Limbah Wiski Ternyata Bisa Disulap Jadi Biogas BBG Lho!

05/08/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Produsen wiski asal Skotlandia memanfaatkan limbah hasil sisa proses pembuatan minuman keras untuk dijadikan bahan bakar berupa biogas BBG untuk armada truk

Saat ini, teknologi powertrain untuk transportasi di masa depan sudah terpetakan dengan sangat jelas;  battery-electric (BEV alias baterai 100%) atau fuel cell. Lalu bagaimana dengan mesin pembakaran dalam? Ya, segera menjadi sejarah masa lalu. Tapi begini, nyatanya tidak semua kalangan mau pindah ke mobil listrik atau fuel cell dalam waktu cepat. 

Bagi kalangan tersebut, lebih mudah mencari solusi untuk mengurangi emisi CO2 tanpa harus latah ikut trend kekinian. Contohnya produsen wiski asal Skotlandia, Glenfiddich, yang  tidak membeli truk Tesla Semi atau Rivian. Mereka justru memilih untuk memanfaatkan  biogas sebagai bahan bakar truk (biogas untuk BBG).  

>>> Suka Pakai BBM Tak Sesuai Rekomendasi? Awas, Mesin Mobil Ngelitik

Biogas

gambar biogas

Sampah proses pembuatan wiski didaurulang sebagai biogas

Menurut laporan Reuter, Glenfiddich melakukan konversi pada tiga truk miliknya sehingga bisa memakai biogas BBG yang terbuat dari sisa-sisa bahan proses pembuatan wiski. Biogas tadi disimpan dalam tangki khusus di pabrik Glenfiddich di Dufftown, Skotlandia. Sedangkan perusahaan induknya, William Grant & Sons, mengembangkan teknologi baru untuk mengolah sampah proses pembuatan wiski menjadi Ultra-Low Carbon Fuel yang minim emisi C02.  

gambar wiski

 Wiski untuk manusia dan sampah proses pembuatan wiski untuk biogas BBG  

Umumnya, sampah sisa proses pembuatan wiski dijual ke pemulung atau dijadikan bahan makanan ternak. Namun oleh Glenfiddich, sampah tadi ditabur bakteri anaerobic sehingga dapat menghasilkan biogas BBG untuk truk. Jadi tidak ada sampah yang terbuang percuma karena bisa didaurulang sebagai penghasil biogas.  

Minim Polusi 

gambar truk bbg

Salah satu truk BBG yang beredar di kawasan Eropa 

Menurut klaim Glenfiddich, pemakaian  biogas dapat menurunkan emisi  C02 hingga  95% dibanding mesin pembakaran dalam (bensin dan diesel).  Begitu juga emisi Greenhouse dan polusi lainnya bisa ditekan mencapai  99%. Lebih jauh lagi, pemakaian biogas pada truk mereduksi emisi CO2 sebanyak 250 ton per tahun per unit truk.  Glenfiddich mempunyai 20 unit truk dan semuanya akan dikonversi menjadi BBG biogas sebelum tahun  2040. Jadi emisi CO2 bisa ditekan sejumlah 5.000 ton per tahun.

Intinya, mengolah sampah menjadi biogas untuk BBG bukan hanya baik untuk lingkungan, juga sehat bagi keuangan perusahaan. Buat apa beli bahan bakar kalau bisa dibuat sendiri? Toh, biogas BBG juga mampu menurunkan emisi CO2, ramah lingkungan, mudah dibuat dan murah karena memanfaatkan limbah hasil proses pembuatan wiski.   

>>> Bus Biogas Scania, Bus AKAP Ramah Lingkungan

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top