dan Styrofoam yang dibentuk dengan hati-hati menjadi sebuah bentuk yang alami. Sehingga penonton atau pengunjung yang melihat bisa melihat tubuh manusia pada bodi mobil. Pada tahun 2004, Worm memulai debutnya dengan “Fat Convertibe”, dan dua tahun kemudian lahirlah “UFO”, sebuah mobil tanpa roda.

>>> Baca juga berita pasar mobil lainnya disini

Bagi pengunjung yang melihat, menyaksikan “Fat Car” bisa memberikan ketidaknyamanan tersendiri. Sebagian karena kendaraan konvensional memiliki sisi dan segi yang memberikan kesan lugas. Terlebih, melihat “Fat Car” memberikan kesan melihat ‘sosok manusia yang gemuk’ yang diyakini melanggar pandangan estetik dari wacana umum.

Gambar yang menunjukan mobil yang seperti UFO berwarna biru yang sedang dipajang

Selain Fat Car, Wurm juga membuat mobil UFO

Tapi inilah yang dilanggar oleh Wurm. Bukan hanya membuat koneksi langsung ke kerakusan konsumerisme yang dapat Anda temukan di dunia otomotif, Wurm memperlihatkan jika ‘gelombang’ dan ‘lekukan’ bisa menjadi keindahan tersendiri.

>>> Baca juga berita otomotif lainnya disini

Share this post:
 
back to top