Besaran Tarif Parkir yang Harus Dibayar Kalau Tak Lulus Uji Emisi

06/04/2021

Pasar mobil

3 menit

Dishub sudah mulai menerapkan disinsentif tarif parkir untuk kendaraan yang tak lulus uji emisi. Besaran tarif parkir tak sembarangan dan mengacu pada Pergub.

Penerapan disinsentif tarif parkir sesuai dengan uji emisi sudah mulai diberlakukan di tiga lokasi. Ketiga lokasi penerapan disinsentif tarif parkir tersebut yakni Pelataran Parkiran IRTI Monas, Pelataran parkir Samsat Daan Mogot, dan Gedung Parkir Blok M. Adapun, kendaraan yang tak lulus uji emisi ataupun belum melakukan uji emisi akan dikenakan tarif parkir tertinggi. 

Sebaliknya, bila kendaraan lulus uji emisi maka tarif yang dikenakan saat membayar parkir akan rendah. Mengutip laman instagram Dishub Jakarta, tarif parkir tertinggi yang akan dikenakan sebesar RP 7.500 hingga Rp 12.000. Tarif ini akan dikenakan per jam sesuai dengan lamanya kendaraan tersebut parkir. 

tarif parkir

Besaran tarif parkir di salah satu lokasi sesuai Pergub No.31 tahun 2017

Besarnya pengenaan tarif tersebut tak sembarangan, melainkan mengacu pada Pergub DKI Jakarta No.31 Tahun 2017 sesuai dengan tempat kendaraan parkir. 

"Salah satu upaya Pemerintah DKI Jakarta dalam mengendalikan tingkat polusi udara adalah dengan mengetatkan aturan gas buang kendaraan pribadi melalui uji emisi sebagaimana tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 66 Tahun 2020," tulis Dishub dilihat Cintamobil, Selasa (6/4/2021). 

>>> Lupa Uji Emisi Kendaraan? Denda Rp 500 Ribu Menanti

Tahapan Uji Emisi

Bagi Anda yang belum melakukan uji emisi, ada baiknya untuk mencari bengkel ataupun lokasi yang melayani uji emisi kendaraan secara langsung. Atau bisa juga melalui aplikasi uji emisi Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta. 

Kemudian, nanti ada petugas yang mendata kendaraan Anda. Setelahnya petugas akan mempersiapkan dan melakukan uji emisi kendaraan menggunakan alat yang tersedia. 

uji emisi kendaraan

Uji emisi bisa dilakukan di beberapa tempat

Proses uji emisi sebenarnya tak memakan waktu lama sekitar 15-20 menit. Nantinya hasil uji emisi pun akan keluar. Setelahnya, petguas akan memasukan hasil uji emisi kendaraan ke sistem yang ada. 

"Tidak hanya untuk mengurangi tingkat polusi kota, ternyata uji emisi ini juga bermanfaat lho untuk merawat kualitas mesin kendaraan," tulis Dishub lagi. 

Sanksi Selain Disinsentif

Selain disinsentif tarif saat parkir, dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 66 Tahun 2020 tentang Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor sanksi untuk kendaraan yang tak lulus uji emisi ataupun tidak melakukan uji emisi minimal setahun sekali adalah tilang. 

Dalam aturan itu disebutkan bahwa mobil penumpang perseorangan atau sepeda motor berusia lebih dari tiga tahun yang tidak melakukan uji emisi dan/atau tak lulus uji emisi gas buang ke depan akan dikenakan sanksi yang tertuang dalam UULLAJ Nomor 22 Tahun 2009, pasal 285 dan pasal 286, yakni denda maksimal Rp 250 ribu untuk sepeda motor dan denda maksimal Rp 500 ribu untuk mobil.

>>> Selain Wajib, Mengapa Uji Emisi Kendaraan Pribadi Harus Dilakukan?

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top