Di Indonesia Masih Sepi, Persaingan Mobil Listrik di China Sengit

18/09/2021

Pasar mobil

3 menit

Beda dengan di Indonesia, persaingan mobil listrik di China cukup sengit. Tercatat ada ratusan ribu perusahaan baru didirikan di industri mobil listrik.

Bicara mobil listrik, China mungkin tak perlu diragukan lagi. Perkembangan industri listrik di China kian pesat. Tercatat perusahaan baru yang berhubungan dengan kendaraan listrik melonjak jumlahnya.

Hingga pertengahan Agustus 2021 sudah ada 81.000 perusahaan atau bila diakumulasikan totalnya mencapai 321.000 sesuai database yang dirilis Qichacha. 

>>> Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Pertama di ASEAN Ada di Indonesia!

Persaingan Mobil Listrik di China Makin Sengit

Diberitakan CBNC, pertumbuhan perusahaan kendaraan energi terbarukan di China sudah semakin merebak saat pandemi melanda tahun 2020. Kala itu ada 78.600 usaha baru yang memasuki industri energi terbarukan di sana. Lebih spesifik lagi, perusahaan energi terbarukan di sini merujuk pada mobil listrik bertenaga baterai dan hybrid. 

Foto mobil listrik Wuling MINI EV tampak samping belakang

Banyak perusahaan berlomba-lomba menghadirkan mobil listrik

Sebagai pasar otomotif terbesar di dunia, China memang cukup ambisius untuk melakukan peralihan ke kendaraan listrik. Negeri Tirai Bambu itu menargetkan 20% dari total penjualan mobil baru di sana sudah berupa kendaraan elektrifikasi. Meski begitu, banyaknya perusahaan baru tersebut justru tak disambut antusias oleh beberapa pihak. 

"Bisnis kita harus lebih besar dan kuat. Saat ini jumlah usaha yang bergerak menggarap kendaraan elektrifikasi sangat banyak namun kecil dan tersebar," ungkap Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi China, Xiao Yaqing dalam sebuah konferensi pers. 

Pernyataan Xiao Yaqing itu bahkan sempat membuat saham beberapa perusahan merosot. Ia dinilai bakal memangkas sejumlah perusahaan agar persaingan lebih lebih kompetitif.

Di sisi lain, hal ini tentu menjadi angin segar bagi perusahaan mobil listrik besar yang sudah lebih dulu eksis seperti Nio, Xpeng, hingga BYD lantaran kompetitornya bakal tereliminasi dan memungkinkan mereka untuk merekrut tim baru guna meningkatkan daya saing produk. 

Qichacha mencatat para investor sudah menggelontorkan dana lebih dari 82 miliar yuan atau setara Rp 180 triliun untuk menggarap proyek 50 mobil listrik di China pada semester pertama tahun 2021. BYD berada di posisi puncak karena jumlah investasi yang beranjak naik.

Namun ada juga beberapa perusahaan besar seperti Evergrande higga Faraday Future tengah bertarung supaya tidak bangkrut terlebih banyak perusahaan baru terus bermunculan. 

>>> Indonesia Bakal Lahirkan 15 Juta Kendaraan Listrik pada 2030

Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Masih Seret

Bahkan perusahaan teknologi sekelas Huawei, Baidu, hingga Xiaomi pun tak mau ketinggalan dalam menghadirkan mobil listriknya. Sekadar informasi, dalam catatan Kementerian Perindustrian, penjualan mobil listrik di China dari tahun ke tahun meningkat cukup tajam. Misalnya pada tahun 2013 hanya ada 14.610 unit mobil listrik terjual kemudian lima tahun setelahnya langsung meroket menjadi 815.870 unit. Ini sekaligus menjadi yang terbanyak di dunia pada tahun 2018.

Kemudian hingga Mei 2021, China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) penjualan mobil di Negeri tirai Bambu itu sudah mencapai 5,8 juta unit secara akumulasi. 

Peningkatan penjualan mobil listrik yang amat pesat ini tak lepas dari peran pemerintah setempat dengan memberikan ragam insentif. Insentif itu tentu meringankan sehingga konsumen mau beralih untuk mulai menggunakan kendaraan ramah lingkungan, mobil listrik bertenaga baterai termasuk salah satunya. 

SPKLU tersebar di 83 titik

Ratusan SPKLU ditargetkan sudah tersebar di sejumlah jalanan Indonesia

Jumlah ini tentu berselisih cukup jauh dengan di Indonesia. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat pada tahun 2020 penjualan seluruh kendaraan elektrifikasi di Tanah Air hanya mencapai 1.234 unit. Jumlah itupun didominasi oleh mobil jenis Hybrid sebanyak 1.108 unit, sedangkan sisanya EV 120 unit, dan PHEV 6 unit. 

Pemerintah sendiri menargetkan pada tahun 2025, 20% dari keseluruhan penjualan mobil di Indonesia sudah mengusung elektrifikasi. Atau kalau secara hitung-hitungan kasar, ada 400.000 mobil listrik wara-wiri di jalanan Indonesia empat tahun ke depan. 

>>> Ada Lagi Nih Mobil China yang Siap Masuk Indonesia, Begini Wujudnya

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top