Bukan Hanya Pesawat, Ternyata BJ Habibie Pernah Terlibat Dalam Proyek Mobil Nasional

12/09/2019
Duka tengah menyelimuti Indonesia, salah satu putra terbaiknya, Bacharudin Jusuf Habibie atau biasa dikenal dengan BJ Habibie menghembuskan nafas terakhirnya dalam usia 83 tahun, Rabu (11/9).

Semasa hidupnya, BJ Habibie merupakan sosok yang sangat berkontribusi besar terhadap dunia penerbangan tanah air. Hal ini tak lepas dari desain pesawat yang dibuat pria kelahiran Pare-pare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 itu. Selain pesawat, kita juga tahu presiden ketiga Republik Indonesia itu memiliki kecintaan yang sangat besar terhadap dunia otomotif khususnya roda empat.

Namun, kali ini kita tak akan membahas koleksi mobilnya, termasuk Mercedes-Benz 300 SL Gullwing yang dimilikinya, kita akan membahas proyek mobil nasional yang sempat marak pada medio 90-an.

>>> Esemka bukanlah mobil nasional, lalu apa?

Jauh sebelum viralnya Esemka sebagai brand mobil asal Indonesia, ternyata pemerintah sudah menggodok peraturan mobnas di masa akhir pemerintahan Presiden Soeharto. Salah satu perusahaan yang terlibat dalam proyek mobnas kala itu adalah PT. Maleo Nasional yang dipimpin oleh BJ Habibie, yang kala itu menjabat Menristek Kabinet Pembangunan VII (1993-1998).

Rover 100 warna biru

Mobil yang jadi desain inspirasi Maleo, Rover 100 foto: Wheelsgarage

>>> Temukan mobil pilihan Anda di sini

Maleo melibatkan pabrikan mobil Inggris Rover dan Orbital Engine asal Australia. Desain body mobil mengacu pada Rover 100, hatchback mungil yang dipasarkan di Inggris pada tahun 90-an. Namun dengan kandungan lokal yang dibuat oleh pabrik-pabrik di Indonesia.

Blueprint Maleo

Rancang bangun mobnas Maleo (sumber: uniqpost.com)

Jika mengacu pada blueprint, nantinya Maleo akan memiliki dimensi panjang 3.520 mm, tinggi 1.380 mm, dan wheelbase 2,270mm. Standarnya, Rover 100 menggunakan mesin K-Series 1.100cc 4 silinder, namun mesin tersebut diganti menjadi Orbital 3 silinder 1.200cc dua tak, yang menyemburkan tenaga 70 HP dan torsi 130 Nm.

>>> Selalu update kabar seputar pasar mobil Anda di sini

BJ Habibie telah menyiapkan beberapa prototype Maleo, namun sayang proyek tersebut tidak sampai tahap produksi karena adanya proyek mobnas lain, yakni Timor. Krisis moneter juga berdampak pada Timor, yang ditutup tak lama setelah Presiden Soeharto mundur.

Proyek Maleo memang tidak terealisiasi dan mengaspal di bumi Indonesia, namun hal ini membuktikan kepedulian BJ Habibie atas perkembangan dunia otomotif di Indonesia.

>>> Berita otomotif terlengkap ada di Cintamobil.com

Derry Munikartono

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
5

berita lain