Bus Listrik INKA Diuji Coba, Tak Bising dan Sanggup Tempuh 200 Km

21/10/2020

Pasar mobil

5 menit

Share this post:
Bus Listrik INKA Diuji Coba, Tak Bising dan Sanggup Tempuh 200 Km
Produsen Kereta Api INKA baru saja melakukan uji coba pada prototipe bus listriknya. Nantinya, bus listrik INKA diharapkan bisa jadi armada Transjakarta.

Kehadiran kendaraan listrik di Indonesia bakal semakin ramai. PT INKA (Persero), perusahaan BUMN yang juga dikenal sebagai produsen kereta api itu juga terjun menghadirkan kendaraan listrik berupa bus. 

Bus listrik garapan PT INKA ini bisa lahir berkat kerjasama dengan Tron-E dari Taiwan dan juga perusahaan karoseri Piala Mas. Bus listrik INKA yang berukuran medium ini sudah melakoni uji tipe di area Madiun dan di jalan tol Madiun – Caruban. 

>>> Jangan Kaget Kalau Lihat Bus Damri di Arab Saudi

Sudah mendapatkan SUT

Pengujian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui performa bus listrik INKA sebelum dilakukan produksi massal. Pengujian disaksikan langsung oleh Direktur Utama PT INKA (Persero), Budi Noviantoro.

Bus listrik INKA

Bus listrik garapan INKA ini rencananya bakal diproduksi massal

Budi menyampaikan bahwa bus yang dinamai E-INOBUS ini telah melakukan uji landasan pada tanggal 13 Agustus 2020 dan telah lulus uji dengan mendapatkan Sertifikat Uji Tipe (SUT) kendaraan bermotor pada tanggal 10 September 2020 di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) yang berlokasi di Cibitung, Jawa Barat.

"Produk ini merupakan kerjasama PT INKA (Persero) dengan Tron-E dari Taiwan sebagai mitra komponen drive train dan baterai bus serta Piala Mas dari Malang sebagai mitra pembuatan bodi bus listrik. Dalam waktu dekat PT INKA (Persero) berencana memasarkan produk bus listrik E-INOBUS untuk area dalam negeri seperti PT Transjakarta dan untuk area luar negeri seperti Democratic Republik of the Congo (DRC) yang juga tertarik dan telah mencoba produk ini minggu lalu," ungkap Budi dalam keterangan resminya seperti dilihat Cintamobil.com, Rabu (21/10/2020).

Waktu yang diperlukan dalam pengisian daya sampai penuh diperlukan waktu 3 - 4 jam. Tingkat kebisingan pada bus listrik jauh lebih baik jika dibandingkan dengan bus diesel. 

Bagaimana hasilnya? Dari hasil pengujian, prototype bus listrik INKA bisa mencapai kecepatan maksimal 90km/h, maksimal gradeability : 14%, Pengisian daya : 3-4 jam, jarak tempuh sekali charging : 200 km, dan Kebisingan rata-rata : 71 dB atau lebih baik dari bus diesel pada umumnya sebesar 85 dB. 

>>> Sudah Beres Uji Coba, Kapan Bus Listrik Transjakarta Beroperasi?

Perbandingan dengan Bus Diesel 

Kemudian dilakukan evaluasi pada bus listrik INKA ini terkait perbedaannya dengan bus diesel. Berikut rinciannya. 

a. Bahan bakar Bus Listrik 58% lebih efisien dibanding Bus Diesel dengan detail sebagai berikut :
-Pemakaian listrik E-INOBUS dari hasil uji lintas dalam kota dan luar kota (tol) dengan total jarak 122 km, didapatkan pemakaian rata – rata 1,4 km/kwh, maka untuk biaya operasional per kilometer = 0,71 x Rp1650/kwh = Rp1171/km
-Pemakaian bus diesel dapat menempuh jarak 3km/liter, dengan harga solar perliter Rp 9300/liter, maka didapatkan biaya operasional per kilometer = 0,3 x Rp9300/liter = Rp2790/km

b. Pemeliharaan Lebih efisien bus listrik sebesar 49% :
Perbandingan pemeliharaan bus diesel dan bus listrik pernah disampaikan pada Maintenance Forum tahun 2018 di Serbia, dimana kedua bus dijalankan sejauh 250 km per hari. Hasil perbandingan biaya pemeliharaan adalah :    
-Bus Diesel = 396 Euro (Rp6,7 juta)
-Bus Listrik = 201 Euro (Rp3,4 juta).

bus listrik Transjakarta

Transjakarta sudah menguji bus listrik untuk dijadikan armadanya

Bicara bus listrik, INKA bukanlah yang pertama. Sebelum INKA, PT Bakrie Autopart juga sudah mengenalkan bus listriknya. Bahkan bus listrik PT Bakrie Autopart sudah diuji coba dengan menjadi armada Transjakarta selama 3 bulan. 

>>> Bus Listrik Transjakarta Diharap Tak Senasib dengan Versi CNG

Share this post:
Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top