DFSK Gelontorkan Investasi Hingga Rp 2,1 Triliun untuk Pabrik di Cikande

29/08/2021

Pasar mobil

3 menit

Pabrik DFSK di Cikande, Serang dibangun dengan investasi sekitar Rp 2,1. Pabrik tersebut juga didukung dengan SDM yang berkualitas bersama teknologi robotik.

Indonesia merupakan salah satu pasar otomotif tersibuk di dunia dengan penjualan yang sempat mencapai 1 juta unit per tahunnya. DFSK sebagai produsen otomotif terkemuka dunia merasa tertantang untuk melayani kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang beragam dan membutuhkan berbagai jenis kendaraan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

>>> DFSK Gelora E Siap Berperan Dalam Kebangkitan Pariwisata Nasional

Gambar menunjukan Pabrik DFSK

Pabrik  DFSK mengadopsi teknologi robotik

DFSK Sudah Punya Pabrik di Tanah Air

Komitmen penuh disampaikan oleh DFSK melalui hasil nyata dengan menghadirkan berbagai model kendaraan, baik kendaraan penumpang hingga kendaraan komersial, yang keseluruhannya diproduksi di dalam negeri.

Kendaraan-kendaraan DFSK yang ditawarkan kepada konsumen di Tanah Air dipenuhi dari Pabrik DFSK yang berlokasi di Kawasan Industri Modern Cikande di Serang, Banten, yang sudah dipersiapkan sedari awal untuk mengantisipasi kebutuhan kendaraan di dalam maupun di luar negeri.

“Kami melihat bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar otomotif yang besar dan majemuk, serta memiliki lokasi yang strategis untuk pembangunan pabrik DFSK. DFSK menyatakan komitmen untuk memiliki akar yang kuat di dalam negeri, mampu menjangkau Asia, dan memiliki semangat kualitas global agar bisa diterima di seluruh negara.” ungkap PR & Media Manager PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi.

>>> Promo Merdeka DFSK, Cicilan Super Cab Mulai Rp 2 Jutaan Saja

Gambar menunjukan Pabrik DFSK

Pabrik  DFSK juga didukung dengan sumber daya manusia yang berkualitas

Pabrik DFSK Sudah Hadir Sejak 28 November 2017

Pabrik DFSK di Cikande sudah mulai beroperasi sejak 28 November 2017 dan berdiri megah di atas lahan seluas 20 hektar dengan investasi di awal mencapai USD150 juta atau sekitar Rp 2,1 Triliun. Kualitas produksi yang sempurna dan tingkat presisi yang tinggi dihadirkan di setiap kendaraan-kendaraan DFSK berkat penggunaan sistem industri 4.0 yang sudah mengadopsi teknologi robotik dan sumber daya manusia yang berkualitas.

Pabrik ini sudah didukung dengan proses produksi mula dari stamping, welding, painting, assembling, hingga quality control yang didukung teknologi robotik dan tenaga pekerja yang handal. Sehingga perencanaan jangka panjang pabrik DFSK di Indonesia bisa menghasilkan kendaraan yang berkualitas untuk dipasarkan di dalam dan luar negeri
 
Walhasil, DFSK secara keseluruhan saat ini sudah memiliki sejumlah kendaraan dengan berbagai model dan sudah dipasarkan secara luas. Di Indonesia, masyarakat sudah bisa menemukan DFSK Glory i-Auto dan DSFK Glory 560 sebagai kendaraan penumpang yang berkualitas, modern, canggih, bertenaga, dan ditawarkan dengan harga yang terjangkau. Selain itu untuk menunjang dunia usaha, konsumen bisa memilih DFSK Super Cab, DFSK Gelora, hingga DFSK Gelora E yang bisa disesuaikan untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

>>> 100 Bengkel DFSK Tetap Buka Saat Libur Lebaran

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top