Dibuat di Indonesia, Mobil MPV Ini Malah Lebih Laku di Luar Negeri

26/07/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Mobil MPV Toyota Sienta tampaknya lebih laris di luar negeri ketimbang pasar domestik. Hal itu terlihat dari data distribusi ekspor yang dihimpun Gaikindo.

Popularitas Toyota Sienta di Indonesia tampaknya kian memudar. Meski melenggang sendiri di segmen MPV medium dan dibekali pintu geser, nyatanya Toyota Sienta belum mampu memikat hati masyarakat Indonesia. Untungnya, Sienta yang diproduksi di Karawang itu tak hanya dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik melainkan juga ekspor. 

Bahkan kalau melihat penjualannya, bisa dibilang mobil MPV buatan Indonesia lebih 'laris' di luar negeri ketimbang di Tanah Air. Mengutip data distribusi yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) setidaknya dalam tiga tahun terakhir, angka ekspor Sienta buatan Indonesia lebih tinggi daripada penjualan domestik. 

Toyota Sienta

Persaingan mobil MPV di Indonesia cukup ketat

>>> Di Indonesia Mobil MPV Paling Laku, di Dunia Malah Terlaris ke-6

Toyota Sienta Lebih Banyak Diekspor

Misalnya sepanjang tahun 2018, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengekspor 8.267 unit Sienta ke sejumlah negara di ASEAN. Adapun negara tujuan ekspor mobil MPV buatan Karawang itu yakni Brunei Darussalam, Timor Timur, Malaysia, Singapura, dan Thailand. 

Kalau di pasar ekspor mencapai 8.267 unit, maka di dalam negeri Sienta hanya terdistribusi sebanyak 5.113 unit sepanjang tahun 2018. Beralih ke tahun 2019, angka penjualan Sienta belum juga menunjukan tanda-tanda pulih. 

Sepanjang tahun 2019 di pasar ekspor, jumlahnya cukup menurun drastis menjadi 4.777 unit saja. Negara tujuannya pun berkurang, kini tak ada lagi Timor Leste masuk dalam daftar. Pun demikian di pasar domestik distribusinya hanya mencapai 1.030 unit ke seluruh dealer Toyota di Indonesia. 

Berlanjut ke tahun 2020, pandemi melanda hampir seluruh negara di dunia. Penjualan mobil pun turut merasakan imbasnya. Penjualan mobil domestik dan juga ekspor cukup terganggu. Demikian pula dengan penjualan Sienta. Gaikindo mencatat sepanjang tahun 2020 Toyota mampu mengekspor 1.732 unit Sienta. Lalu untuk penjualan di Tanah Air pun tercatat penurunan yang cukup drastis yakni 393 unit. 

Nafas Sienta sepertinya masih panjang. Meski tercatat menurun nyatanya penjualan mobil buatan Indonesia ini terus berlanjut. Pada periode Januari hingga Juni 2021 baru 388 unit Sienta terdistribusi ke dealer-dealer Toyota di Indonesia. Di pasar ekspor torehannya lebih baik yakni 748 unit. Hanya negara tujuannya kini menyusut dan tersisa Singapura serta Thailand. 

Toyota Sienta

Di segmen MPV medium dengan pintu geser, Sienta tak punya lawan

>>> Ini Maxus MIFA Concept, Mobil MPV China Sekencang Porsche Taycan 4S

Honda Freed Undur Diri Lebih Dulu

Di Indonesia, Sienta memang melenggang sendirian. Sebelum Sienta hadir sudah lebih dulu ada Honda Freed. Namun sejak tahun 2017, Honda memutuskan untuk tak lagi menjual mobil MPV pintu gesernya itu di Tanah Air. Keputusan ini diambil usai melihat animo masyarakat Indonesia akan mobil berbentuk kotak khas Jepang yang mulai menurun. Bisa jadi keputusan Honda ada benarnya bila berkaca terhadap penjualan Sienta dari tahun ke tahun. 

Jual cepat Honda Freed 1.5 2014 di Jawa Tengah

Honda Freed lebih dulu undur diri

Meski begitu Toyota masih lanjut untuk menjual Sienta. Bahkan pada tahun 2020, Toyota sempat menghadirkan tipe Sienta terbaru yakni Welcab di Indonesia. Saat ini ada tiga varian Sienta yang ditawarkan di Indonesia dan dijual mulai Rp 260,1 - 296,4 juta. 

>>> Rekomendasi Mobil MPV Mewah Murah yang Cocok untuk Keluarga

 

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top