Daihatsu Ogah Jual Kei Car di Indonesia, Ini Alasannya

25/07/2019

Pasar mobil

3 menit

Daihatsu punya banyak model kei car atau mobil kecil yang sangat digemari di pasar Jepang. Namun untuk dibawa ke Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) secara tegas menyatakan menolak. Mengapa?

PT Daihatsu Astra Daihatsu Motor (APM) selalu membawa banyak model dalam setiap pameran otomotif yang diikuti. Namun ada satu yang tidak pernah tertinggal, yaitu mobil kecil alias kei car. Seperti pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 yang berlangsung di ICE BSD City Tangerang Banten, mulai 18 hingga 28 Juli 2019, Daihatsu membawa Tanto Custom yang merupakan salah satu line up Daihatsu Jepang. Mobil ini kei car pertama yang menggunakan platform DNGA (Daihatsu New Global Architecture).

Foto menunjukkan Daihatsu Tanto Custom tampil di GIIAS 2019

Daihatsu Tanto, salah satu kei car paling laris di Jepang

Untuk diketahui Daihatsu Tanto adalah salah satu andalan Daihatsu Jepang. Mobil ini masuk dalam jajaran kei car boxy terlaris di Jepang bersama Honda N-Box, Suzuki Spacia, dan Nissan Days. Best-selling-cars.com mencatat penjualan Tanto tahun 2018 mencapai 136.558 unit, sementara untuk tahun 2019 di kuartal I mencapai 46.811 unit.

Selain Tanto, Daihatsu masih memiliki banyak kei car boxy lain yang juga digemari konsumen Jepang yaitu Hijet Caddie, Move, Move Custom, Move Canbus, Wake, Cast, Atrai Wagon, dan Mira Cocoa. Tapi jangan harap mobil-mobil tersebut bakal dijual di Indonesia. PT Astra Daihatsu Motor (ADM) secara lugas menyatakan tidak tertarik untuk menjualnya di Indonesia.

"Sulit sekali jika dijual di Indonesia. Pasarnya berbeda dengan Jepang, mobil seperti ini di sini (Indonesia) tidak akan laku," tutur Direktur Pemasaran PT ADM Amelia Tjandra seperti dikutip dari Kompas, (24/7/2019).

>>> Pilih Mobil Bekas MPV Boxy: Nissan Evalia vs Daihatsu Luxio

Data penjualan kei car di Jepang tahun 2018

Data penjualan kei car di Jepang tahun 2019 kuartal 1

Data penjualan kei car di Jepang, Daihatsu Tanto salah satunya

Lebih lanjut Amel menjelaskan alasan mengapa ADM enggan menjual kei car boxy di Indonesia.

Pertama; Karakter konsumen Indonesia lebih suka mobil berkapasitas besar yang bisa menampung banyak penumpang dan barang. Ini terbukti dari laris manisnya penjualan mobil MPV dan SUV 7 penumpang dibanding mobil-mobil lain yang hanya muat 5 penumpang. Sedangkan mobil kecil kei car hanya muat 4 penumpang atau 5 penumpang dengan duduk agak berdesakan di baris belakang.

Kedua; Desain boxy bukan kesukaan orang Indonesia. Terbukti penjualan mobil-mobil boxy di Indonesia macam Toyota Sienta, Suzuki APV, Daihatsu Luxio sangat kecil. Beberapa model yang lain malah sudah tidak lagi dijual karena tidak laku macam Honda Freed dan Nissan Evalia.

"Coba saja perhatikan mobil yang modelnya boxy di Indonesia kurang laris, jadi kami tidak akan menjual mobil-mobil seperti itu di Indonesia. Model yang kami bawa ini (New Tanto) hanya untuk dipamerkan saja," ujar Amel.

>>> Beli Daihatsu di GIIAS 2019, Dapatkan Promo Bunga 0% dan Tenor 7 Tahun

Foto Daihatsu Tanto Custom di pameran GIIAS 2019 - tampak dari samping

Desain boxy bukan kesukaan orang Indonesia

Ketiga; Mobil Daihatsu impor cenderung kurang laku. Sebagai gambaran, dari seluruh line up Daihatsu Indonesia semuanya dirakit di Indonesia kecuali Sirion yang diimpor dari Malaysia. Ternyata Daihatsu Sirion meski dibekali beragam fitur modern kurang diminati konsumen. Sebelumnya Daihatsu juga pernah menjual mobil impor lain yaitu Copen. Mobil kei car ini memang tampil dengan gaya lain yaitu roadster dan bukan boxy. Nyatanya mobil ini sangat tidak laku sehingga harus distop total di awal 2019.

Paling tidak dengan dibawanya beragam kei car ke Indonesia seperti Tanto Custom dan Daihatsu Boon di GIIAS 2018 lalu masyarakat mengetahui kalau Daihatsu mampu memproduksi mobil dalam ketegori apapun.

>>> Berita otomotif terkini lainnya di Cintamobil.com

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top