Diskon PPnBM dan IIMS Diyakini Bisa Dongkrak Industri Otomotif Indonesia

22/02/2021

Pasar mobil

4 menit

Share this post:
Diskon PPnBM dan IIMS Diyakini Bisa Dongkrak Industri Otomotif Indonesia
Adanya pameran IIMS dan juga pemberian diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) diyakini bisa kembali memulihkan industri otomotif Indonesia yang lesu.

Pemerintah telah menyiapkan paket kebijakan berupa diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang bakal berlaku mulai Maret 2021. Pemberian insentif PPnBM tersebut akan dilakukan secara bertahap selama sembilan bulan, dengan masing-masing tahapan akan berlangsung selama tiga bulan.

Insentif PPnBM sebesar 100% dari tarif akan diberikan pada tahap pertama, lalu diikuti PPnBM sebesar 50% dari tarif yang akan diberikan pada tahap kedua, dan insentif PPnBM 25% dari tarif akan diberikan pada tahap ketiga.

 Gambar menunjukan IIMS Virtual

Pameran IIMS virtual diharap bisa menjadi salah satu cara memulihkan industri otomotif Indonesia

>>> Pameran IIMS Virtual 2021 Resmi Dibuka

Industri Otomotif Indonesia Diharap Segera Pulih

Tapi pemberian diskon PPnBM tersebut bukanlah satu-satunya cara yang bisa membangkitkan industri otomotif Indonesia. Adanya pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) juga diyakini dapat membantu meningkatkan penjualan kendaraan di Tanah Air. 

"Kami juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan pameran virtual Indonesia International Motor Show (IIMS) tahun ini. Sebab memiliki peran strategis dalam membantu program promosi dan penjualan industri otomotif di awal tahun 2021,” terang Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya, Senin (22/2/2021). 

Pameran otomotif yang digelar dalam konsep virtual ini diharapkan dapat menjadi ajang untuk memperkenalkan teknologi terbaru dari industri otomotif Indonesia dan kendaraan yang ditampilkan. 

“Semoga rangkaian pameran yang menghadirkan berbagai program dan promo menarik ini dapat menjadi barometer baru pameran otomotif bertaraf internasional serta meningkatkan kegairahan industri otomotif di tanah air,” lanjut Agus. 

industri otomotif

Diharapkan penjualan mobil bisa moncer lagi

Perlu diketahui, industri otomotif Indonesia merupakan salah satu sektor andalan yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional. Saat ini, terdapat 22 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang ada di Indonesia.

“Sektor ini telah menyumbangkan nilai investasi sebesar Rp99,16 triliun dengan total kapasitas produksi mencapai 2,35 juta unit per tahun dan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 38,39 ribu orang,” kata Agus. 

>>> Selain Dapat Diskon Pajak, Beli Mobil Baru Juga Bisa DP 0 Persen

Sasar Industri Kendaraan Listrik

Agus juga mengemukakan, potensi industri kendaraan bermotor roda dua dan tiga di tanah air saat ini terdapat 26 perusahaan. Total nilai investasi yang telah digelontorkan sebesar Rp 10,05 triliun dengan kapasitas produksi mencapai 9,53 juta unit per tahun dan menyerap tenaga kerja hingga 32 ribu orang.

“Produk kendaraan bermotor produksi dalam negeri telah mampu menembus pasar ekspor ke lebih dari 80 negara di dunia. Pada periode tahun 2020, ekspor kendaraan completely build up (CBU) sebanyak 232,17 ribu unit atau senilai Rp41,73 triliun,” papar Agus. 

diskon PPnBM

Diskon PPnBM berlaku mulai Maret hingga Desember 2021

Sedangkan, pengapalan untuk kendaraan completely knock down (CKD) sebanyak 53,03 ribu set atau senilai Rp 1,23 triliun, dan komponen sebanyak 61,2 juta pieces atau senilai Rp 17,52 triliun. 

“Seiring program Making Indonesia 4.0, sektor industri kendaraan bermotor nasional ditargetkan akan menjadi pemain global,” ujar Menperin.

Bahkan, Indonesia akan menjadi ekspor hub kendaraan bermotor, baik untuk kendaraan berbasis bahan bakar minyak atau internal combustion engine (ICE) maupun kendaraan listrik atau electrical vehicle (EV). 

“Salah satu strategi otomotif 4.0 adalah membangun ekosistem untuk industri EV, dimulai dengan penguasaan kemampuan manufaktur sepeda motor listrik, kemudian kemampuan manufaktur baterai dan mobil listrik yang sesuai dengan tren global,” tandasnya.

>>> Baru Jual Mobil? Jangan Lupa Lapor Biar Tak Bayar Pajak Progresif

Share this post:
Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020

Berita lain

Awal Tahun 2021, Penjualan Mobil di Indonesia Tembus 52.910 Unit

18/02/2021

Pasar mobil

3 menit

Gaikindo merilis penjualan mobil di Indonesia bulan Januari 2021. Tercatat sebanyak 52.910 unit mobil dikirim ke dealer, turun 34,2% dibanding Januari 2020.

Lihat juga

Penjualan Mobil di ASEAN Tahun Lalu Turun 29 Persen

10/02/2021

Pasar mobil

3 menit

Turunya penjualan mobil di pasar ASEAN hingga 29 persen diyakini sebagai hal yang wajar melihat dampak dari pandemi Covid-19 yang melanda di tahun lalu.

Lihat juga

Tak Cuma Mobil, Penjualan Motor di Indonesia Tahun 2020 Juga Anjlok

05/02/2021

Event - Promosi

3 menit

Penjualan motor di Indonesia juga mengalami penurunan yang amat drastis. Tercatat sepanjang 2020 hanya sekitar 3,6 juta motor yang laris di pasar domestik.

Lihat juga

Penjualan Mobil Listrik Tertinggi Dikuasai 5 Merek Ini

07/02/2021

Pasar mobil

3 menit

Tesla paling sukses menjual mobil listrik di 2020. Bagaimana dengan yang lain, berikut 5 group otomotif dengan penjualan mobil listrik tertinggi tahun 2020.

Lihat juga

Industri Otomotif Masih Butuh Dukungan untuk Kembangkan Mobil Listrik

28/12/2020

Pasar mobil

3 menit

Meski di Negeri Paman Sam mulai gencar menjual mobill listrik, nyatanya kendaraan asap itu di AS masih membutuhkan dukungan yang besar dari pemerintah setempat.

Lihat juga
 
back to top