Cara Mitsubishi Fuso Melewati Pandemi di Tahun 2020 Lalu

02/04/2021

Pasar mobil

3 menit

Tidak bisa dipungkiri tahun lalu menjadi tahun yang sulit untuk industri otomotif karena pandemi Covid-19. Dampak ini juga ikut dirasakan Mitsubishi Fuso.

Tahun lalu penjualan mobil di Indonesia turun secara signifikan. Bahkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia harus merevisi target penjualan sebanyak dua kali dari semula 1.050.000 unit menjadi 600.000 unit dan menjadi 525.000 unit.

>>> Mitsubishi Fuso Maksimalkan Penjualan Lewat Jalur Digital

Mitsubishi Fuso Berhasil Melewati Ujian di Tahun 2020

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors selaku distributor resmi Mitsubishi  Fuso Truck and Bus Corporation juga ikut berdampak efek dari pandemi Covid-19 yang melanda di Indonesia di tahun lalu. Meski begitu Mitsubishi  Fuso berhasil melewati pandemi tersebut dengan cukup baik dengan menjadi market leader kendaraan niaga di Indonesia.

Gambar menunjukan Acara virtual

Media Gathering Virtual 2021

“Selama 10 tahun terakhir di tahun 2020 volume penjualannya paling rendah dari tahun-tahun sebelumnya. Dibandingkan tahun 2019 terjadi penurunan kurang lebih sebanyak 48 persen. Capaian ini tentunya sangat berat untuk industri otomotif khususnya kendaraan niaga.” kata Duljatmono Direktur Sales & Marketing PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors dalam acara Media Gathering 2021.

Duljatmono menambahkan bahwa market share Mitsubishi  Fuso di tahun lalu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Yang dimana di tahun 2019 ekonomi Indonesia berjalan normal. “Market share kendaraan niaga kita Mitsubishi Fuso meningkat 4,8 poin dari tahun sebelumnya 4,1 persen. Kita bersyukur market share kita meningkat signifikan dan kita tetap menjadi absolute market leader kendaraan niaga di Indonesia.” tambahnya.

>>> Guru-Guru SMK Mendapat Pelatihan Otomotif Virtual Bersertifikat Dari Mitsubishi  Fuso

Mitsubishi Fuso Beradaptasi di Tengah Pandemi Covid-19

Capaian positif di tengah pandemi Mitsubishi Fuso itu berkat adaptasi yang dilakukan dengan cepat. Salah satunya dengan melakukan aktivitas yang tadinya dilakukan secara langsung kita dibuat secara virtual.

Gambar menunjukan Fuso dan tokopedia

Layanan Purna Jual Service & Spare Part Mitsubishi  Fuso kini tersedia di Tokopedia

“Beberapa aktifitas yang kita kembangkan di tahun 2020 memberikan dampak atas pencapaian kita di tahun lalu. Terutama aktifitas-aktifitas yang sekarang kita beradaptasi menjadi aktivitas yang digital dan virtual. Kita yang sebelumnya acara langsung seperti Fuso Gathering, Small Gathering semua sekarang diadaptasi menjadi virtual event.” sambungnya.

>>> Mobil Truk Modifikasi Ini Habiskan Budget Ratusan Juta!

Duljatmono menuturkan tahun lalu pihaknya juga terus berkomunikasi dengan konsumen untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan setianya. “Biasanya kita visit langsung kepada konsumen, tapi untuk terus memberikan pelayanan lebih kita lakukan pelayanan visit secara virtual.” tutupnya.

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top