Bosch Beri Edukasi Pentingnya Sistem ABS Pada Sepeda Motor

02/11/2018

Pasar mobil
Bosch Beri Edukasi Pentingnya Sistem ABS Pada Sepeda Motor
Bosch menekankan komitmen dalam upaya mengurangi kecelakaan lalu lintas melalui acara Bosch Beri Edukasi Pentingnya Sistem ABS Pada Sepeda Motor

Gambar team Cintamobil.com bersama Direktur Pembinaan Keselamatan Jalan

 CintaMobil.com bersama M Risal Wasal, Direktur Pembinaan Keselamatan Jalan, Kementrian Perhubungan

Bosch, perusahaan penyedia layanan dan teknologi otomotif global terkemuka, kembali berpartisipasi dalam Indonesia Motorcycle Show (IMOS) tahun ini guna menekankan komitmennya dalam upaya mengurangi kecelakaan lalu lintas melalui teknologi keamanan berkendara. “Keselamatan menjadi salah satu tantangan paling mendesak di pasar sepeda motor,” ujar Andrew Powell, managing director Bosch di Indonesia. Berdasarkan data Kepolisian Negara Republik Indonesia, pada 2017,kecelakaan kendaraan bermotor roda dua dan tiga di Indonesia mencapai 72 persen dari  jumlah keseluruhan kecelakaan di Indonesia; sementara persentase mobil, truk, dan bus masing-masing hanya sebesar 11, 12 dan 1 persen.

Ternyata hal ini juga didukung oleh pemerintah Indonesia. "Intinya kami mendukung apa yang Bosch lakukan ini, karena atas komitmennya mengurangi tingkat kecelakaan di Indonesia. Kita akan kaji dulu, kita akan diskusi dulu dengan AISI. Soalnya ini kan menyangkut teknologi. Intinya sih kami menghimbau produsen menggunakan ABS pada motornya, kalau urusan diwajibkan itu perlu studi mendalam," papar M Risal Wasal, Direktur Pembinaan Keselamatan, Kementrian Perhubungan Indonesia kepada Cintamobil.com.

“Di Bosch, kami berupaya untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih aman untuk seluruh jenis dan tipe kendaraan, dengan menawarkan berbagai solusi untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengendara sepeda motor sekaligus pengguna jalan lainnya. Salah satu solusi yang kami sempurnakan secara konsisten adalah antilock braking system atau ABS,” tambah Powell.

Gambar seorang sedang menaik motor di jalan

ABS sangat membantu pengereman motor

Keselamatan yang meningkat pada sepeda motor: antilock braking system (ABS) untuk penghindaran dan mitigasi tabrakan Bosch meningkatkan keselamatan berkendara dengan konsep tiga langkah keselamatan yang komprehensif terhadap mobilitas bebas kecelakaan. Pertama, dengan kendali stabilitas sepeda motor saat kondisi mengerem; kedua, dengan mewujudkan fungsi keselamatan dan kenyamanan prediktif melalui inovasi pengindraan di sekeliling kendaraan; dan yang ketiga, dengan menghubungkan sepeda motor dengan lingkungannya. Sebagai langkah awal dari konsep keselamatan ini, ABS sepeda motor.

Traffic Accident Magnitude in Indonesia

Grafik perbandingan angka kecelakaan negara-negara di ASEAN

Berkontribusi dalam meningkatkan stabilitas kendaraan dengan mencegah roda terkunci saat mengerem sehingga meningkatkan keselamatan berkendara. Mencegah roda terkunci menjadi tujuan dari riset yang telah dilakukan sejak awal abad ke-20 – tak hanya untuk kendaraan roda empat, tetapi juga untuk kereta api bahkan pesawat terbang. Bosch pertama kali mematenkan sistem pengereman pada 1936, dan menjadi perusahaan pertama yang menghadirkan ABS untuk kendaraan berpenumpang pada 1978. Sistem ini kemudian dikembangkan lebih lanjut, dan kemudian ABS sepeda motor kemudian diperkenalkan kepada pasar global pada 1995. 

