DFSK Dukung Pemerintah Dalam Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai

17/10/2019

Pasar mobil

3 menit

DFSK Dukung Pemerintah Dalam Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai
Sebagai wujud dukungan terhadap program pemerintah dalam kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, DFSK melakukan kerjasama strategis dengan PLN dan beberapa mitra lainnya

Setelah memperkenalkan line-up mobil hybrid dan elektriknya, pabrikan asal China, DFSK, membuktikan komitmennya dalam mendukung kebijakan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai yang sedang dikembangkan oleh pemerintah. Hal tersebut dapat terlihat dalam Penandatanganan nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) dalam kerjasama percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). 

>>> Fokus Ke Charging Station Rumahan, BMW Tak Nambah SPKLU Baru

Acara penandatanganan MoU oleh perwakilan DFSK, Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani, serta CEO 20 Mitra Perusahaan lainnya

Acara penandatanganan MoU oleh perwakilan DFSK, Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani, serta CEO 20 Mitra Perusahaan lainnya

Momen ini merupakan langkah kongkrit dan komitmen bersama untuk mengimplementasikan Perpres nomor 55 tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle). “DFSK sebagai salah satu perusahaan bisnis di Indonesia memiliki visi dan misi untuk mendukung kebijakan pemerintah Indonesia terkait kendaraan listrik (Electric Vehicle). Dimana DFSK secara positif mempelajari pasar kendaraan listrik dan mempersiapkan produk serta teknologi sebagai salah satu bagian dari sistem biologi kendaraan listrik untuk mendukung percepatan program kendaraan listrik di Indonesia,” kata Alexander Barus, CEO PT Sokonindo Automobile, melalui siaran pers (17/10).

>>> Saat Mobil Klasik Bertransformasi Jadi Mobil Listrik

Foto mobil listrik DFSK, Glory E3

DFSK Glory E3, mobil listrik yang dipersiapkan DFSK untuk menyambut era mobil hybrid dan listrik di Indonesia

Acara penandatanganan MoU disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, dan Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani, serta dihadiri oleh CEO 20 Mitra Perusahaan lainnya, yang bertempat di Auditorium BJ Habibie BPPT, Jakarta Pusat pada tanggal 16 Oktober 2019 lalu. “DFSK merasa bangga dan terhormat menjadi salah satu perusahaan yang ikut menandatangani MoU ini dimana hal ini merupakan bentuk komitmen untuk memajukan program kendaraan listrik di Indonesia. Diharapkan, dengan adanya penandatanganan MoU ini, dapat memicu perusahaan lain untuk mendukung program energi terbarukan untuk masa depan bangsa.” tutup Alexander Barus.

>>> Review DFSK Glory E3 2019, Mobil Elektrik Stylish Dari Tiongkok

Foto soket pengisian daya pada DFSK Glory E3

Program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai juga menyangkut infrastruktur seperti ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)

DFSK sendiri sudah memiliki kendaraan listrik yaitu Glory E3, Sport utility vehicle (SUV) ramah lingkungan ini menggunakan baterai berukuran 52,56 kWh yang bisa membuat SUV listrik tersebut melaju hingga 405 km. Urusan pengisian daya, teknologi fast charging yang ada sekarang ini sanggup mengisi 20% daya baterai menjadi 80% hanya 30 menit. Sedangkan untuk slow charging akan memakan waktu selama 8 jam. Soal tenaga, DFSK Glory E3 juga bisa diandalkan dengan menggunakan motor listrik Permanent Magnet Synchronous Motor bertenaga 120 kW dan Torsi 300 Nm. 

>>> Berita otomotif terkini lainnya di Cintamobil.com

 
back to top