Catat! Melanggar Aturan PSBB Diancam Denda Rp100 Juta!

10/04/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Catat! Melanggar Aturan PSBB Diancam Denda Rp100 Juta!
Pemprov DKI serius melaksanakan PSBB hingga 14 hari mendatang. Siapapun yang melanggar aturan PSBB diancam sanksi berat, dari kurungan hingga denda Rp100 juta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai hari ini, 10 April 2020. Dalam 14 hari mendatang berbagai aktivitas bakal dibatasi secara ketat, termasuk sarana transportasi. Aturan PSBB hanya membolehkan kendaraan-kendaraan tertentu melintas di jalanan ibu kota selama masa PSBB, seperti kendaraan operasional kesehatan seperti ambulans, kendaraan operasional keamanan (TNI/Pori), kendaraan pengangkut bahan pokok, pengangkut minyak dan gas, jasa pengiriman, bus antar jemput karyawan, pengedaran uang, dan yang lain.

Foto Gubernur DKI Anies Baswedan memberikan penjelasan Pergub No 33 Tahun 2020

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberikan penjelasan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2020

Kendaraan Pribadi

Selain kendaraan-kendaraan tersebut seperti kendaraan pribadi, ojek / taksi online dan yang sejenisnya masih bisa beroperasi. Namun, dengan pembatasan super ketat.

Pada Pasal 18 ayat 4 dan 5 Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) disebutkan; kendaraan / mobil penumpang pribadi boleh digunakan hanya untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan/atau aktivitas lain yang diperbolehkan selama PSBB. Kemudian tidak boleh membawa penumpang lebih dari 50 persen kapasitas maksimal, serta wajib memakai masker untuk pengemudi dan penumpang.

Untuk kendaraan roda dua hanya boleh digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan/atau aktivitas lain yang diperbolehkan selama PSBB serta pengemudi wajib memakai masker dan sarung tangan. Khusus untuk kendaraan roda dua yang digunakan sebagai angkutan umum berbasis online untuk sementara hanya boleh mengangkut / mengantar barang. Tidak boleh mengangkut penumpang.

>>> Ini Kendaraan yang Bebas Beroperasi di Jakarta Selama PSBB

Sanksi jika melanggar aturan PSBB

Foto petugas Polda Metro Jaya melakukan Pengawasan pelaksanaan PSBB

Pemerintah bersama aparat Kepolisian Daerah Metro Jaya melakukan pengawasan Pelaksanaan PSBB

Meski tidak dijelaskan secara mendetail dalam Pergub tersebut di atas, segala pelanggaran atas aturan PSBB bakal dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Pada Pasal 27 disebutkan "Pelanggaran terhadap pelaksanaan PSBB dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk sanksi pidana."

Mengingat PSBB merupakan bagian dari Karantina Kesehatan, segala yang berkaitan dengan sanksi, Pemprov DKI mengacu pada regulasi tentang Karantina Kesehatan, yaitu Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan. "Ketentuan yang ada di Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 terkait karantina kesehatan, dimana bisa mendapatkan sanksi hukuman selama-lamanya satu tahun (penjara) dan denda sebesar-besarnya Rp 100 juta," kata Anies dalam konferensi pers melalui Youtube Pemprov DKI, Kamis (9/4/2020).

Berikut kutipan UU No. 6 Tahun 2018  Tentang Kekarantinaan Kesehatan Pasal 9 dan Pasal 93.

Pasal 9
(1) Setiap Orang wajib mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan.
Pasal 93
Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

 

>>> Terpaksa Berkendara Keluar Rumah saat PSBB? Perhatikan 10 Hal Berikut!

Foto petugas Polda Metro Jaya melakukan Pengawasan pelaksanaan PSBB

Pelanggaran terhadap aturan PSBB bisa dikenakan sanksi sangat berat

>>> Berita otomotif terlengkap lainnya bisa Anda temukan di Cintamobil.com

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top