Berhenti Produksi, Begini Sejarah Honda Jazz Di Indonesia

03/03/2021

Pasar mobil

5 menit

Share this post:
Berhenti Produksi, Begini Sejarah Honda Jazz Di Indonesia
Para kawula muda kala itu sempat mengidolakan Honda Jazz sebagai tunggangan harian mereka, berikut ini adalah penggalan sejarah Honda Jazz di Indonesia

Siapa tak kenal dengan Honda Jazz, compact hatchback yang satu ini merupakan salah satu produk andalan PT Honda Prospect Motor (HPM). Bahkan di akhir-akhir masa edarnya, berdasarkan data yang dilansir pada bulan Januari 2021 model ini masih sanggup terjual hingga 349 unit. Namun, dengan kehadiran Honda City Hatchback 2021 hari ini (3/3/2021), membuat kiprah Jazz harus berakhir. Berikut ini susunan sejarah Honda Jazz di Indonesia.

Membuka Kelas Baru

Gambar Honda Jazz i-DSI 2003

Jazz punya banyak senjata untuk disukai konsumen

Jazz adalah salah satu mobil yang fenomenal di medio 2000-an yang membuka kelas baru pasar mobil anak muda di Indonesia. Jazz atau Fit yang lebih dahulu masuk di tahun 2001 via Importir Umum (IU) tidak membuat kiprah Honda Jazz di Indonesia bisa dipandang sebelah mata. Desain kompak, kabin praktis, dikombinasi dengan mesin yang hemat bahan bakar membuat mobil ini begitu digandrungi anak muda kala itu bahkan hingga kini.

Gambar mesin L15Z i-DSI

Mesin berteknologi i-DSI punya reputasi hemat BBM

Berbeda dengan versi IU yang dijual dengan mesin 1.300 cc, PT HPM justru di tahun 2003 tepatnya bulan Februari memasukkan Honda Jazz dengan mesin L15A 4-silinder 1.500 cc dengan teknologi i-DSI (intelligent Dual & Sequential Ignition). Bisa dibilang Jazz saat itu tidak punya saingan berarti, Suzuki Aerio maupun Hyundai Getz yang lahir lebih dulu seakan tak mampu membendung kesuksesan Jazz di Tanah Air.

Gambar interior Honda Jazz VTEC 2005

Interior cukup lega dan futuristis pada masanya

Alhasil Jazz langsung booming dan menjadi compact hatchback terpopuler di Tanah Air. Terlebih saingannya yang berlogo triple elips alias Toyota Yaris baru lahir empat tahun kemudian. Namun, ada yang unik dengan Jazz di tahun 2003 ini, sebab tak banyak yang sadar jika ada dua versi yang dijual HPM di Tanah Air, yakni versi CBU (Completely Built Up) dan CKD (Completely Knock Down). Untuk tiga bulan pertama di 2003 sebenarnya Jazz masih diimpor dari Thailand.

Gambar tampilan belakang Honda Jazz CBU 2003

Begini contoh Jazz GD versi CBU, ada beberapa detail berbeda

Sekadar informasi, beda Jazz CBU dengan CKD juga tidak banyak, sepengamatan tim Cintamobil.com bedanya hanya di kaca film samping yang tertulis Saint Gobain Sekurit, serta peleknya yang masih polished palang lima seperti pada mobil yang kami ulas kali ini. Namun, tidak ada beda lainnya yang mencolok, namun jika diperhatikan langsung mobil Jazz versi CBU ini ground clearance-nya terlihat sedikit lebih pendek dari versi CKD. Dalam catatan sejarah hidupnya, Jazz berkode bodi GD ini pernah melahirkan beberapa trim spesial seperti Jazz Rocks dan warna khusus yakni pink.

>>> Sayonara Honda Jazz!

Digemari Semua Kalangan Dan Hadir Versi Lebih Kencang

Kehadiran Jazz di Indonesia memang seakan mengubah persepsi masyarakat akan sebuah image mobil untuk anak muda. Jazz bermesin i-DSI laris bak kacang goreng dan langsung mendapat tempat di hati kawula muda saat itu. Mahasiswi dan ibu-ibu muda menyukai mobil ini. Hal ini membuat Hyundai Getz dan Suzuki Aerio di kelas yang sama dan hadir lebih dulu seolah tak berdaya menahan laju Jazz.

