Duh! Nyetir di Jakarta Bikin Pengendara Stress

08/09/2021

Pasar mobil

5 menit

Share this post:
Nyetir di Jakarta bisa bikin pengendara stress. Ya, dalam sebuah studi ditemukan bahwa menyetir di jalanan Jakarta yang macet bisa membuat pengendara stress.

Mengemudi di tengah kepadatan kota bisa menimbulkan stress tersendiri bagi pengendara. Pada kenyatannya 9 dari 10 pengendara mengakui merasa stress dan dirundung amarah di balik kemudi saat berkendara di tengah kemacetan. 

Hal tersebut bisa muncul akibat akumulasi dari mendengarkan suara bising klakson sampai ruang gerak yang sempit sekaligus berupaya untuk menghilangkan stress. Tahukah Anda di dunia ada sejumlah kota yang membuat pengendara stress saat menyetir lho. Mana saja ya? Apakah Jakarta masuk dalam daftar tersebut?

Laman Hiyacar melakukan studi dan mendapat hasil 36 kota di dunia yang memicu pengendara stress. Studi itu didasarkan pada jumlah kepemilikan mobil perkapita, jumlah kendaraan di suatu kota, tingkat kemacetan, kualitas jalan, transportasi umum, jumlah kecelakaan per tahun dan tingkat kepadatan kota. 

>>> Tanpa Jakarta, Ini Daftar 10 Kota Termacet di Dunia

Pengendara Bisa Stress Nyetir di Kemacetan Jakarta

Dari hasil studi yang dirilis Juli 2021 tersebut, kota Mumbai di India meraih skor tertinggi yakni 7,4 dari 10. Ini berarti bahwa pengendara yang nyetir di kota Mumbai memiliki tingkat stress cukup tinggi. Mumbai sendiri pada tahun 2020 merupakan kota termacet kedua di dunia.

jalanan India

Jalanan di sejumlah kota India memang cukup padat

Tempat kedua ada Prancis dengan nilai 6,4. Kemudian beralih ke tempat ketiga ada Jakarta dengan nilai 6. Ya, nyetir di Jakarta termasuk bisa membuat pengendara stress. 

Perlu diketahui pada tahun 2020, Jakarta tak lagi menghuni daftar 10 besar kota termacet di dunia. Posisi Jakarta turun ke-31. Satu hal yang memberikan kontribusi besar terhadap penurunan kemacetan di Jakarta adalah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak awal April 2020. 

Adanya PSBB membuat aktifitas warga Jakarta amat terbatas. Kegiatan perkantoran dimaksimalkan dari rumah guna meminimalisir angka penyebaran virus corona. Di samping itu, kendaraan pribadi juga diimbau untuk tak keluyuran apabila tidak darurat. 

Praktis kondisi jalanan di Ibu Kota menjadi sedikit lengang. Walhasil, tak seperti tahun-tahun sebelumnya angka kemacetan juga ikut berkurang. Bisa dibilang ini prestasi bagi Ibu Kota yang tercatat tak pernah absen mengisi daftar 10 besar kota termacet sedunia sejak 2017.

Nyatanya, sederet fakta itu tak berpengaruh terhadap tingkat stress ketika pengendara nyetir di Jakarta. Belakangan, meski ada penerapan PPKM kota Jakarta masih dihantui kemacetan. Sejumlah upaya sudah dilakukan salah satunya menerapkan ganjil genap dengan sanksi tilang. Selain ketiga kota tersebut, berikut daftar lengkap kota yang membuat pengendara stress. 

Daftar Kota Termacet Di Dunia, Jakarta di Posisi 10

Nyetir di Jakarta dalam kondisi macet tentu membutuhkan banyak energi

1. Mumbai, India: 7.4
2. Paris, France: 6.4
3. Jakarta, Indonesia: 6.0
4. Delhi, India: 5.9
5. New York, United States: 5.6
6. Kuala Lumpur, Malaysia: 5.3
7. Nagoya, Japan: 5.1
8. London, United Kingdom: 5.0
9. Mexico City, Mexico: 4.9
10. Osaka, Japan: 4.9
11. Bangalore, India: 4.7
12. Rio de Janeiro, Brazil: 4.7
13. Bangkok, Thailand: 4.7
14. Chicago, United States: 4.7
15. Tokyo, Japan: 4.7
16. Istanbul, Turkey: 4.6
17. Manila, Philippines: 4.4
18. Moscow, Russia: 4.4
19. Los Angeles, United States: 4.3
20. Cairo, Egypt: 4.0
21. Guangzhou, China: 3.7
22. Beijing, China: 3.6
23. Chongqing, China: 3.6
24. Hong Kong, China: 3.3
25. Wuhan, China: 3.3
26. Chengdu, China: 3.1
27. Shanghai, China: 3.1
28. Buenos Aires, Argentina: 3.0
29. Shenzhen, China: 2.9
30. Bogotá, Colombia: 2.7
31. Nanjing, China: 2.7
32. São Paulo, Brazil: 2.7
33. Hangzhou, China: 2.6
34. Tianjin, China: 2.6
35. Dongguan, China: 2.4
36. Lima, Peru: 2.1

>>> Wow! Sanksi Tilang Manjur, Pelanggar Ganjil Genap Turun Drastis

Menghindari Stress saat Menyetir

Sebenarnya ada beberapa cara untuk menangkal stress saat menyetir. Tak terkecuali ketika Anda tengah nyetir di Jakarta yang bisa membuat pengendara menghabiskan banyak waktu di jalan. Pertama Anda bisa menarik nafas dalam-dalam kemudian membuangnya. Anda bisa melakukan ini sebanyak 10 kali. Cara ini dipercaya bisa mengurangi tingkat stress saat nyetir di kemacetan. 

Gambar pengemudi mendengarkan musik

Mendengarkan musik menjadi satu cara ampuh penghilang stress saat nyetir

Kedua, Anda bisa memperbaiki posisi duduk. Anda bisa perlahan menyender ke kursi agar lebih rileks. Atau bisa juga mencari posisi duduk dimana Anda merasa nyaman sehingga tidak terpaku pada kemacetan di jalan. 

Mendengarkan musik juga bisa menjadi satu cara jitu menghindari stress ketika nyetir di kemacetan. Dengarkan lagu favorit Anda sekaligus menyanyikannya. 

Cara keempat menghindari stress saat nyetir di kemacetan bisa dilakukand dengan mematikan ponsel. Mematikan ponsel juga bisa menghindari Anda dari distraksi ketika menyetir. Dengan begitu kecelakaan bisa dicegah. 

>>> Membantu Kala Macet, Begini Cara Kerja Brake Hold

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top