
Estimasi kontribusi ekspor Suzuki Fronx ditargetkan sebesar 30%
Pabrikan otomotif asal Jepang, PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) resmi mengekspor model SUV bergaya coupe terbarunya, Suzuki Fronx perdana ke pasar Asean. President Director PT Suzuki Indomobil Motor & PT Suzuki Indomobil Sales, Minoru Amano mengatakan, Suzuki Fronx akan menjadi tulang punggung baru bagi kinerja ekspor perseroan.
"Rencananya kami akan mengekspor sekitar 30.000 unit Suzuki Fronx hingga 2027, baik CBU maupun CKD. Rata-rata sekitar 10.000 unit per tahun," ujar Minoru di Pabrik Suzuki Cikarang, Selasa (18/11/2025).
>>> Pengen beli mobil Suzuki baru atau bekas? Dapatkan pilihannya di sini
Perluas Bisnis Global
Lebih lanjut dia mengatakan, estimasi kontribusi ekspor Suzuki Fronx ditargetkan sebesar 30 persen terhadap total ekspor kendaraan roda empat Suzuki dalam dua tahun mendatang. Alhasil, hingga akhir tahun 2025, Suzuki menargetkan dapat mengekspor sekitar 40.000 unit mobil, dengan kenaikan kinerja bisnis ekspor sebesar 60 persen (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Suzuki Fronx
Amano mengatakan, rata-rata tingkat komponen dalam negeri (TKDN) Suzuki Fronx saat ini sekitar 63 persen, serta diharapkan dapat memberikan efek pengganda (multiplier effect) bagi pemasok lokal.
"Ekspor ini tidak hanya memperluas jejak bisnis global Suzuki, tetapi juga memberikan multiplikasi manfaat ekonomi bagi ekosistem pemasok lokal, sumber daya manusia, hingga perekonomian nasional," jelasnya.
>>> Penjualan Suzuki Tertinggi Disumbang Fronx
Ekosistem Industri
Kebutuhan terhadap kestabilan pasokan kendaraan yang akan diekspor telah dihitung matang oleh Suzuki lewat pengoperasian fasilitas produksi dengan sistem maupun teknologi mutakhir. Saat ini, Suzuki memfokuskan manufaktur mobil penumpang melalui Plant Cikarang, sedangkan mobil niaga di Plant Tambun 2. Secara terpisah, pembuatan sepeda motor dilakukan pada Plant Tambun 1. Seluruhnya beroperasi secara aktif pada wilayah Bekasi, Jawa Barat.

Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia Faisol Riza
Guna mengaktualisasikan keberlanjutan industri yang komprehensif, Suzuki tercatat telah menanamkan investasi lebih dari 22 triliun rupiah sejak awal berdiri. Secara bertahap, Suzuki terus meningkatkan kelengkapan fasilitas agar semakin mupuni. Sejak beberapa tahun terakhir, Suzuki telah mampu melakukan proses produksi secara lengkap, yaitu mulai dari pressing, welding, painting, assembling, hingga final inspection. Secara bersamaan, Suzuki juga membuat mesin, transmisi, dan kursi sendiri melalui fasilitas powertrain serta seat.
Rangkaian industri Suzuki mampu berjalan lancar berkat ekosistem utama yang telah mendukung, seperti keberadaan lebih dari 800 mitra pemasok. Sisi membanggakan dari rekanan tersebut diketahui perusaahaan lokal didominasi oleh investor domestik hingga 55%. Lebih spesifik lagi, 32% di dalamnya masuk dalam kategori Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Rencana ekspor Suzuki Fronx
Dalam menghadirkan produk anyar seperti Fronx, Suzuki mengambil langkah penting dengan menambah peralatan manufaktur yang lebih modern. Model ini dibuat dengan robot-robot canggih, serta melewati fase pengetesan untuk teknologi terbaru seperti Advanced Driving Assistance System. Ditambah 3D scanning guna memastikan kepresisisan body kendaraan selalu konsisten sesuai standar.
>>> Jambore Suzuki Club 2025: Diramaikan Ribuan Peserta dari 16 Komunitas