Dari Trek Ke Jalanan: Supercar Bermesin Warisan Arena Balap

12/08/2018
Jika ada sebutan rajanya supercar, mobil-mobil ini tentu pantas mendapatkannya. Karena semuanya mengusung teknologi warisan langsung arena balap. Apa saja mereka? Berikut rangkuman Cintamobil.com untuk Anda.

Panasnya hawa kompetisi arena balap seringkali memancing pabrikan peserta untuk mengeluarkan segenap ilmu dan jurusnya agar menjadi terbaik dan terdepan. Bagaimana menghasilkan teknologi terbaik untuk kompetitif trek dan kemudian diharapkan bisa ditransfer ke penggunaan jalan raya. Terutama bagi mereka berlaga di kategori puncak balap seperti Formula 1, atau balap ketahanan sports car FIA World Endurance Championship dan Le Mans 24 Jam.

Tak jarang, teknologi tersebut diwariskan secara langsung kepada produk supercar mereka. Di Frankfurt Motor Show tahun silam, contohnya, muncul Mercedes-AMG Project ONE dengan mesin dan sistem penggerak milik Mercedes-AMG F1 W08 EQ Power+ yang merajai arena F1 musim 2016. Dimana, hal ini diikuti Toyota pada pagelaran Tokyo Auto Salon 2018 dengan menampilkan Toyota GR Super Sport Concept.

foto Mercedes Hypercar dengan mobil Formula 1

Mercedes-AMG Project ONE, diperkenalkan di Frankfurt Motor Show 2017 (Foto: Daimler)

Kedua mobil tersebut pun meneruskan sejarah panjang sejumlah supercar yang hadir dengan mesin warisan arena balap. Karena sebelumnya, sudah ada beberapa supercar hadir dengan adopsi penuh teknologi F1. Bukan sekadar warisan, atau turunan.

Mari kita lihat beberapa diantaranya…

1. Yamaha OX99-11 1992

Meskipun jika kita meng-Google “Yamaha F1” akan mengeluarkan hasil sepeda motor bebek, sejatinya produsen garpu tala pernah menjadi penyuplai mesin F1 antara 1989 – 1997. Meski prestasinya tidak bisa terlalu dibanggakan.

Pada tahun 1992, pengalaman ini coba dikembangkan dengan menginisiasi proyek supercar dinamai OX99-11. Menggunakan sasis serat karbon dan unit OX99 sama persis dipakai mobil F1 Brabham. Idenya menghadirkan pengalaman mobil balap murni kepada pelanggan.

foto supercar Yamaha beraksi berwarna merah

Siapa bisa menebak bahwa hypercar ini bermesin Yamaha? (Foto: Yamaha)

Desainnya sangat ekstrem. Tidak memiliki kokpit layaknya mobil biasa, melainkan kanopi seperti jet tempur. Kanopi juga berfungsi sebagai pintu. Sebagaimana F1, hanya memiliki satu tempat duduk. Mesin OX99 3.500 cc V12 diturunkan kemampuannya menjadi 400 dk atas alasan daya tahan jalan raya. Transmisi menggunakan 6-speed manual.

Muncul banyak perdebatan sepanjang proyek, diikuti beberapa kali pergantian partner. Pada akhirnya, proyek ini masuk peti es akibat krisis finansial melanda Jepang. Hanya sempat diproduksi sebanyak tiga unit, itu pun semuanya masih tahap prototipe.

>>> The Next-Gen Nissan GT-R Bakal Diperkenalkan Dengan Konsep Yang Berbeda

2. Ferrari F50 1995

Sebagai jagonya F1 yang tidak pernah absen sejak 1950, Ferrari tentu tidak melewatkan kesempatan membuat supercar berbasis F1. Tahun 1995, meluncurkan F50 dengan mesin berbasis unit 3.500 cc V12 dipakai Ferrari 641 digunakan Alain Prost dan Nigel Mansell pada musim 1990.

Untuk menjamin penggunaan jalan raya, kapasitas mesin dinaikkan menjadi 4.700 cc dengan daya turun menjadi 520 dk. Akselerasi 0-100 km/jam secepat 3,7 detik dengan kecepatan puncak “hanya” unggul 1,6 km/jam dari supercar F40.

foto studio Ferrari F50 1995 berwarna merah

Ferrari F50, menggunakan mesin V12 dipakai Alain Prost di musim 1990 (Foto: Ferrari)

Desainnya cantik, beda total dengan F40 berpenampilan brutal. Memiliki sudut-sudut membulat sehingga berkesan manis dan jinak, meski kehadiran spoiler tinggi merupakan penanda potensi dimiliknya.

Sayang, F50 banyak mendapatkan kritik karena dianggap nanggung. Meski begitu sejarah mencatat F50 sebagai supercar Ferrari terakhir dari era analog, sebelum Enzo nan sophisticated.

Ferrari memproduksi F50 sebanyak 349 unit. Sempat ada rencana menurunkan versi balap Ferrari F50 GT di arena kejuaraan FIA GT musim 1997, namun batal dilaksanakan akibat ingin fokus di arena F1.

