Dua Alasan Ini, Toyota Ogah Buat Lexus di China

13/10/2018

Pasar mobil
Dua Alasan Ini, Toyota Ogah Buat Lexus di China
Pasar China menjadi ladang subur bagi produsen otomotif di berbagai negara, dari Eropa hingga Amerika. Beberapa produsen bahkan rela menggelontorkan investasi besar untuk bisa membangun fasilitas produksi di negara komunis tersebut agar lebih mudah bersaing dengan para lawan-lawannya. Tidak demikian dengan Toyota, meski memiliki pasar lumayan besar Toyota tidak tertarik untuk memproduksi Lexus di daratan China. Ini alasannya!

Seorang model berpose bersama Lexus LS 500 di GIIAS 2017

Tampilan keren Lexus LS 500 saat diluncurkan di GIIAS 2017

Toyota dikabarkan bakal bakal memproduksi Lexus di China setelah melihat kesuksesan mobil-mobil asal Jerman seperti Volkswagen (VW) di pasar China. Kabar yang bermula dari penuturan empat orang dalam perusahaan importir Lexus dimana dalam dua tahun terakhir Toyota telah melakukan penelitian dalam rencananya memproduksi Lexus di pasar China secara besar-besaran.

Toyota juga dikabarkan intens melakukan diskusi dengan mitranya dari China, Guangzhou Automobile Group Co dan FAW Group tentang lokalisasi produksi Lexus di China. Bahkan tidak menutup kemungkinan Toyota bakal berdiri sendiri secara independen tanpa campur tangan dari mitranya di China setelah China mencabut pembatasan produksi otomotif non-China harus bermitra dengan perusahaan lokal, seperti yang dilakukan merek otomotif asal Amerika Tesla yang kini sedang tahap pembuatan pabrik produksi di China dengan investasi sebesar 2 milliar USD atau setara dengan Rp 30,3 triliun.

Sebagai negara dengan populasi penduduk terbesar di dunia, China memang sangat penting bagi pertumbuhan bisnis Toyota. Tahun 2017 lalu, Toyota berhasil menjual sebanyak 1,29 juta model yang terdiri dari Camry, Highlander, Corolla, Levin, Crown dan juga Toyota Lexus yang diimpor dari Jepang. Namun, jika dibanding dengan penjualan Volkswagen (VW) angka penjualan Toyota itu belum ada separohnya. VW berhasil menjual lebih dari 3 juta unit mobil dalam periode yang sama. Hal ini juga yang dikabarkan jadi salah satu alasan lokalisasi produksi Lexus di China.

>>> Aplikasikan Teknologi Digital Outer Mirrors, Lexus Jepang Mulai Tinggalkan Spion Manual

Foto keren Lexus ES300 tampak dari samping depan

Model paling anyar Lexus ES 300 dibekali dengan spion kamera berteknologi canggih

Menanggapi kabar yang beredar santer di media Toyota mengakui keberadaan produksi lokal memang sangat dibutuhkan agar merek Lexus makin dikenal luas oleh warga China. Namun belum ada rencana sedikitpun untuk merealisasikannya karena memang bukan hal yang utama untuk saat ini.

"Kami memang membutuhkan produksi lokal, untuk bisa lebih mempopulerkan Lexus di China pada masa mendatang. Tapi itu bukan yang utama, kami belum memiliki rencana pasti untuk bisa memproduksi Lexus di China," kata juru bicara Toyota kepada Reuters.

Ada beberapa alasan kuat Toyota belum tertarik membuka jalur produksi Lexus di China di saat merek-merek premium Audi, BMW, Mercedes-Benz dan Cadillac sudah melakukannya.

  • Pertama; lokasi produksi Lexus di Jepang sudah berada sangat dekat dengan China, tepatnya di kepulauan Kyusu di ujung paling utara dengan waktu tempuh hanya 2 hari saja melalui jalur laut.
  • Kedua; penurunan pajak impor mobil mewah oleh pemerintah China dari sebelumnya 25 persen menjadi 15 persen saja.

Artinya dengan dua alasan tersebut secara matematika kebutuhan Lexus di China bisa cepat dipenuhi dengan biaya operasional dan investasi yang tidak terlalu membengkak, dibanding harus menggelontorkan investasi besar untuk produksi. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan rencana bisnis ini berubah di masa mendatang seiring perubahan situasi dan kondisi pasar di China maupun di Jepang sendiri.

>>> Ingin membeli mobil Toyota baru & bekas, jangan abaikan daftar mobil dijual di sini

Foto Lexus NX300 tampak dari belakang

Analisa berbeda disampaikan seorang konsultan otomotif dari LMC Automotive, Alan Kang. Menurut Alan lokalisasi produksi adalah hal penting yang harus dilakukan kalau Lexus ingin memperpendek jarak persaingan dengan merek-merek premium asal Jerman. Sebagai perbandingan tahun 2017 Lexus hanya menjual sebanyak 130.000 unit mobil, sedangkan Mercedes-Benz yang telah memproduksi mobil mewahnya di China berhasil menjual sebanyak 610.000 unit mobil.

"Jika Lexus tidak ingin tetap mendapatkan pasar yang diinginkan, ia harus mulai berinvestasi lebih banyak," kata Kang.

>>> Baca Review dan Spesifikasi Lengkap Lexus ES 300h 2018

>>> Berita informasi dunia otomotif terlengkap hanya ada di Cintamobil.com

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top