China Menyetujui Pengujian Mobil Otonom Dilakukan di Jalanan Kota

30/12/2017

Pasar mobil
Share this post:
China Menyetujui Pengujian Mobil Otonom Dilakukan di Jalanan Kota
Sebagai usaha untuk meningkatkan perkembangan kecerdasan buatan, termasuk di dalamnya dalam industri otomotif, China akhirnya memperbolehkan pengujian mobil otonom dilakukan di jalanan kota di China. Komisi Transportasi Kota Beijing dan dua departemen lainnya mengeluarkan sebuah pernyataan hari Selasa, (19/12/2017) bahwa jalan-jalan tertentu dan dalam kondisi tertentu, perusahaan yang terdaftar di China akan dapat menguji kendaraan otonom mereka.

Pernyataan ini mengakhiri larangan China mengikuti kecelakaan fatal yang dialami oleh Tesla Model S pada jalan tol di China, bulan Mei tahun lalu. Kecelakaan tersebut menewaskan seorang sopir yang berada di dalam untuk menguji mobil otonom tersebut.

sebuah kecelakkaan sudah terjadi Tesla Model S berwarna putih pada jalan tol di China

Kecelakaan pada uji coba Tesla Model S di jalan tol di China

Peraturan ini dilakukan kemungkinan besar menyusul adanya uji coba mobil tanpa sopir yang dilakukan oleh CEO Baido, Robin Li, beberapa minggu lalu. Uji coba ini ditenggarai dilakukan tanpa izin pemerintah, atau illegal. Polisi akhirnya bertindak dengan menginvestigasi Robin Li tentang adanya indikasi peraturan pemerintah yang dirusak.

banyak mobil taksi berwarna biru sedang berkendara di jalan umum

Uji coba armada Baidu ditenggarai menyalahi peraturan

Selain itu, China tentunya tidak ingin membuang kesempatan untuk pemasukan di bidang otomotif yang semakin menggila. Menurut laporan dari Tencent Research Institute, pembiayaan dan investasi untuk mobil tanpa sopir atau self-driving car di China telah mencapai 10.7 Milliar Yuan (Rp. 20 trilliun)

Peraturan baru ini memungkinkan perusahaan mengajukan izin sementara untuk menguji kendaraan otonom mereka. Untuk itu, sebuah perusahaan harus sudah terdaftar secara legal di China. Jenis perusahaan yang dimaksud bisa berupa produsen mobil, pemasok spare parts, pengembang perangkat lunak, bahkan perusahaan internet bisa mengajukan permintaan.

sebuah mobil Nissan berwarna putih sedang melakukan uji coba mobil otonom

Nissan telah melakukan uji coba mobil otonom Mei lalu

Izin ini meliputi penentuan rute jalan yang akan dilalui. Perusahaan yang ingin melakukan uji coba harus bersedia membayar kompensasi. Dokumen tersebut mengharuskan perusahaan terkait untuk membeli asuransi kecelakaan mobil-mobil yang akan diuji coba tak kurang dari 5 juta Yuan (atau sebesar RP. 10 Milliar). Mobil yang diuji coba harus menyertai seorang pengemudi yang ditugaskan di belakang kemudi untuk mengambil alih jika ada hal yang tidak beres.

>>> Berminat berita baru mengenai pasar otomotif, jangan ragu mengklik di sini!

Dengan perkembangan ini, China sekarang bergabung dengan sejumlah negara lain yang memungkinkan pengujian teknologi tanpa sopir dilakukan di jalan raya. Sebelumnya, Nissan telah menguji coba layanan taxi tanpa sopir yang dilakukan di jalanan kota Jepang pada bulan Mei tahun ini.

Share this post:
 
back to top