Elon Musk Mau Tutup Tesla Kalau Terbukti Memata-matai China

22/03/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Elon Musk Mau Tutup Tesla Kalau Terbukti Memata-matai China
Elon Musk menyebut bahwa dirinya siap menutup Tesla. Asalkan pihak-pihak yang menuduh mobil Tesla sebagai alat memata-matai China bisa membuktikannya.

Bos Tesla, Elon Musk mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan. Ia menyebut bahwa perusahan garapannya itu bakal ditutup bila terbukti mobilnya digunakan sebagai alat mata-mata.

Pernyataan tersebut muncul usai militer China diketahui melarang mobil Tesla masuk ke kompleks militer negara.

"Kami harus menutup rapat semua informasi. Bila Tesla menggunakan mobil sebagai alat mata-mata dari manapun kami akan segera menutupnya," jelas Musk dalam diskusi virtual dikutip CNBC, Senin (22/3/2021). 

Elon Musk, founder of SpaceX and chief executive officer of Tesla Inc., arrives at the Axel Springer Award ceremony in Berlin, Germany, on Tuesday, Dec. 1, 2020.

Elon Musk berjanji tutup Tesla kalau mobilnya digunakan sebagai alat mata-mata

>>> Nissan-Mitsubishi Bakal Bikin Mobil Listrik Murah di Bawah Rp 300 Juta

Mobil Tesla Dilarang Masuk Kompleks Militer

Sekadar informasi, sebelumnya ada sebuah sumber mengatakan pada Reuters bahwa fasilitas produksi Tesla di China ditutup oleh pihak militer setempat. Mobil-mobil Tesla dilarang masuk ke dalam pabrik dan juga ada kamera dipasang pada bodi mobil. 

Hal itu mencuat usai para petinggi diplomat China dan Amerika bertemu di Alaska. Ini merupakan pertemuan pertama usai Presiden Joe Biden terpilih pada Januari lalu. Dalam sambutannya di China Development Forum, Musk meminta agar kedua belah pihak agar bisa saling membangun kepecayaan. 

Di China, seluruh pabrikan tengah berlomba-lomba untuk membangun mobil listrik. Tesla sangat kompetitif di sana dengan membukukan penjualan sebanyak 147.445 unit mobil tahun lalu. China juga merupakan pasar terbesar Tesla dimana 30% penjualan ada di Negeri Tirai Bambu tersebut. 

Semakin ke sini, perjalanan Tesla makin berliku. Produsen mobil listrik yang berbasis di California itu harus bersiap menghadapi pesaing dari pasar domestik yaitu Nio Inc hingga Geely. Namun Tesla masih berhasil mendominasi pasar mobil listrik di China. 

Foto Elon Musk bertemu pejabat India

Elon Musk juga jajaki pasar India

>>> Tesla Ingin Punya Desain Mobil Listrik Khusus untuk China

Persaingan Mobil Listrik di China Makin Ketat

Bukan hanya produsen mobil lokal yang perlu dikhawatirkan Tesla. Produsen mobil global seperti Volkswagen dan Mercedes-Benz secara agresif berekspansi ke pasar mobil mobil listrik.

Beberapa analis percaya penjualan Tesla di China akan lebih meroket di tahun ini. Namun demikian produsen EV lokal juga akan mengalami peningkatan penjualan yang serupa.

Asosiasi Mobil Penumpang China berspekulasi bahwa Tesla tahun ini dapat menjual sebanyak 280.000 mobil listrik di pasar mobil terbesar di dunia itu. Hal ini didorong oleh fakta bahwa Tesla Model Y yang akan dibangun di pabrik Shanghai Gigafactory sedang menyelesaikan tahap regulasi akhir sebelum akhirnya siap dijual di tahun ini. Elon Musk mengharapkan Model Y dapat dijual lebih banyak dibandingkan penjualan gabungan Model 3, Model S, dan Model X di pasar China.

>>> Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik yang Dijual di Indonesia

Share this post:
Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top