Menemukan fitur airbag di mobil-mobil zaman sekarang tampaknya sudah tak sulit lagi. Di Indonesia pun demikian, mobil-mobil dengan fitur airbag sudah banyak pilihannya. Apalagi untuk mobil di segmen premium seperti Mercedes-Benz, fitur airbag bukanlah barang baru.
Sedikit bercerita ke belakang, 40 tahun silam tepatnya pada 1980 Mercedes-Benz S-Class menjadi mobil produksi perdana pabrikan Jerman itu yang dibekali airbag di sisi pengendara serta seatbelt tensioner. Airbag sendiri pertama kali ditemukan pada tahun 1950 oleh Walter Linderer.

Mobil Mercedes-Benz pertama yang menggunakan airbag
>>> Mercedes-Benz Kenalkan Fitur Airbag Belakang pada S-Class 2021
Sudah Jadi Seluruh Mobil Mercedes-Benz
Sedangkan airbag Mercedes dikembangkan bersama dengan Bosch bisa mengembang dalam hitungan milidetik berkat sensor aktif yang bisa mendeteksi deselerasi secara tiba-tiba. Misalnya saat ngerem dan mengakibatkan benturan di kepala. Campuran gas yang berada di dalam airbag akan mengembang muncul untuk melindungi pengendara dari benturan.
Masih pada tahun 1980, airbag juga dikenalkan untuk melindungi penumpang di dalam mobil Mercedes-Benz model S-Class. Mercedes juga mengkombinasikan airbag penumpang dengan seatbelt tensioner yang menjadi standar di seluruh model penumpang Mercedes-Benz utamanya di bagian depan mobil pada tahun 1984.
Kemudian pada tahun 1992, airbag penumpang menjadi standar pada semua mobil Mercedes. Beberapa tahun setelahnya, airbag penumpang menjadi standar fitur keamanan di seluruh mobilnya pada tahun 1994.

Sudah jadi standar di semua mobil Mercedes-Benz sejak lama
Sejak itu, Mercedes mulai mengenalkan banyak airbag inovatif yang tersemat di banyak posisi mulai dari sisi samping seri E-Class model 210, airbag jendela tahun 1998, dan airbag di lutut pada tahun 2009 untuk melindungi dari banyak skenario kecelakaan.
>>> India Wajibkan Mobil Punya Fitur Airbag, Bagaimana dengan Indonesia?
Masih Terus Dikembangkan
Tak berhenti sampai di situ, Mercedes diketahui masih terus mengembangkan teknologi airbagnya hingga saat ini. Seperti diketahui pada Experimental Safety Vehicle 2019, teknologi airbag belakang Mercedes-Benz terletak di belakang kursi depan dengan konsep sedikit berbeda. Alih-alih mengembang seperti airbag depan, airbag satu ini hanya bagian sisi yang membentuk struktur airbag.
Hal ini membuat airbag terasa lebih empuk dan muncul dengan gaya yang lebih sedikit dan mengurangi risiko cedera, apalagi jika kursi bayi dipasang di belakang. Tentu saja, sistem airbag ini berkerja lebih baik dengan sabuk pengaman.
Mercedes juga akan memasang airbag tengah antara pengemudi dan penumpang di baris depan, serta fitur tambahan Pre-Safe Impulse Side. Dengan teknologi suspensi aktif 48-volt E-Active Body Control, tinggi mobil naik dalam waktu sepersekian detik saat mendeteksi potensi hantaman samping, dan membuat bagian bawah mobil yang lebih kuat menahan dampak benturan.