Dishub Ujicoba Disinsentif Tarif Parkir, Tak Lulus Uji Emisi Harus Bayar Mahal!

05/03/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Dishub Ujicoba Disinsentif Tarif Parkir, Tak Lulus Uji Emisi Harus Bayar Mahal!
Dinas Perhubungan melakukan ujicoba pengenaan disinsentif tarif parkir terkait dengan pelaksaan uji emisi. Kalau tak lulus uji emisi siap-siap bayar mahal.

Sudahkah Anda melakukan uji emisi? Kalau belum, ada baiknya untuk segera melakukan uji emisi. Baru-baru ini, Dinas Perhubungan DKI Jakarta mulai melakukan ujicoba penerapan disinsentif tarif parkir berkaitan dengan uji emisi.

Bagi pemilik kendaraan yang dinyatakan Lulus Uji Emisi akan akan mendapatkan Tarif Parkir Rendah sedangkan untuk kendaraan yang Belum Uji Emisi dan tak lulus uji emisi akan dikenakan Tarif Parkir Tertinggi seperti dikutip Cintamobil dari laman instagram Dishub Jakarta.

uji emisi Jakarta

Kalau tak lolos uji emisi denda menanti

>>> Selain Wajib, Mengapa Uji Emisi Kendaraan Pribadi Harus Dilakukan?

Mulai Ujicoba di 3 Lokasi

Adapun, kegiatan Ujicoba Disinsentif Tarif Parkir sedang dilaksanakan di 3 (tiga) lokasi parkir (lokasi pilot project) yakni

1. Pelataran Parkir IRTI Monas, Jakarta Pusat
2. Pelataran Parkir Samsat Daan Mogot, Jakarta Barat
3. Gedung Parkir Blok M, Jakarta Selatan

Beberapa waktu lalu, Suku Dinas Perhubungan DKI Jakarta memang juga menyampaikan bahwa kendaraan yang tak lolos uji emisi tidak diizinkan menggunakan fasilitas parkir di Ibu Kota. 

Ya, aturan ini berlaku untuk semua mobil yang melintas di Ibu Kota Jakarta baik itu berpelat B ataupun non B. Hal itu tercantum dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 66 Tahun 2020 tentang Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor. 

Ini Dia Faktor yang Mempengaruhi Kendaraan Bisa Lolos Uji Emisi

Mobil harus bisa memenuhi ambang batas persyaratan supaya lolos uji emisi

Dalam aturan itu disebutkan bahwa mobil penumpang perseorangan atau sepeda motor berusia lebih dari tiga tahun yang tidak melakukan uji emisi dan/atau tak lulus uji emisi gas buang ke depan akan dikenakan sanksi yang tertuang dalam UULLAJ Nomor 22 Tahun 2009, pasal 285 dan pasal 286, yakni denda maksimal Rp 250 ribu untuk sepeda motor dan denda maksimal Rp 500 ribu untuk mobil.

>>> Deretan Mobil yang Tak Wajib Uji Emisi di Jakarta

Sanksi Tilang Juga Tengah Disiapkan

Disinsentif tarif parkir bukan satu-satunya sanksi untuk pemilik kendaraan yang tak lolos uji emisi. Ada juga sanksi tilang yang pada praktiknya akan dilakukan pihak kepolisian. Namun hingga saat ini belum ada pengumuman lebih lanjut terkati denda tilang kepada mereka yang mobilnya tak lolos uji emisi. 

Bila mengacu pada Undang-undang No.22 tahun 2009 pasal 285 dan 286 maka ancaman denda senilai Rp 250 ribu untuk sepeda motor dan ancaman denda maksimal Rp 500 ribu bagi kendaraan roda empat. 

Sejak awal Januari, Dinas LHK dan juga Dinas Perhubungan serta beberapa pihak terkait memang gencar melaksanakan uji emisi gratis. Tak cuma itu, bengkel-bengkel yang bisa melakukan uji emisi juga terus ditambah jumlahnya. 

Ditargetkan akan ada 555 bengkel uji emisi mobil dan 1.400 bengkel pengujian emisi motor untuk mengakomodir 4,1 juta mobil dan 14 juta kendaraan roda dua di Ibu Kota. Dinas LHK juga terus membina teknisi bengkel agar bisa melayani kendaraan pribadi uji emisi. 

Setidaknya kewajiban uji emisi bagi kendaraan pribadi ini dilakukan minimal satu tahun sekali.

>>> Ini Dia Faktor yang Mempengaruhi Kendaraan Bisa Lolos Uji Emisi

Share this post:
Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top