Bukan Cuma Moge, Naik Motor Listrik Tak Bisa Pakai SIM C Biasa

29/07/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Tidak hanya motor gede (moge), pengguna motor listrik juga masuk ke dalam implementasi penggolongan SIM C menjadi CI dan CII. Seperti apa penjelasannya?

Ternyata, penggolangan SIM (Surat Izin Mengemudi) C tidak hanya berlaku untuk pengguna motor konvensional saja, peraturan ini juga berlaku bagi pemilik motor listrik di Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Standar Pengemudi Subdit SIM Regident Korlantas Polri, AKBP Arief Budiman.

Hingga saat ini, implementasi penggolongan SIM C sudah mencapai 80% dan akan diberlakukan pada Agustus mendatang. Lantas, apa yang menjadi faktor penggolongan untuk motor listrik?

Penggolongan Motor Listrik

Jika sepeda motor bermesin konvensional digolongkan berdasarkan kubikasi mesin (cc), motor listrik digolongkan berdasarkan kapasitas tenaganya.

>>> Siap-siap Bikers Aturan Penggolongan SIM C Berlaku Mulai Agustus

Gambar Ilustrasi SIM C

Ilustrasi SIM C

"Jadi nanti untuk sepeda motor baik yang bersumber tenaga dari mesin BBM atau listrik, perlakuannya sama. Sehingga akan tetap akan dikonversi, artinya kapasitas tenaganya (kWh) akan dikonversi menjadi cc," ungkap AKBP Arief.

Ia juga menyebut aturan penggolongan 3 jenis SIM C sudah tertuang dalam Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 5 Tahun 2021, sebagaimana termuat dalam Pasal 3 Ayat 2.

1. SIM C

Berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor (ranmor) jenis Sepeda Motor dengan kapasitas silinder mesin sampai dengan 250 cc (dua ratus lima puluh centimeter cubic).

2. SIM CI

Berlaku untuk mengemudikan ranmor jenis Sepeda Motor dengan kapasitas silinder mesin di atas 250 cc (dua ratus lima puluh centimeter cubic) sampai dengan 500 cc (lima ratus centimeter cubic) atau ranmor sejenis yang menggunakan daya listrik.

3. SIM CII

Berlaku untuk mengemudikan ranmor jenis Sepeda Motor dengan kapasitas silinder mesin di atas 500 cc (lima ratus centimeter cubic) atau ranmor sejenis yang menggunakan daya listrik.

Gambar Motor Listrik

Digolongkan berdasarkan kWh yang dikonversi menjadi kubikasi mesin

AKBP Arief belum menjelaskan mengenai tata cara konversi tenaga, menghitung mayoritas sepeda motor listrik di Indonesia dibekali dengan tenaga minim seperti 2 atau 5 kWh, kemungkinan motor-motor tersebut akan masuk ke dalam golongan CI.

>>> Jendela Intip Baterai, Cara Cepat dan Mudah Pantau Kondisi Baterai  

Berapa Biaya Pembuatan SIM CI atau CII?

Pertanyaan ini sudah dijawab dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kepolisian Republik Indonesia.

Pada peraturan tersebut dijelaskan untuk pembuatan SIM C I atau SIM C II dikenakan biaya Rp 100 ribu. Namun, itu belum termasuk biaya untuk asuransi sebesar Rp 30 ribu dan pemeriksaan kesehatan Rp 25 ribu.

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com.

Taufan merupakan lulusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Lulus di tahun 2017, ia langsung mengejar passion dan ketertarikannya sebagai seorang jurnalis otomotif.

Tak butuh waktu lama, Taufan diterima bekerja di GridOto.com. GridOto.com merupakan kanal berita yang mengulas berbagai hal yang berkaitan dengan otomotif, dari mulai review dan test, berita dalam dan luar negeri, serta tips & trick sebagai panduan bagi para pengguna kendaraan bermotor.

Selama dua tahun bekerja di GridOto.com, Taufan diplot untuk menjadi jurnalis yang serba bisa. Dari mulai mengisi artikel news, tips & trick, test drive & review, menjadi host untuk kanal YouTube GridOto.com, hingga menjadi editor pengganti.

Mengunjungi berbagai pameran otomotif nasional dan internasional, menemui narasumber ATPM, dealer mobil bekas, hingga ke bengkel-bengkel spesialis sudah pernah ia jabani. Taufan pun kerap dipercaya menghadiri ajang media test drive untuk mencoba mobil-mobil baru. Dari LCGC seperti Datsun Go, hingga ke Supercar seperti McLaren 720S.

Di sela-sela pekerjaannya, Taufan adalah petrolhead tulen yang gemar mengoleksi mobil (baik dalam bentuk die cast atau mobil asli) dan mengikuti dunia motorsport roda empat. Hobi membacanya juga membuat Taufan memiliki pengetahuan yang cukup dalam terhadap sejarah dan perkembangan mobil di dunia.

Setelah dua tahun berkarya di GridOto.com, Taufan pun memutuskan untuk rehat di tahun 2019. Selama vakum menjadi jurnalis, ia sempat membuka bisnis detailing dan cuci mobil bersama dengan sahabatnya. Selama berbisnis, ia pun memperdalam pengetahuannya terhadap perawatan mobil.

Di tahun 2021, ia memutuskan untuk kembali ke industri yang ia cintai dengan bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer. Anda akan banyak menemukan tulisan Taufan mengenai berita otomotif dalam dan luar negeri, tips & trick, ulasan teknis mengenai mobil, serta hal-hal yang berkaitan dengan dunia motorsport di website ini.

 
back to top