Di Indonesia, Setiap 1 Jam 3 Orang Meninggal karena Kecelakaan Lalu Lintas

03/08/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Tingkat kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih terbilang tinggi. Bahkan Korlantas Polri mencatat setiap 1 jam 2-3 orang meninggal akibat kecelakaan lalin.

Kecelakaan lalu lintas masih menjadi salah satu momok penyebab kematian di Tanah Air. Setidaknya dalam data yang dimiliki Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri setiap 1 jam sekali kecelakaan lalu lintas di Indonesia menyebabkan 3 orang meninggal dunia. 

Penyumbang terbesarnya adalah sepeda motor. Tercatat sebanyak 72,4% kecelakaan itu melibatkan sepeda motor. Kemudian diikuti mobil pribadi, kendaraan jenis bus dan truk.

>>> Jateng Catat Angka Kecelakaan Tertinggi di Indonesia

Kecelakaan Lalin Berakibat Fatal

Itu catatan tahun 2018. Tren tak berubah banyak memasuki 2019. Sepeda motor masih menjadi yang teratas kemudian diikuti bus dan truk. 

"Di Indonesia jumlah kisaran orang yang meninggal dunia setiap 1 jam itu untuk semua kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi kendaraan umum ataupun sepeda motor itu 2-3 orang. Data ini dari Korlantas, jadi untuk 1 hari bisa dihitung. Ini cukup besar sekali, kalau mau perbaikan butuh kerjasama semua pihak," ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi dalam Webinar belum lama ini. 

Foto bus Sugeng Rahayu menabrak rumah warga setelah menabrak empat mobil di Sragen

Kecelakaan yang melibatkan bus dan truk masih tak terhindarkan

Dijelaskan Budi, angka kecelakaan yang melibatkan bus dan truk di Indonesia amat berbanding terbalik dengan di sejumlah negara kawasan Eropa hingga Amerika.

Budi menyebut semakin ke sini angka kecelakaan bus dan truk di Indonesia terus merangkak naik. Padahal sebelum-sebelumnya angka kecelakaan truk dan bus di Tanah Air justru lebih sedikit ketimbang di Eropa. 

Namun demikian Budi meyakini bahwa kecelakaan yang melibatkan bus dan truk itu tak akan melampaui sepeda motor. Artinya, kecelakaan yang disebabkan oleh sepeda motor akan tetap di posisi teratas. 

"Indonesia dari 2011 kecelakaan melibatkan truk dan bus tak lebih dari 10.000 per tahun, tahun 2018 angkanya naik jadi 30.000. Beda dengan di Eropa tahun 2001 banyak sekali, tapi semakin ke sini sampai 2018 cukup banyak perbaikan. Sama juga dengan di Amerika semakin ke depan semakin ada perbaikan," tegas Budi. 

Foto bus menabrak sepeda motor

Kecelakaan yang melibatkan sepeda motor masih marak terjadi

Sejumlah Upaya Telah Dilakukan Pemerintah

Pemerintah sendiri bukan tinggal diam. Ada sejumlah upaya yang diambil guna menekan angka kecelakaan tersebut dengan mengeluarkan sejumlah kebijakan. Mulai dari mengatur kecepatan, membatasi usia kendaraan hingga memasang kamera di sejumlah titik. Ini dilakukan agar pengendara bisa lebih waspada. 

Tak bisa dipungkiri saat ini masih ditemukan bus dan truk yang melanggar aturan di jalan sekaligus menjadi penyebab utama kecelakaan. Aturan saja belum cukup untuk menghentikan hal itu, dibutuhkan juga kesadaran dari pengendara itu sendiri. 

>>> Wadaw! Ada Toyota Avanza Terbalik di Depan Rumah Makan Padang

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top