Bukan Hanya untuk Lokal, Bus Tronton Buatan Laksana Juga Diekspor

27/05/2021

Pasar mobil

3 menit

Selain semakin banyak digunakan untuk bus-bus lokal, bus tronton bersumbu tiga juga diekspor ke mancanegara, seperti 8 bus tingkat buatan karoseri Laksana Ungaran.

Bus tronton bukan hal baru di Indonesia, tapi juga belum terlalu lama. Kini bus dengan tiga sumbu atau triple axle itu semakin ngetren dengan semakin banyaknya perusahaan otobus (PO) yang memakainya untuk armada mereka untuk bus maxi hingga double decker. Penggunaannya juga semakin beragam, seperti transportasi publik Transjakarta hingga bus-bus antar kota antar provinsi (AKAP).

Diekspor ke mancanegara

Selain digunakan untuk armada PO-PO lokal, bus tronton juga diekspor ke mancanegara. Misalnya 8 bus double decker buatan Karoseri Laksana yang dikirim ke Dhaka Bangladesh akhir Februari 2021. Dengan panjang 14,5 meter ke delapan bus tingkat tersebut menggunakan sasis Scania K410EB. Bukan K410iB seperti yang dipakai Transjakarta maxi.

Sebagai informasi, pengiriman bulan Februari 2021 itu merupakan realisasi ekspor yang tertunda selama satu tahun. Yang dibeli adalah 10 unit, 2 unit telah dikirimkan untuk diuji coba dan yang lain dikirim berikutnya. Penundaan terjadi karena pandemi Covid-19 yang juga melanda Bangladesh sehingga beragam aktivitas dihentikan.

>>> Karoseri Laksana Luncurkan Nucleus 5, Bus Medium Fasilitas Lengkap

Foto pengiriman Bus Laksana Lecacy double decker ke Bangladesh

8 unit bus double decker buatan Karoseri Laksana dikirim ke Bangladesh

4 produsen sasis triple axle

Meski semakin banyak digunakan tidak banyak produsen kendaraan komersial di tanah air yang memproduksinya. Hanya 4 merek otomotif yang saat ini memproduksi sasis bus tiga sumbu di tanah air yang semuanya asal Eropa, yaitu Mercedes Benz, Scania, Volvo, dan MAN.

"Ada Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 yang punya dua varian, untuk maxi dan double decker. Ini peruntukannya masing-masing sasis beda. Sedangkan kalau bus Scania ada K410iB, itu mau dibuat double decker atau maxi sama saja sasisnya, kemudian juga ada Volvo B11R, kemudian ada yang nggak begitu banyak (populasinya) itu MAN R37," jelas Bus and Coach Consultant Laksana, Lang Widya Praba Wasista kepada awak media belum lama ini.

Bukan tanpa alasan, dari segi populasi bus tronton memang lebih kecil dibanding platform bodi yang lain sehingga pesanan untuk sasis triple sumbu juga lebih sedikit. Selain itu harganya juga mahal sekitar Rp 1,7 miliar. Dan saat menjadi bus satu gelondong harganya bisa mencapai lebih dari Rp 2,5 - 4 miliar, tergantung spek, jenis bodi dan fasilitas kelengkapannya.

PO-PO yang telah menggunakan sasis tronton bodi karoseri Laksana diantaranya Sudiro Tungga Jaya, SAN, Putra Pelangi Perkasa, Harapan Jaya, Sumber Alam, dan juga Transjakarta cityline 2.

>>> Inilah rahasia keunggulan sasis bus Mercedes-Benz OH 1626

Sasis triple axle buatan Volvo B11R

Sasis triple axle dipakai untuk bus-bus maxi dan double decker

>>> Sasis Bus Makin Canggih, Yuk Intip Perkembangannya

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.

 
back to top