Cuaca Menjadi Masalah Terbesar Sensor Mobil Otonom Saat Ini

26/03/2018

Pasar mobil
Share this post:
Cuaca Menjadi Masalah Terbesar Sensor Mobil Otonom Saat Ini
Zaman mobil otonom akan segera datang. Harapannya, suatu hari nanti kita bisa tidur selama perjalanan panjang atau berdiskusi di dalam mobil tanpa harus mengganggu pengemudian. Namun, masih ada masalah yang membayangi perkembangan mobil otonom selain perkembangan teknologinya, yaitu masalah cuaca.

Sensor yang ada pada mobil otonom masih belum berkembang dengan baik. Terbukti dengan masih adanya kecelakaan yang melibatkan mobil otonom dengan pejalan kaki yang terjadi dalam minggu ini di Phoenix, Arizona. Ternyata, masalah cuaca juga menjadi problematika yang mampu merusak sistem kerja mobil otonom.

Gambar yang menunjukan ilustrasi cuaca panas dengan termometer

Cuaca panas bisa mengacaukan sensor mobil otonom

Para ilmuan mengatakan bahwa badai matahari yang menyebabkan peningkatan aktivitas geomagnetik dan radiasi, dapat mengganggu hubungan mobil otonom dengan GPS dan satelit. Gangguan ini bisa menjadikan mobil otonom ‘buta’ dan tidak dapat melihat keadaan sekitar. Badai matahari dinilai pada skala sampai lima, dengan yang tertinggi mampu melumpuhkan jaringan listrik dan komunikasi.

>>> Baca juga Produsen mengembangkan teknologi parkir mandiri pada mobil

Scott McIntosh, direktur observasi dataran tinggi dari National Center for Atmospheric Research di Boulder, Colorado tidak ingin mobil otonom hanya bergantung pada GPS. Gangguan pada GPS akan membuat mobil kehilangan kendali dan meningkatkan persentase terjadinya kecelakaan.

Gambar yang menunjukan mobil otonom yang berjalan di daerah bersalju

Masalah cuaca masih menjadi hambatan perkembangan mobil otonom

Tapi, teknisi dan pengembang untuk mobil self-driving sudah mulai bekerja memberantas masalah ini. Mobil otonom yang sebagian besar mengandalkan sensor dan pulsa laser yang dikenal sebagai LIDAR akan membaca lingkungan sekitar dengan peta berdefinisi tinggi. Jadi, jika cuaca mengakibatkan kerusakan, mobil akan membaca data dari sistem yang tersimpan untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya.

Direktur senior dari unit otomotif yang dimiliki Nvidia Corp, Danny Shapiro, yang membuat chip dan sistem kecerdasan buatan untuk sejumlah pembuat mobil, mengungkapkan kendaraan otonom akan membuat sistem redudansi yang cukup untuk mengatasi masalah cuaca buruk.

>>> Baca juga berita pasar mobil lainnya disini

Penelitian tersebut mengembangkan pengukuran data yang sangat terperinci seperti perubahan jalur dan jalur sepeda, arus lalu lintas, dan lingkungan sekitar. Penumpang tidak perlu memasukkan semua data dan mengunggahnya ke server. Data akan terbaca secara otomatis dan tersimpan dalam sistem mobil otonom.

Gambar yang menunjukan mobil otonom yang sedang melaju di jalan

Mata mobil otonom bergantung pada laser dan sensor

Teknologi mengemudi sendiri telah dikembangkan selama beberapa dekade: kendaraan sepenuhnya dikendalikan oleh kombinasi perangkat lunak komputer, radar, sensor, kamera, dan laser. Untuk saat ini, teknologi mobil otonom memang masih membutuhkan waktu lebih banyak, terutama dalam mengatasi masalah cuaca dan perilaku manusia yang belum sepenuhnya bisa diprediksi.

Berikut penjelasan tentang cara kerja mobil otonom

>>> Baca juga berita otomotif lainnya disini

 
back to top