Daihatsu Waspadai Dampak Buruk Mobil Listrik Bagi Indonesia

14/03/2019

Pasar mobil
Share this post:
Daihatsu Waspadai Dampak Buruk Mobil Listrik Bagi Indonesia
Astra Daihatsu Motor (ADM) angkat bicara tentang kebijakan mobil listrik Indonesia. Dijelaskan akan ada beberapa dampak signifikan terhadap kondisi ekonomi Indonesia jika kebijakan mobil listrik diaplikasikan terburu-buru.

Amelia Tjandra selaku Direktur Pemasaran ADM menjelaskan bahwa adanya perbedaan antara komponen yang digunakan untuk mobil berbahan bakar saat ini dengan mobil listrik. Dari penjelasannya, mobil konvensional membutuhkan 2.000 komponen berbeda dengan mobil listrik yang hanya menggunakan 250 komponen.

Dampak Terhadap Industri Pendukung Otomotif

Pernyataan tersebut tentunya akan memberi dampak serius terhadap industri pendukung. Pasalnya, industri tersebut sudah berdiri dan fokus menciptakan komponen mobil berbahan bakar. Jika mobil listrik serta merta dilakukan maka industri otomotif pendukung akan kesulitan untuk beradaptasi.

>>> Baca juga: Lewat Honda e Prototype, Honda Komitmen Dorong 100% Kontribusi Penjualan Mobil Listrik Di Eropa Pada Tahun 2025

Industri mobil listrik tidak mudah direalisasikan secara terburu-buru dan harus dimulai dengan proses penyesuaian dan adaptasi lebih lanjut

Dibutuhkan adaptasi lebih lanjut bagi para industri komponen mobil untuk menyuplai Electric Vehicle

Amelia juga menambahkan, “Jika semua langsung menuju ke mobil listrik maka industri pendukung akan berkurang dari awalnya 2.000 komponen menjadi 250 komponen. Banyak dari mereka juga tidak bermain dalam komponen tersebut, sementara investasi mereka sudah banyak.’

Perubahan tadi juga dapat berimbas pada pengurangan Demand dan banyaknya karyawan yang bisa di PHK. “Jika langsung tiba-tiba Electric maka industri yang bermain di bidang Combustion Engine bisa gak ada permintaan.”, ujar Amelia.

>>> Ingin mengganti mobil baru di tahun ini? Ada baiknya Anda juga mengunjungi lapak kami yang menjual semua model mobil dengan harga terjangkau

Siasat Daihatsu Akan Kebijakan Mobil Listrik

Amelia menuturkan bahwa ketimbang langsung menelurkan kebijakan mobil listrik, ada baiknya merampungkan teknologi mobil Hybrid dahulu. Teknologi Hybrid adalah penggabungan antara mesin utama berbahan bakar dengan motor listrik dan baterai. Setidaknya, komponen mobil yang dimaksudkan tadi masih digunakan.

Sama halnya dengan kiprah Daihatsu selama ini yang beranjak dari mobil berbahan bakar kemudian Hybrid, Plug-in Hybrid baru baterai sepenuhnya. Hal ini memang sengaja dilakukan supaya industri otomotif tidak kaget menghadapi perubahan.

>>> Dapatkan berita pasar mobil terlengkap hanya di Cintamobil.com

Konsumen mobil listrik harus sejalan dengan pengenalan serta infrastruktur yang memadai

Konsumen juga harus menyesuaikan perubahan ini secara perlahan-lahan

Peralihan semacam ini memang dibutuhkan dengan maksud agar konsumen mulai terbiasa mengenal dan menggunakan mobil Hybrid sebelum beranjak ke listrik. Dalam hal ini, kesiapan konsumen ke arah masa depan harus mulai dipupuk perlahan-lahan.

>>> Ikuti terus berita otomotif terupdate dan terlengkap hanya di situs Cintamobil.com

Share this post:
 
back to top