Bus Listrik Diperkirakan akan Beroperasi di Seluruh Dunia pada 2025

13/02/2018

Pasar mobil
Bus Listrik Diperkirakan akan Beroperasi di Seluruh Dunia pada 2025
Dalam tujuh tahun ke depan, diperkirakan hampir setengah dari bus yang digunakan oleh distrik transit kota akan menjadi bus listrik. Dalam pergantian ini, Cina dipastikan akan memainkan peran utama sebagai pelopor, atau setidaknya, penyumbang terbesar bus listrik dunia.

Sebuah studi baru oleh Bloomberg New Energy Finance memprediksi bahwa penjualan bus listrik meningkat pada tahun 2025. Penjualan 2016 yang ‘hanya’ sekitar 386.000 unit bus listrik akan naik menjadi 1.2 Juta pada tahun 2025 mendatang dengan China sebagai penyumbang 99% bus listrik dunia pada saat itu.

Bus konsep Proterra Catalyst E2 Max berwarna biru dan hijau yang sedang berjalan di jalanan

Bus listrik diperkirakan akan menjadi transportasi umum masa depan

Bus bertenaga diesel sejatinya masih digunakan selama beberapa dekade sebagai armada bus perkotaan dan sebagai bus wisata di banyak tempat. Pemilik memperhatikan bagaimana kinerja mesin diesel yang kuat, aksebilitas yang luas ke pompa bahan bakar, dan biaya kompetitif bahan bakar diesel yang cukup murah.

>>> Baca juga Revolusi mobil otonom bisa menjadi cara pengurai kemacetan

Dalam beberapa tahun terakhir, bus bertenaga gas alam telah mengambil alih pasar bus diesel yang sudah mendominasi selama beberapa tahun. Dengan pengurangan polusi udara yang ditawarkan serta harga bahan bakar yang cukup murah, biaya operasi menjadi lebih sedikit dengan harga gas alam yang relatif stabil. Hal inilah yang membuat pertumbuhan melonjak selama 2008 sampai 2010.

Gambar yang menunjukan deretan bus listrik yang digunakan untuk transportasi pada gelaran Olimpiade Beijing tahun 2008

Bus listrik sudah menjadi transportasi pada Olimpiade Beijing 2008

Namun, bus listrik bisa dengan mudah mengungguli bus diesel dan bus bertenaga gas alam. Meskipun bus listrik memiliki harga pembelian yang lebih mahal, namun studi BNEF menemukan bahwa bus listrik menawarkan total biaya yang lebih rendah melalui siklus hidup mereka. Biaya bahan bakar dan perawatan menjadi jauh lebih rendah.

>>> Baca juga berita pasar mobil lainnya disini

Kebijakan kendaraan energi baru di Cina telah berada di balik kekuatan penjualan bus listrik. BYD Co, penjual kendaraan listrik terbesar di Cina, didukung oleh Berkshire Hathaway dari Warren Buffet, saat ini dalam masa pengembangan bus listrik dengan memanfaatkan intensif yang diberikan oleh pemerintah China.

Tahun lalu, BYD sudah menjual 128.000 unit kendaraan energi bar, mencakup kendaraan listrik dan plug in hibrida serta kendaraan komersil. Bus listrik BYD sekarang sudah beroperasi di 200 kota di dunia. Dan belum lama ini, BYD memasok 20 pelatih listrik ke dua perusahaan pariwisata di Macau, Cina.

Gambar yang menunjukan bus listrik buatan BYD yang sudah dikatakan layak jalan di Cina

Bus listrik produksi BYD yang sudah dijual di Cina

Laporan Bloomberg mengambil pandangan yang lebih optimis mengenai perkembangan bus listrik. Dengan pemerintah kota dan Cina mendorong udara yang lebih bersih, membuat bus listrik menjadi salah satu pilihan utama.

Hal itu bisa dilihat di seluruh dunia. Beberapa walikota untuk kota-kota besar, seperti Paris, Amsterdam, California, dan Los Angeles, mendesak regulator untuk meluncurkan intensif dan persyaratan untuk mendorong pertumbuhan bus listrik. Nah, untuk Indonesia kapan, ya?

>>> Baca juga berita otomotif lainnya disini

 
back to top