Biar Disiplin, Titik Penutupan Jalan PPKM Darurat Dijaga Panser

06/07/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Ada yang menarik di titik penutupan jalan PPKM Darurat di wilayah Lenteng Agung Jakarta Selatan. Ada kendaraan lapis baja untuk menutup jalan.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat yang berlaku sejak 3 hingga 20 Juli mendatang. Dalam aturan ini mengatur banyak hal termasuk perjalanan untuk membatasi mobilitas masyarakat di Indonesia.

>>> Harus Bepergian Saat PPKM Darurat? Begini Cara Unduh Sertifikat Vaksinasi

Disiapkan untuk Sekedar Menutup Jalan

Selain dijaga petugas titik penutupan jalan PPKM Darurat untuk di wilayah Lenteng Agung juga menerjunkan Panser Anoa dan Rantis Barracuda. Diterjunkannya kendaraan lapis baja itu sejak hari pertama PPKM Darurat di wilayah tersebut sejak Senin (5/7) kemarin.  Selain di Lenteng Agung dikutip dari CNN Indonesia Panser Anoa juga ada di titik penutupan jalan PPKM Darurat di Jalan Raya Bogor, Kalimalang, dan Kalideres.

Gambar menunjukan Pindad Anoa

Wujud Pindad Anoa 6x6 Mortar

Dengan adanya kendaraan lapis baja ini Kasat Lantas Polres Metro Jaksel, Kompol Sri Widodo mengatakan kepada CNN Indonesia bahwa dikarenakan sempat terjadinya kerusuhan antara pengendara dan petugas di jalan tersebut. Widodo menegaskan bahwa kendaraan itu hanya difungsikan untuk menutup jalan. "Alasannya karena masyarakat kemaren ribut di situ mau ngek ngok ngek, itu kan untuk siaga aja. Gitu aja. Fungsinya mungkin nutup jalan aja. Itu dari pimpinannya begitu," kata Widodo Senin (5/7).

>>> Trik Aman Mengemudi Mobil Besar di Masa PPKM Darurat

Komentar Warganet

Terkait adanya kendaraan lapis baja itu netizen pun ikut berkomentar di akun Instagram TMCPoldametro. Ada yang setuju ada juga yang heran.

"Ini sebenarnya darurat Covid 2021 apa darurat militer.” kata netizen.

“Mantap pak, coba seketat ini dari awal pak.” tambah warganet yang lain.

“Kesannya gimana gitu kayak darurat militer.” tambah netizen lainnya mengomentari.

Menilik dari segi dimensi kendaraan taktis Anoa 6x6 Mortar sendiri memiliki panjang 6 m, lebar 2,5 m, tinggi 2,2 m dan kapasitas kru hingga tujuh orang. Sama seperti Maung, Anoa 6x6 Mortar juga didesain untuk medan-medan yang sulit dan jalan beraspal.

Gambar menunjukan Warganet

Warganet banyak yang setuju dan heran

Anoa 6x6 yang dilengkapi dengan pelontar mortir berukuran 81 mm dengan recoil system. Untuk mendukung pengoperasiannya, Anoa 6x6 Mortar juga dilengkapi dengan rak amunisi serta atap yang dapat dibuka dan ditutup secara otomatis dengan sistem hidrolis. Varian yang satu ini memiliki kapasitas 6 orang personel termasuk pengemudi. Pada dapur pacu, Anoa 6x6 Mortar dilengkapi dengan mesin diesel dengan tenaga 600 HP yang memiliki top speed 80 km/h.

>>> Beli Mobil Di BMW Astra Dijamin Aman, Karena Hal Ini...

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top