Debut Peugeot 9X8, Seekor Kucing Besar yang Kencang

11/07/2021

Pasar mobil

4 menit

Hypercar hybrid Peugeot 9X8 resmi diperkenalkan. Mobil yang akan berlaga di World Endurance Championship ini tampil dengan desain radikal tanpa sayap belakang.

Tahun lalu, Toyota mendominasi World Endurance Championship (WEC) dan 24 Hours of Le Mans dengan mobil balap prototipe GR010 Hybrid mereka. Kini, Peugeot akan kembali ke ajang balap endurance dunia dengan senjata baru mereka. 

Mobil itu bernama Peugeot 9X8 yang sengaja dibuat demi menghentikan dominasi pabrikan asal Jepang tersebut. Yang unik dari hypercar hybrid ini adalah desainnya yang terbilang radikal dengan menanggalkan sayap belakang yang menjadi ciri khas mobil balap pada umumnya.

Regulasi Baru Mendorong Peugeot Tampil Radikal

Tahun 2011 menjadi tahun terakhir Peugeot dalam mengikuti ajang WEC dengan 908. Alasan tak kompetitif dan tidak sejalan dengan visi perusahaan diduga menjadi alasan. Sejak saat itu, Audi, Porsche, dan Toyota mendominasi ajang balap ketahanan mesin ini.

Gambar Toyota GR010

Toyota GR010 mendominasi ajang balap ketahanan mesin musim lalu

Namun, Peugeot memutuskan untuk kembali setelah dibukanya kelas LMH (Le Mans Hypercar) menggantikan kelas LMP1 (Le Mans Prototype 1). Regulasi LMH membatasi output tenaga maksimum di angka 670 HP, meskipun tidak ada batasan lain pada jenis atau ukuran mesin selain dari berat minimum 165 kilogram.

>>> Hyundai Staria Resmi Meluncur di Thailand, Indonesia Menyusul

Berat minimum mobil dibatasi di angka 1029 kg, dan panjang mobil LMH tidak boleh melebihi 5,08 meter, jarak sumbu roda 3,14 m, serta lebar 2 m. Yang paling menarik, kelas LMH tidak memiliki batasan pada sasis, aerodinamis, atau gaya bodi, yang menghasilkan keliaran para insinyur Peugeot untuk melahirkan 9X8.

Kucing Besar yang Kencang

Direktur Desain Matthias Hossann mengatakan sketsa awal Peugeot 9X8 adalah "kucing besar yang siap menerkam," dan mereka berfokus untuk menyatukan gaya 9X8 dengan desain mobil jalan raya Peugeot.

Gambar Peugeot 9X8

Bagian fascia Peugeot 9X8

Ujung depannya menonjolkan logo singa baru Peugeot yang menyala dan rumah lampu persegi panjang dengan tiga elemen cakar vertikal, sementara lampu belakangnya adalah garis miring besar yang memanjang dari bodywork.

Desain fender-nya memiliki potongan yang menonjolkan ban, permukaan sudut di sekitar lubang dan cermin terintegrasi di bagian depan. Perpaduan desain yang lembut, detail yang aneh, dan garis tegas serta berbagai lubang udara yang besar, membuat mobil ini seperti keluar langsung dari film sci-fi Blade Runner atau game Cyberpunk 2077.

Gambar Peugeot 9X8

Tidak pakai sayap belakang? Tidak masalah

Tetapi fitur desain terbesar yang membedakan 9X8 dari hampir semua mobil balap lain terlepas dari kelasnya adalah tidak adanya sayap belakang. Regulasi baru yang membuat perangkat aerodinamika aktif diperbolehkan membuat Peugeot 9X8 tetap menghasilkan banyak downforce melalui berbagai perangkat aerodinamika aktif yang dirahasiakan.

>>> Panas! Perseteruan Paspampres vs Polisi di Pos Penyekatan PPKM Darurat

Kami menduga diffuser dan bagian bawah bodi 9X8 memainkan peran besar terhadap hal ini, karena aturan LMH yang tidak memerlukan lantai rata. Direktur motorsport Stellantis Jean-Marc Finot menyebut ketiadaan sayap sebagai "langkah inovatif besar", karena ini adalah pertama kalinya sebuah mobil balap tidak menggunakan sayap sejak Chaparral 2F mempeloporinya.

>>> Ferrari F8 Tributo Dari Novitec, Suara Menggelegar Dengan Bodi Lebar

Bahkan, Peugeot membubuhi bagian belakang mobil dengan stiker yang bertuliskan " We didn't want a rear wing " dengan panah mengarah ke atas.

Gambar interior 9X8

Bagian interior tidak kalah radikal

Dapur Pacu Peugeot 9x8

Peugeot 9X8 menggunakan konfigurasi mesin hybrid untuk bisa berkompetisi di kelas WEC. Mobil ini dibekali dengan mesin bensin 2.600 cc V6 twin-turbo yang mampu menghasilkan tenaga 671 HP. Mesin tersebut dikawinkan dengan 1 motor listrik bertenaga 268 hp. Mesin bensinnya menggerakkan roda belakang lewat transmisi kopling ganda 7-percepatan, sementara motor listrik dan baterai 900V 9X8 akan mengurus roda depan.

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com.
 
back to top