Crossover Asal Tiongkok Siap Masuki Era Digital Baru dengan Layar Kokpit 48 Inci

03/10/2019

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Crossover Asal Tiongkok Siap Masuki Era Digital Baru dengan Layar Kokpit 48 Inci
Tesla memiliki head unit sebesar 17 inci menjadi yang terbesar di industri otomotif saat ini. Lalu bagaimana penampakan dengan layar kokpit 48 inci milik Byton?

Produsen mobil startup asal Tiongkok Byton mengatakan crossover listrik miliknya bernama M-Byte siap untuk menjadi pembuka era digital baru di Industri otomotif. M-Byte kabarnya didukung dengan tampilan layar kabin sebesar 48 inci yang memanjang di seluruh kokpit kendaraan.

>>> Review Tesla Model X 2019: SUV Premium Mewah Ramah Lingkungan

M-Byte Byton Layar

Byton M-Byte dilengkapi layar kokpit sebesar 48 inci

Layar tersebut terintegrasi ke dasbor dan dapat digunakan dalam mode layar terbagi dengan tiga area konten. Dalam sebuah pernyataan perusahaan mengatakan bahwa layar lebar adalah yang terbesar yang pernah ada dalam kendaraan produksi dan dirancang untuk mobilitas yang lebih baik.

Pengemudi dapat menggunakan layar dengan tablet 7 inci di tengah setir, sementara penumpang kursi depan dapat menggunakan layar dengan tablet 8 inci. Fitur ini akan meningkatkan daya tarik M-Byte di industri otomotif dunia saat ini, dengan keunggulan lebih banyak fitur bantuan pengemudi dan orang-orang biasanya menghabiskan lebih banyak waktu di kendaraan mereka.

>>> Pilihan mobil bekas berkualitas ada di sini

crossover listrik  Byton M-byte

Tampilan crossover listrik Byton M-Byte 2019

Selain itu, kursi depan M-Byte dapat diputar ke dalam untuk "Menciptakan ruang komunikatif bagi para penumpang," kata Twohig kepala teknis Byton, sekaligus mantan eksekutif Renault yang pernah memimpin pengembangan mobil sport Alpine A100 dan hatchback kecil bertenaga baterai.

"Kami ingin membantu orang menggunakan waktu yang mereka habiskan di mobil mereka.” tandasnya.

>>> Berita otomotif lainnya ada di sini

Share this post:
Rahmat Fajar Nugraha
Penulis
Rahmat Fajar Nugraha
Sejak kuliah, Rahmat telah bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sarjana Sastra Indonesia ini mulai menjadi jurnalis sejak 2013 dan terjun di media otomotif setahun kemudian. Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.

Berita lain

Ini Yang Membuat Mobil China Layak Dipertimbangkan Saat Anda Pengin Mobil Baru

12/08/2019

Jual beli

3 menit

Mungkin masih dipandang sebelah mata oleh banyak orang, tapi dengan berbagai hal yang telah ada dan dilakukan merek China, tak ada salahnya Anda mempertimbangkan mobil China sebagai pilihan.

Lihat juga

Layak Diapresiasi, Harga Mobil Bekas Merek China Ternyata Tak Terlalu Anjlok

08/08/2019

Pasar mobil

3 menit

Senior Manager Marketing WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih mengikis kekhawatiran masyarakat soal depresiasi mobil China. Dia menyatakan harga mobil bekas merek China di pasar mobkas sangat aman dan tidak terlalu anjlok.

Lihat juga

Imbas Perang Dagang, Produsen Mobil Listrik China Siap Relokasi ke Indonesia

15/07/2019

Pasar mobil

3 menit

Perang dagang antara China dan Amerika Serikat berimbas pada banyak hal. Salah satunya, dua produsen mobil listrik China, BYD dan JAC bakal melakukan relokasi bisnis dan Indonesia jadi salah satu negara yang dilirik dan dipertimbangkan.

Lihat juga

Mobil China Belum Memikat Blue Bird, Ini Alasannya!

08/07/2019

Pasar mobil

3 menit

Harga murah dan fitur berlimpah belum cukup memikat Blue Bird untuk menggunakan merek Wuling Confero S sebagai armada taksi baru. Masih ada banyak hal yang sangat dipertimbangkan untuk menggunakan mobil China tersebut.

Lihat juga

Hampir Terancam, Ini Kenyataan Pahit Industri Mobil Listrik China

21/06/2019

Pasar mobil

5 menit

Pemerintah Beijing baru-baru ini mengeluarkan kebijakan, supaya kendaraan energi terbarukan bisa mendapat seperlima porsi penjualan mobil di tahun 2025. Latar belakang tersebut akhirnya menciptakan banyak perusahaan Startup baru di bidang Electric Vehicles (EV). Alhasil, terjadi kompetisi ketat antar Startup lokal China dan juga persaingan langsung menghadapi perusahaan otomotif global seperti Tesla.

Lihat juga