Demi Efisiensi, Renault Rumahkan 5.000 Karyawan

28/05/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Demi Efisiensi, Renault Rumahkan 5.000 Karyawan
Dengan alasan efisiensi, Renault dilaporkan bakal merumahkan 5.000 karyawan yang akan dilakukan secara bertahap mulai tahun ini hingga tahun 2024 mendatang.

Pandemi COVID-19 memaksa banyak perusahaan melakukan langkah-langkah efisiensi agar kerugian yang ditanggung tidak semakin besar. Selain meliburkan kegiatan operasional pabrik, beberapa diantaranya bahkan memilih merumahkan karyawannya hingga waktu yang tidak bisa ditentukan. Hal ini berlaku juga di industri otomotif dimana sejumlah pabrikan memutuskan merumahkan sebagian karyawan, seperti yang dilakukan Nissan dan McLaren.

Renault rumahkan 5000 karyawan

Yang terbaru Renault mengumumkan bakal merumahkan sekitar 5000 karyawan. Surat kabar terkemuka di Prancis, Le Figaro memberitakan kabar tersebut pada Selasa (26/5/2020). Disebutkan pemangkasan dilakukan pembuat mobil asal Prancis itu dalam rangka efisiensi demi mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Dengan mem-PHK 5000 karyawan, pabrik bisa menghemat sekitar 2 miliar euro atau setara Rp 32 triliun dalam setahun.

Proses PHK tidak dilakukan secara langsung, tapi secara bertahap agar tidak terlalu menimbulkan gejolak. Renault akan memprioritaskan karyawan yang telah berencana pensiun untuk segera mendapatkan persetujuan. Bersamaan dengan itu, Renault tidak memasukkan karyawan baru sampai target pamangkasan tercapai.

>>> Review Renault Kwid Climber 2020: Hatchback Bergaya SUV nan Atraktif

Foto menunjukkan para karyawan sedang menjalankan tugasnya di pabrik Renault Flins

Pabrikan otomotif lakukan langkah-langkah efisiensi

Untuk diketahui, Renault merupakan salah satu produsen otomotif terkuat di Prancis dengan jumlah pekerja mencapai 48.500 karyawan di tahun 2019. Saham perusahaan ini 15 persennya dimiliki oleh pemerintah.

Terdampak COVID-19

Di musim pandemi COVID-19 ini Renault jadi salah satu pabrikan otomotif yang cukup terdampak. Selain penjualannya menurun, Renault juga harus menghentikan aktivitas produksinya di berbagai negara termasuk di Prancis.

Negara ini sampai sekarang masih masuk dalam daftar 10 negara dengan kasus positif COVID-19 terbesar di dunia. Menurut data Worldometers, hingga 28 Mei 2020 pukul 02.21 GMT atau pukul 09.21 WIB terdapat 182.913 kasus positif COVID-19 di Prancis dengan kematian mencapai 28.596 pasien. Pemerintah memberlakukan lockdown dalam rangka menekan angka pertumbuhan kasus serta mengembalikan negara ke situasi normal seperti sebelum pandemi.

>>> Renault Berencana Rumahkan 400 Pekerja di Pabrik Slovenia

Foto menunjukkan seorang petugas berjaga di area menara Eiffel Paris

Pemerintah Kota Paris memberlakukan kebijakan lockdown untuk menekan penyebaran COVID-19

>>> Berita aktual lainnya terkait otomotif ada disini!

Share this post:
Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.

Berita lain

Mengintip Wajah Renault Kwid 2020 Di India

30/09/2019

Mobil baru

3 menit

Kompak crossover ekonomis yang fenomenal ini akan mendapatkan perubahan wajah agar tetap kompetitif menyambut para kompetitornya.

Lihat juga

Cari Mobil Eropa Baru Rp150 Jutaan? Coba Lirik Renault Kwid dan Renault Climber

21/05/2020

Mobil baru

3 menit

Sesuai prediksi kami, akhirnya PT Maxindo Renault Indonesia meluncurkan Renault Kwid dan Renault Climber terbaru di Tanah Air, bentuknya jadi semakin tampan

Lihat juga

Renault Berencana Rumahkan 400 Pekerja di Pabrik Slovenia

20/05/2020

Pasar mobil

3 menit

Akibat turunnya permintaan dampak dari virus Corona atau Covid-19 membuat Renault berencana rumahkan hingga ratusan pekerja di pabrik produksinya di Slovenia.

Lihat juga

Renault Bakal Memproduksi 1,5 Juta Unit Masker per Minggu

28/05/2020

Pasar mobil

3 menit

Mulai Juli 2020 Renault Group bakal memulai produksi masker di pabrik Renault Flins (Prancis), dengan target sebanyak 1,5 juta unit masker per Minggu.

Lihat juga
 
back to top