Studi Sebut Tahun 2024 Biaya Produksi Mobil Listrik Sama dengan Mobil Biasa

27/10/2020

Pasar mobil

4 menit

Share this post:
Studi Sebut Tahun 2024 Biaya Produksi Mobil Listrik Sama dengan Mobil Biasa
Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh bank investasi UBS ditemukan bahwa biaya produksi mobil listrik akan setara dengan mobil berbahan bakar konvensional.

Harga mobil listrik masih terbilang mahal. Hal itulah yang membuat mobil listrik hanya bisa terjangkau oleh kalangan tertentu. Kebanyakan sudah tentu dari kalangan berduit. 

Bila dibandingkan harganya berselisih cukup jauh dengan mobil Internal Combustion Engine (ICE). Sebagai gambaran, harga mobil listrik yang dijual di Indonesia punya banderol di atas Rp 500 juta. Padahal, model yang sama mungkin saja harganya bisa di bawah itu. 

ongkos produksi mobil listrik

Ongkos produksi mobil listrik saat ini masih terbilang tinggi

>>> Sudah Lihat Belum? Ini Dia Wujud Pelat Nomor Khusus Mobil Listrik

Ongkos Produksinya Bakal Turun

Salah satu yang membuatnya mahal adalah biaya produksi. Komponen yang diusung sudah canggih tentunya harus dibayar dengan harga mahal.

Bagi Anda yang berminat untuk meminang mobil listrik dan memiliki budget pas-pasan, tampaknya harus sedikit bersabar. Pasalnya dalam sebuah studi yang dilakukan sebuah bank investasi UBS, biaya produksi mobil listrik bakal setara dengan mobil biasa pada tahun 2024 mendatang. 

Dilansir The Guardian, Selasa (27/10/2020), hasil penelitian bank investasi UBS menunjukkan bahwa biaya tambahan pembuatan kendaraan listrik dibandingkan dengan kendaraan ICE akan turun 1.900 dolar per mobil pada tahun 2022. 

Biaya tambahan itu disebut akan menghilang sepenuhnya pada tahun 2024. Riset ini didasarkan pada analisa terhadap baterai dari tujuh pabrikan besar. 

Jika penelitian tersebut bisa terwujud, maka ini akan menjadi transisi besar-besaran dari mobil berbahan bakar konvensional ke mobil listrik. 

>>> Pilihan Mobil Listrik yang Bisa Dibeli dengan DP 0%

Baterai Punya Peran Vital pada Mobil Listrik

Baterai memang memiliki peran cukup vital kalau bicara mobil listrik. Setidaknya seperempat hingga dua perlima ongkos produksi mobil listrik ada pada baterai. UBS memprediksi akan ada penurunan harga 100 dolar per kWh pada tahun 2022. 

ongkos produksi mobil listrik

Baterai punya peran vital terkait biaya produksi mobil listrik

UBS juga mengingatkan bahwa para produsen yang masih bergantung pada produksi mobil konvensional, harus bersiap menerima risiko penjualannya merosot dan disalip pabrikan ternama. Biaya produksi mobil listrik turun maka dapat membuat harganya ikut terpangkas. 

"Tak ada lagi alasan untuk tetap membeli mobil ICE pada tahun 2025," jelas analis UBS Tim Bush. 

Ia menambahkan potensi reduksi biaya baterai juga dapat mengeliminir biaya pada mobil hybrid yang diketahui menggunakan kombinasi baterai dan mesin. 

Perlahan tapi pasti, mobil listrik mulai banyak dipilih dan penjualannya terus meningkat di negara-negara Eropa dan juga China. Analis independen Mattias Schmidt memprediksi akan ada satu juta mobil listrik dan hybrid terjual pada tahun 2020 di Uni Eropa dari total 11 juta unit. 

>>> Mengintip Mobil Bekas Tesla di Indonesia, Berapa Sih Harganya?

Share this post:
Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top