>>> Dapatkan berita informatif tentang mobil baru hanya di sini

3. Porsche Carrera GT 2004

Kisah dimulai dengan aksi Porsche menyuplai mesin F1 bagi tim Footwork pada 1991 yang berakhir kurang membahagiakan. Memasuki musim kompetisi 1992, Porsche sebetulnya telah menyiapkan unit 3.500 cc V10 bagi Footwork. Akan tetapi, perjanjian dengan Footwork batal sehingga mesin menganggur.

Mesin ini lantas diperbesar kapasitasnya menjadi 5.500 cc agar dapat digunakan pada proyek LMP2000 untuk bertarung di Le Mans 24 Hours tahun 2000. Akan tetapi, proyek ini batal dan mesin pun kembali dianggurkan. Porsche sendiri baru menampilkan LMP2000 ke hadapan publik di Goodwoof Festival of Speed 2018.

foto aksi Porsche Carrera GT berwarna silver mewah sedang berkendara di jalan

Porsche Carrera GT dengan mesin warisan arena F1 dan balap ketahanan (Foto: Porsche)

Demam supercar awal dekade 1990-an memancing Porsche untuk ikut bertempur. Mendadak, Porsche teringat akan eksistensi mesin ini dan membangkitkannya untuk dipakai pada proyek Carrera GT.

Kembali, kapasitas mesin dimekarkan menjadi 5.700 cc dengan kini menghasilkan daya 603 dk. Porsche mengklaim Carrera GT mampu menempuh 0-100 km/jam dalam 3,5 detik dengan top speed di angka 330 km/jam.

Porsche memproduksi Carrera GT sebanyak 1.270 unit antara 2003 – 2007.

>>> Review Porsche Cayman 2013: Perpaduan Sempurna, Mobil Roadster Berbodi Coupé Menggunakan Mesin Boxer

4. Mercedes-AMG Project ONE 2017

Mendominasi arena Formula 1 sejak 2014 hingga saat ini jelas akan mubazir jika Mercedes-Benz tidak bisa membuat pelajaran didapat dari arena jet darat dapat dinikmati konsumen istimewanya. Untuk itulah di Frankfurt Motor Show 2017, muncul sosok bernama Mercedes-AMG Project ONE.

Ide dasarnya, tentu bagaimana memberikan sensasi dialami Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas kepada pengemudi Project ONE.  Powertrain menggunakan unit 1,6 liter V6 turbo dengan kemampuan meraung hingga 11 ribu rpm layaknya mesin F1. Dipadu MGU-H 90 kW dan MGU-K 120 kW, serta sepasang motor listrik di poros depan hingga menghasilkan kesatuan power unit dengan daya maksimum 1.000 dk lebih. 

foto render Mercedes-AMG Project One berwarna silver sangat mewah

Mercedes-AMG Project One mewarisi powertrain yang merajai arena F1 dari 2014 hingga kini (Foto: Daimler)

Tenaga dari power unit belakang pun ditransfer ke roda belakang melalui transmisi automated-manual 8 tingkat percepatan dikembangkan khusus untuk proyek ini. Sementara, motor elektrik di depan juga berfungsi sebagai sistem AWD dan torque vectoring.

Hybrid menggunakan sistem plug-in tercanggih dimiliki Mercedes, dinamai EQ Power. Menawarkan banyak pilihan berkendara, termasuk mode EV untuk melaju tanpa mesin sejauh 25 km. Hingga mode “kualifikasi” yang membuat Anda dapat merasa seperti Lewis, minus Nicole Scherzinger, tentunya. Performa? Akselerasi 0-200 km/jam “hanya” dalam 6 detik dengan kecepatan puncak lebih dari 350 km/jam.

Mercedes berencana memproduksi sebanyak 275 unit Project ONE dengan harga jual 2,72 juta dollar.

5. Toyota GR Super Sport Concept 2018

Inilah mobil menjadi alasan utama Toyota mempertahankan keikutsertannya di World Endurance Championship meski tidak lagi memiliki lawan tim pabrikan. Dinamai GR Super Sport Concept, ditampilkan perdana ke hadapan publik di Tokyo Auto Salon 2018.

foto produk oyota GR Super Sport Concept berwarna putih

Pada prinsipnya Toyota GR Super Sport Concept adalah prototipe Toyota TS050 Hybrid untuk jalan raya (Foto: Toyota)

Melihat lekuk tubuhnya, sangat menyiratkan desain perwajahan LMP1 saat ini dengan sepasang fender menjulang lebih tinggi dari hidung. Serta penampilan sisi samping, lengkap dengan lekukan senada LMP1 Toyota di WEC sejak 2012. Masih dilengkapi sayap belakang pendek, lengkap dengan sirip hiu.

Di balik kulitnya, tersimpan komponen milik TS050 Hybrid. Sistem THS-R (Toyota Hybrid Sytem-Racing) juga tidak diutak-atik atau disesuaikan. Tetap menghadirkan ramuan mesin 2.400cc V6 turbo dipadu motor listrik dengan total daya 1.000dk.

>>> Berita informatif dunia otomotif terlengkap hanya ada di Cintamobil.com

Aditya Siregar

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
0