Catat! Car Free Day Jakarta Diliburkan hingga 5 April 2020

26/03/2020
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghimbau tidak ada kegiatan Car Free Day (CFD) hingga 5 April 2020 untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).

Pemerintah memperpanjang masa darurat bencana hingga 29 Mei 2020 mendatang mengingat wabah virus Corona (COVID-19) di Indonesia belum bisa dikendalikan. Hingga tanggal tersebut masyarakat dihimbau untuk tetap Work from Home (WFH) dan membatasi aktivitas di luar rumah.

Untuk wilayah Ibu Kota, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan memperpanjang masa pencabutan aturan ganjil genap dari sebelumnya sampai 30 Maret menjadi 5 April 2020. Meski demikian, disarankan warga Jakarta untuk tidak banyak beraktivitas di luar rumah.

>>> Peraturan Ganjil Genap Ditiadakan Diperpanjang Sampai 5 April 2020

Gambar menunjukkan Pengumuman Jakarta Bebas Ganjil Genap

Aturan ganjil genap tidak berlaku hingga 5 April 2020

CFD Ditiadakan sampai 5 April

Pemprov DKI melalui Dinas Perhubungan (Dishub) juga meniadakan kegiatan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) hari Minggu 20 Maret dan 5 April 2020. Informasi disampaikan lewat unggahan di akun Instagram @dishubdkijakarta. Warga dilarang berkumpul-kumpul berolah raga bersama, bercengkerama atau bersepeda seperti yang dilakukan sebelum-sebelumnya saat CFD. Hal itu untuk mencegah penyebaran virus Corona yang lebih parah disebabkan banyaknya warga berkumpul di satu tempat.

Sebagai gantinya, bagi warga yang ingin melakukan olah raga bisa melakukan olah raga ringan di rumah seperti push up, sit up atau lari di tempat. Atau yang ingin bercengkerama dengan banyak teman sekaligus untuk sementara ditahan, menunggu situasi kondusif sesuai anjuran pemerintah.

>>> Tunggu Situasi Normal, Polisi Hentikan Sementara Layanan SIM

Gambar pengumuman Car Free Day ditiadakan hingga 5 April 2020

Tidak diperbolehkan melakukan kegiatan Car Free Day hingga 5 April 2020

Meningkat Signifikan

Kasus virus Corona (COVID-19) di Indonesia meningkat signifikan dari hari ke hari. Data dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 26 Maret 2020 pukul 10.17 WIB terjadi 790 kasus. Provinsi DKI Jakarta menduduki peringkat pertama dengan kasus paling banyak dibanding provinsi lain, yaitu 436 kasus. Terkonfirmasi sembuh sebanyak 23 orang dan meninggal 31 orang.

Jumlah tersebut masih mungkin untuk bertambah mengingat masih ada ribuan orang yang masuk status Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Informasi data pemantauan COVID-19 DKI Jakarta bisa dilihat di corona.jakarta.go.id/id/data

>>> Berita terbaru seputar otomotif dan lalu lintas lainnya ada disini

Fatchur Sag

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
0

berita lain