Bersama Mercedes Benz, Geely Siap Bikin Smart Listrik Lebih Moncer

16/01/2020

Pasar mobil

3 menit

Bersama Mercedes Benz, Geely Siap Bikin Smart Listrik Lebih Moncer
Pabrikan China Zhejiang Geely Holding Group (Geely) menyatakan siap mengembangkan Smart listrik bersama Mercedes Benz. Berapa besaran investasi digelontorkan?

Pabrikan otomotif top China, Zhejiang Geely Holding Group (Geely) membentuk usaha patungan dengan induk merek Mercedes Benz, Daimler AG yang mereka beri nama Smart Automobile. Mengutip rilis resmi Nikkei Asia, (9/1/2020) kerjasama ini merupakan dari proyek besar yang mereka rencanakan, yaitu menciptakan generasi baru Smart listrik yang lebih cerdas dan modern.

Investasi besar

Foto logo Geely terpampang jelas

Geely punya banyak saham di berbagai perusahaan otomotif dunia

Disebutkan, baik Daimler AG maupun Geely keduanya menggelontorkan investasi senilai $777 juta atau setara Rp10,6 triliun, masing-masing $388,5 juta atau setara Rp 5,3 triliun. Keduanya juga sepakat markas perusahaan baru mereka berlokasi di Teluk Hangzhou, Ningbo, Provinsi Zhejiang - China, berikut central produksinya.

Perlu diketahui, kerjasama Daimler AG-Geely sudah terbentuk sejak Maret 2019. Daimler AG yang saat itu berencana menghentikan produksi dan penjualan merek Smart karena terus merugi mengurungkan niatnya setelah Geely datang mengakuisisi 50 persen saham Smart. Keduanya sepakat mencari cara mengembalikan pamor Smart sebagai mobil listrik premium di segmen B (ukuran kecil-sedang).

Dengan resminya perusahaan patungan Smart Automobile yang bermarkas di China, pengendalian operasional Smart secara total pindah ke China. Daimler AG hanya mengambil tanggung jawab bagian desain dan style model terbaru yang akan dibuat, sementara yang lain termasuk dapur pacu hingga menjadi wujud nyata sebuah mobil dilakukan oleh Geely.

>>> ANCAP Australia Tetapkan Mercedes-Benz GLE 2019 Paling Aman untuk Anak-Anak

Foto bersama usai penandatanganan kerjasama Geely - Daimler AG, akhir Maret 2018

Geely datang menyelamatkan Smart

Ketua Geely Holding, Li Shufu mengatakan, “Merek Smart memiliki nilai unik dan pengaruh global, telah tumbuh menjadi pemimpin dalam mobilitas perkotaan. Geely Holding akan sepenuhnya mendukung merek pintar dengan keunggulan penuh dalam R&D, manufaktur, rantai pasokan, dan bidang lainnya ke dalam usaha patungan dan mendukung pengembangannya di Cina dan global." kata Li, seperti dikutip dari Daimler, (9/1/2020). "Kami akan bekerja sama dengan Mercedes-Benz untuk mengubah merek pintar menjadi pemain terkemuka di perkotaan premium, kendaraan listrik dan terhubung untuk berhasil mengembangkan potensi global merek." lanjutnya.

Ketua Dewan Manajemen Daimler AG dan Mercedes-Benz AG, Ola Källenius menuturkan hal senada, "Usaha patungan akan membawa generasi berikutnya dari mobil listrik pintar tanpa emisi ke pasar Cina dan global. Kami berharap dapat melanjutkan kolaborasi kami untuk menghadirkan produk dan layanan yang diinginkan kepada pelanggan di seluruh dunia."

>>> Tertarik membeli mobil Mercedes Benz, Cek koleksi dan harganya di sini!

Penjualan Smart

Foto prototype mobil Smart elektrik

Smart listrik, mobil premium di kelas B menggunakan motor listrik total

Seperti disebut di atas, perjalanan merek Smart sebagai mobil listrik premium buatan Daimler AG tidak semulus merek Mercedes-Benz. Penjualan Smart tidak pernah menyentuh angka 200 ribu unit. Penjualan tertinggi diraih tahun 2016 dimana Smart terjual sebanyak 144.479 unit. Setelah itu terus menurun, hingga tahun 2019 lalu, penjualan Smart hanya sebanyak 116.781 unit. Di saat yang sama, Mercedes Benz terjual sebanyak 2.339.562 unit.

>>> Kalahkan BMW dan Audi, Mercedes-Benz Menjadi Mobil Mewah Terlaris di Dunia

Berikut data penjualan Smart sejak 2014 yang dirangkum dari laman resmi Daimler:

TAHUN PENJUALAN
2014 89.844 unit
2015 119.398 unit
2016 144.479 unit
2017 135.025 unit
2018 128.802 unit
2019 116.781 unit

>>> Berita otomotif terbaru dan terlengkap ada di Cintamobil.com

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top