Dijual Murah Renault Kwid Masih Tak Laris, Ini Penyebabnya Menurut APM

27/02/2019

Pasar mobil
Share this post:
Dijual Murah Renault Kwid Masih Tak Laris, Ini Penyebabnya Menurut APM
Kualitas Eropa, desain oke dan harga terjangkau ternyata tak mampu membuat masyarakat Indonesia berbondong-bondong untuk membeli Renault Kwid. Maxindo Renault Indonesia menduga karena alasan yang satu ini mobil ini kurang diminati.

Foto Renault Kwid tampak dari samping depan

Renault Kwid, mobil Eropa dengan harga paling murah

Dalam bayangan banyak orang mobil murah bakal dikerubuti banyak pembeli. Orang akan berbondong-bondong melakukan pembelian, lalu mobil itu banyak berlalu lalang di jalanan. Ternyata tidak selalu demikian. Salah satu contohnya adalah Renault Kwid yang meski dijual dengan harga murah ternyata tidak laris juga.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat sepanjang 2018 penjualan Renault Kwid hanya sebanyak 49 unit dengan penjualan terbesar pada bulan Mei 2018 sebanyak 19 unit. Dibanding mobil-mobil murah Low Cost Green Car (LCGC), penjualan Renault Kwid ini sangat jauh. Suzuki Karimun Wagon R yang merupakan mobil LCGC paling tidak laris saja masih bisa terjual sebanyak 5.044 unit di tahun 2018.

>>> Resmikan 3 Diler Pertama, Renault Siap Agresif Bangun 19 Diler Tahun Ini

Ada yang beranggapan kalau kurang larisnya Renault Kwid dikarenakan bukan merek Jepang. Meski murah dan dijual hanya dengan harga Rp 121,6 juta sampai Rp 135,7 juta mobil ini kurang diminati orang Indonesia yang kebanyakan terlalu fanatik dengan merek Jepang untuk soal mobil. Mungkin ceritanya jadi lain kalau Kwid adalah mobil Jepang.

Menurut Maxindo Renault Indonesia yang merupakan agen pemegang merek (APM) baru merek Renault di Indonesia, bukan karena alasan Jepang atau non-Jepang Renault Kwid kurang diminati. Tapi, karena ada yang kurang dari mobil ini, yaitu tidak ada yang bertransmisi otomatis. “Karena, kemarin Kwid enggak ada matik. Padahal, di kota besar seperti Jakarta, orang perlu dan lebih suka mobil transmisi matik. Mungkin, kalau di luar kota masih bisa terima mobil manual. Makanya, kami harus sesuaikan dengan selera lokal,” tutur Chief Operating Officer Maxindo Renault Indonesia, Davy J Tulian di sela-sela pembukaan dealer baru di Jakarta, Minggu (24/2/2019).

>>> Ingin membeli mobil baru? Dapatkan daftarnya di sini

Gambar dealer baru Renault Indonesia

Maxindo Renault Indonesia siap membuat terobosan untuk mendongkrak nama Renault Kwid

Sebagai informasi, Renault Kwid diluncurkan di Indonesia pada akhir 2016. Mobil ini cukup jadi perhatian mengingat Kwid adalah mobil Eropa yang kualitasnya tidak perlu diragukan. Terlebih lagi mobil yang dibekali mesin 1.000 cc itu dijual dengan harga hanya Rp 117,7 juta atau di bawah umumnya harga mobil murah LCGC. Dalam perjalanannya ternyata mobil ini tidak banyak dibeli konsumen karena banyak orang Indonesia yang tidak kenal dengan nama Renault, sepanjang 2017 hanya ada 163 unit Kwid yang terjual, tidak lebih.

Layak untuk ditunggu upaya Maxindo Renault Indonesia mempopulerkan nama Renault hingga ke pelosok-pelosok Indonesia.

>>> Review Renault Kwid 2017 Indonesia Bisa Anda Baca Di Sini!

>>> Berita terlengkap dari dunia otomotif hanya ada di Cintamobil.com

Share this post:
Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.

Berita lain

Kalah Popularitas, Mobil Murah Renault Kwid Tidak Diminati

09/07/2018

Pasar mobil

Meski mobil murah banyak diburu karena harga yang terjangkau, tidak menjamin semua mobil murah pasti laris. Salah satunya yang dialami mobil asal Prancis, Renault Kwid.

Lihat juga

Sama-sama Eropa, Jerman Lebih Beruntung Ketimbang Prancis Soal Mobil

08/07/2018

Pasar mobil

Bicara soal keberuntungan di Piala Dunia, beda antara Jerman dan Prancis. Jerman harus pulang lebih awal karega gagal melewati babak kualifikasi group. Sedangkan Prancis masih akan bertanding di babak semifinal usai menekuk Uruguay 2:0 di babak 8 besar.

Lihat juga

Inilah Empat Hal Yang Bikin Mobil Eropa Dijual Sangat Mahal

05/06/2018

Pasar mobil

Dimanapun mobil Eropa dijual, harganya hampir bisa dipastikan lebih mahal dibanding mobil dari benua lain, sekalipun itu Amerika. Apalagi jika dibanding dengan mobil buatan Asia dan China, mobil Eropa makin terasa sangat mahal. Bukan tanpa alasan logis mengapa mobil Eropa dijual sangat mahal. Bahkan tidak hanya harganya saja, biaya perawatan dan suku cadangnya pun sangat mahal dibanding perawatan dan suku cadang mobil-mobil negara lain.

Lihat juga

Duet Renault-Volkswagen Siap Rakit Mobil di Indonesia

03/02/2019

Pasar mobil

Duet merek Eropa, Renault dan Volkswagen, akan memasuki industri Indonesia dengan merakit mobil-mobil buatannya di Indonesia, sebagaimana dijelaskan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Lihat juga

Mengintip Penjualan Renault di Indonesia dan di Dunia

06/02/2019

Pasar mobil

Ada yang menarik untuk ditelisik terkait peralihan Agen Pemegang Merek (APM) Renault di Indonesia dari PT Auto Euro Indonesia ke PT Maxindo Renault Indonesia, yaitu performa penjualan Renault di Indonesia yang tak kunjung membaik dan kecilnya kontribusi terhadap penjualan Renault di dunia.

Lihat juga
 
back to top