Bogor Ganjil Genap Mulai Besok, Kalau Nekat Melintas Apa Sanksinya?

05/02/2021

Pasar mobil

3 menit

Bogor Ganjil Genap Mulai Besok, Kalau Nekat Melintas Apa Sanksinya?
Pemerintah kota Bogor telah mengumumkan akan menerapkan ganjil genap mulai 6 Februari. Lantas apa sanksi untuk kendaraan yang melintas tak sesuai pelat nomor?

Pemerintah Kota Bogor mengumumkan bahwa akan memberlakukan ganjil genap mulai 6 Februari 2021. Tak seperti di Jakarta, penerapan Bogor ganjil genap ini hanya berlaku setiap akhir pekan.

Aturan ini berlaku bagi kendaraan roda dua maupun roda empat guna mengurangi mobilitas warga di tengah meningkatnya kasus positif Covid-19. 

pemkot Bogor

Sosialisasi dimulai 5 Februari 2021

>>> Catat! Mulai 6 Februari Ganjil Genap Berlaku di Bogor

Tak Disebutkan Adanya Sanksi Denda

Peraturan ini akan mulai dilakukan dengan lebih dulu penerapan sosialisasi pada Jumat, 5 Februari 2021 dan mulai berlaku pada Sabtu, 6 Februari 2021 di ruas jalan utama Kota Bogor.

Angka ganjil genap diambil dari nomor akhir plat mobil dan motor dan disesuaikan dengan tanggal pada hari tersebut. Misalnya kendaraan berplat F 1234 A atau B 5678 DKI. Nah, kalau dilihat dari angka terakhir plat nomor yaitu 4 dan 8, maka kendaraan tersebut bisa melintas di tanggal genap.

Adapun pihak kepolisian telah menyiapkan sejumlah titik pengecekan untuk mengawasi saat Bogor ganjil genap. Adapun kendaraan yang pelat nomornya tak sesuai dengan tanggal maka bakal diputarbalikan. Tidak ada pula sanksi denda seperti hanya melanggar ganjil genap Jakarta. 

"Checkpoint akan kami berlakukan untuk melakukan pemeriksaan, termasuk juga untuk memutarkan kendaraan. Yang tidak sesuai antara plat nomor dan tanggal ganjil atau genap, kami imbau untuk tidak masuk ke Kota Bogor," ungkap Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro dilansir laman Pemkot Bogor. 

>>> Daftar 13 Kendaraan yang Boleh Melintas di Kawasan Ganjil  Genap Jakarta

Tak Mungkin Menerapkan Lockdown

pemkot Bogor

Tegaskan tak akan melakukan lockdown

Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut kebijakan Bogor ganjil genap ini diambil karena pihaknya tak mungkin menutup akses warga secara keseluruhan. 

“Ini untuk mengurangi mobilitas warga. Kita tidak mungkin menyekat total Kota Bogor, tidak mungkin lockdown total, karena itu metode ganjil genap ini kita rencanakan untuk mengurangi mobilitas warga. Tentunya Ini memerlukan konsentrasi, pengawasan yang sangat luar biasa. Karena itu Insya Allah kami aparatur, mulai dari Dishub, Satpol PP, TNI/Polri akan mengerahkan sumber daya semaksimal mungkin,” jelas Bima dalam kesempatan yang sama. 

Kebijakan ganjil genap Bogor dikecualikan bagi kendaraan seperti ambulans, pemadam kebakaran, angkutan umum, angkutan sembako atau BBM, dan juga kendaraan dinas pemerintah. 

>>> Mobil Listrik Kebal Aturan Ganjil Genap, Bakal Diberi Tanda Khusus?

Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top