Deretan Mobil yang Bebas PPnBM Mulai Maret, Harga Turun Puluhan Juta!

12/02/2021

Pasar mobil

5 menit

Pemerintah akhirnya akan merelaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang rencana berlaku mulai Maret. Dengan itu harga mobil turun belasan juta.

Pemerintah akhirnya memutuskan untuk memberikan insentif fiskal berupa penurunan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor. Relaksasi pajak ini bertujuan agar daya beli masyarakat kembali meningkat pun roda perekonomian diharapkan cepat pulih. 

Tapi perlu dicatat relaksasi PPnBM ini tak berlaku untuk semua model. Pemerintah mensyaratkan PPnBM hanya berlaku pada kendaraan bermotor pada segmen kendaraan dengan cc < 1500 yaitu untuk kategori sedan dan 4x2. Di samping itu kendaraan juga harus dirakit dalam negeri dan memiliki tingkat kandungan lokal (TKDN) sebanyak 70 persen.

Pembaruan Dari Toyota Vios 2018

Vios juga berpotensi mendapat relaksasi karena dirakit lokal

>>> 4 Jenis Pajak yang Membebani Mobil Baru

Harga Mobil Jadi Turun

Bila merujuk pada persyaratan tersebut artinya hanya terbatas pada model hatchback, Low MPV, Low SUV, dan juga kendaraan komersial. Untuk hatchback yang dirakit lokal adalah Brio. Kemudian mobil-mobil Low MPV yang mendapat keringanan PPnBM antara lain Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Mitsubishi Xpander, hingga Suzuki Ertiga. 

Low SUV seperti Toyota Rush, Daihatsu Terios juga akan mendapatkan keringanan pajak tersebut karena punya TKDN di atas 80%. Sementara untuk sedan yang dirakit lokal ada Toyota Vios. Sedangkan mobil di segmen Low Cost Green Car (LCGC) tak termasuk yang mendapatkan keringanan PPnBM. LCGC sendiri sudah mendapat keringanan PPnBM 0% karena dirakit lokal sejak 2013. 

Sekadar informasi, mobil penumpang, selain sedan, dengan sistem 1 gardan penggerak atau 4x2 dengan kubikasi mesin 1.500cc dikenakan PPnBM 10 persen. Selanjutnya mobil dengan kubikasi mesin 1.500cc hingga 2.500cc dikenakan pajak barang mewah 20 persen. 

Berapa Biaya Servis All New Suzuki Ertiga untuk 10.000 Km Pertama?

Suzuki Ertiga

Sementara itu PPnBM sedan atau staion wagon dengan kubikasi mesin 1.500cc sebesar 30 persen. Selanjutnya sedan dengan kubikasi mesin 1.500cc hingga 3.000 cc kena tarif PPnBM 40 persen. PPnBM paling mahal dikenakan kepada mobil dengan kubikasi mesin lebih dari 3.000cc, yakni 125 persen. 

Adanya relaksasi pajak ini membuat harga mobil tersebut bakal turun. Mengambil contoh Toyota Avanza baru yang saat ini dibanderol paling murah Rp 200,2 juta on the road DKI Jakarta, tanpa PPnBM harga mobil sejuta umat ini bisa turun hingga kisaran Rp 180 juta. 

Sementara itu Honda Brio non LCGC yang ditawarkan mulai di kisaran Rp 150 jutaan, tanpa PPnBM harganya menjadi Rp 135 juta.

>>> Turki Jadi Negara dengan Pajak Mobil Tertinggi di Dunia

Insentif Diberikan Bertahap

Nantinya pemberian insentif pajak penjualan barang mewah ini akan dilakukan secara bertahap selama 9 bulan, dimana masing-masing tahapan akan berlangsung selama 3 bulan. Insentif PPnBM sebesar 100% dari tarif akan diberikan pada tahap pertama, lalu diikuti insentif PPnBM sebesar 50% dari tarif yang akan diberikan pada tahap kedua, dan insentif PPnBM 25% dari tarif akan diberikan pada tahap ketiga.  

\Besaran insentif ini akan dilakukan evaluasi setiap 3 bulan. Instrumen kebijakan akan menggunakan PPnBM DTP (ditanggung pemerintah) melalui revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK), yang ditargetkan akan mulai diberlakukan pada 1 Maret 2021. 

Honda Brio RS back

Harga Brio non-LCGC bisa turun belasan juta

Selain itu, pemberian insentif penurunan PPnBM perlu didukung dengan revisi kebijakan OJK untuk mendorong kredit pembelian kendaraan bermotor, yaitu melalui pengaturan mengenai uang muka (DP) 0% dan penurunan ATMR Kredit (aktiva tertimbang menurut risiko) untuk kendaraan bermotor, yang akan mengikuti pemberlakuan insentif penurunan PPnBM ini.

Dengan skenario relaksasi PPnBM dilakukan secara bertahap, maka berdasarkan data Kementerian Perindustrian diperhitungkan dapat terjadi peningkatan produksi yang akan mencapai 81.752 unit. Estimasi terhadap penambahan output industri otomotif juga diperkirakan akan dapat menyumbangkan pemasukan negara sebesar Rp 1,4 triliun.

“Industri pendukung otomotif sendiri menyumbang lebih dari 1,5 juta orang dan kontribusi PDB sebesar Rp700 triliun," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
 

>>> Baru Jual Mobil? Jangan Lupa Lapor Biar Tak Bayar Pajak Progresif

Penulis
Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor. Roles Sebagai Editor di Cintamobil.com, Dina berperan menulis sekaligus mengedit tulisan agar lebih enak untuk dibaca dan juga mengontrol pemberitaan yang lebih layak. Di samping itu, tetap memantau pergerakan berita di industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. Specialities Memantau pergerakan berita di industri otomotif sekaligus menulisnya dengan cepat Mengedit berita Experience - GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019 - IIMS 2017, 2018, 2019 - IMOS 2016, 2018 - Geneva International Motor Show 2017 - Tokyo Auto Salon 2019
 
back to top