>>> GIIAS 2018: Bosch Perkenalkan Stasiun Pengisian Listrik Rumahan dan Terminal Portabel

Riset terkini Bosch bersama dengan Universitas Indonesia menunjukkan bahwa jika semua sepeda motor di Indonesia telah dilengkapi dengan ABS, 27 persen dari keseluruhan jumlah kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dapat dihindari. “Dengan keahlian mengenai ABS selama lebih dari 30 tahun, kami percaya bahwa implementasi teknologi ini dapat memberikan dampak positif di Indonesia – membantu menyelamatkan hingga sekitar 5.000 nyawa per tahun untuk penggunaan di negara ini saja,” lanjut Powell. Bosch melakukan pengembangan sepeda motor ABS pada 1984, dan sejak peluncurannya di 1995, Bosch telah memperkenalkan banyak perbaikan dan peningkatan. Teknologi terakhirnya adalah ABS 10 yang kecil dan ringan, didesain khusus untuk memenuhi permintaan pasar kendaraan roda dua di negara berkembang seperti Indonesia. Visi mobilitas bebas kecelakaan dengan ABS pada sepeda motor Bosch percaya bahwa keamanan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama. Secara global, semakin banyak negara mewajibkan penerapan ABS, mengingat akibat yang dapat ditimbulkan oleh kecelakaan, baik dari segi ekonomi maupun kesejahteraan masyarakat. 

Gambar seorang yang sedang menaiki motor dengan menggunakan sistem ABS

Sistem ABS Bosch dicoba langsung oleh pembalap

Pada awal 2016, Uni Eropa mengeluarkan regulasi pemasangan ABS sepeda motor untuk seluruh unit sepeda motor baru dengan kapasitas mesin lebih dari 125 cc. Regulasi serupa juga berlaku di India mulai awal tahun ini, sementara Jepang mengikuti langkah yang sama sejak 1 Oktober 2018. Peraturan sejenis juga akan diterapkan di Taiwan dan Australia pada 2019. Tiongkok, pasar terbesar sepeda motor setelah India, akan mewajibkan ABS sepeda motor untuk seluruh unit sepeda motor baru dengan kapasitas mesin di atas 250 cc pada awal Juli 2019. Isu ini juga telah menjadi agenda politik di Amerika Serikat. Elektromobilitas yang terhubung dengan sistem eScooter terintegrasi. Berbagai studi menyatakan bahwa sekitar 100 juta kendaraan listrik ringan akan diproduksi di seluruh dunia hingga 2020. Di Indonesia, Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) telah menetapkan target untuk mengembangkan 2,1 juta sepeda motor listrik pada 2025 mendatang. Bosch mendukung visi pemerintah untuk mobilitas emisi bebas karbon di Indonesia dan telah memperkenalkan sistem eScooter terintegrasi.

>>> Solusi Otomotif Memegang Peranan Besar BOSCH Mencapai Penjualan Dua Digit

Bosch menawarkan solusi elektromobilitas bagi hampir seluruh segmen kendaraan – untuk elektrifikasi kendaraan ringan roda empat, tiga, atau pun dua, di seluruh kelas performa motor mulai dari 0,25 dan 20 kW. Sistem eScooter terintegrasi Bosch menerapkan pendekatan terukur, sehingga memungkinkan pengaplikasian yang cepat dan mudah. Produsen kendaraan memperoleh manfaat dari sistem komprehensif yang dapat diintegrasikan dengan cepat. Artinya, tidak memerlukan banyak upaya pengembangan lagi. Sistem all-in-one dengan komponen-komponen standar memungkinkan produsen kendaraan untuk memasuki pasar dengan cepat, serta dengan upaya pengembangan yang terbatas.

Modul ABS

Ini dia modul ABS keluaran Bosch

Sistem ini terdiri dari motor, unit kendali, baterai, pengisi daya, layar penampil (display) dan kotak konektivitas - yang tidak hanya bertujuan mewujudkan pengalaman berkendara yang berkelanjutan tetapi juga saling terhubung. Aplikasi ponsel pintar pendukung sistem ini juga menyediakan beberapa fungsi utama seperti infotainment, navigasi, keamanan, personalisasi, serta diagnosis dan layanan. Unit sistem eScooter 11kW terintegrasi Bosch ditampilkan di anjungan Bosch pada IMOS 2018 hingga 4 November 2018.

>>> Simaklah news yang menarik dan terupdate lainnya dengan klik sini

 
back to top