Gambar Honda Jazz VTEC 2005

Jazz semakin diminati, dan konsumen 'menuntut' mesin yang lebih bertenaga

Namun, tak ada gading yang tak retak. Lemahnya akselerasi Jazz i-DSI membuatnya banyak menuai kritik. Tak heran, akselerasi 0-100 km/jam saja perlu lebih dari 14 detik dan itu terjadi pada transmisi manual! Padahal Jazz punya dimensi kompak dan kapasitas mesin yang tergolong besar yakni 1.500 cc. Alhasil PT HPM selaku agen pemegang merek Honda di Indonesia harus memutar otak.

Gambar mesin Honda L15 VTEC

Tahun 2005 Jazz punya dua pilihan mesin, VTEC dan i-DSI

Akhirnya Jazz bermesin VTEC hadir di pasar mobil Tanah Air tahun 2005, tepat dua tahun sejak Jazz i-DSI meluncur. Honda Jazz bermesin VTEC ini merupakan jawaban PT HPM agar dapat menembus pasar yang lebih luas, sekaligus menjawab keluhan “lambatnya” akselerasi Jazz. Sekian tahun berselang, tepatnya pada tahun 2006 Jazz pun mendapatkan facelift ringan.

Gambar cara kerja sistem VTEC Honda

Sistem VTEC membuat tenaga mesin Jazz makin perkasa

Dalam facelift tersebut terutama di varian VTEC, mendapat fitur keselamatan yang lengkap. Dari mulai dual SRS airbag, serta rem cakram di keempat roda yang dikawal dengan sistem ABS (Anti-lock Braking System), EBD (Electronic Brake-force Distribution), dan BA (Brake Assist). Sedangkan untuk eksterior cover lampu depan kini sewarna bodi, plus sudah menggunakan stoplamp dengan bohlam LED (Light Emitting Diode).

Gambar fitur ULTRA SEAT Honda Jazz

Fitur Ultra Seat jadi salah satu kelebihan Jazz yang juga bisa Anda temui pada City

Sedangkan untuk varian bermesin i-DSI masih tetap dijual, namun rem cakram hanya tersedia di sepasang roda depan, sementara untuk rem di buritan masih mengandalkan teromol. Demikian juga dengan asisst brake system semisal ABS, EBD, dan BA absen di Jazz versi i-DSI. O ya, ubahan ringan ini juga meliputi dengan desain velgnya, untuk VTEC mendapat ring 15 warna silver (dari sebelumnya hitam), dan i-DSI pakai ring 14 multi-spoke.

Gambar Honda Jazz tipe S

Jazz GE mulai dijual tahun 2008 dan ada 2 trim yakni S dan RS

PT HPM nyaris terlena karena kekuatan Jazz yang bisa dibilang sebagai volume maker penjualan Honda di Indonesia dan tak tertandingi dikelasnya. Untunglah HPM segera sadar dan dengan cepat memasukkan generasi kedua Jazz yang punya kode bodi GE pada tahun 2008. Banyaknya varian dan tipe Jazz generasi pertama yang dijual di Indonesia dipermudah pilihannya menjadi hanya satu varian mesin saja.

Gambar Honda Jazz GE facelift

Penjualan Jazz RS cukup booming di masanya

Kini semua Jazz mengusung mesin yang sama yakni berkode L15 dengan teknologi katup variabel i-VTEC dan hanya memiliki 2 tipe, yaitu tipe S dan RS serta untuk yang bertransmisi otomatis keduanya tidak lagi menggunakan transmisi CVT namun menggunakan transmisi otomatis 5 percepatan konvensional. Saat itu PT HPM beralasan penggunaan transmisi ini untuk meningkatkan rasa sporty berkendara dari Jazz. Dan benar saja, transmisi ini lebih minim kendala dan disukai oleh konsumen Honda Jazz di Tanah Air.

>>> Ini pendapat kami mengenai pengganti Jazz di Indonesia

Andal Di Balap

Gambar Honda Jazz Sunny TS Di Sirkuit Sentul

Jazz berkode bodi GD melibas tikungan di sirkuit sentul

Kehadiran Honda Jazz generasi kedua tersebut semakin mengukuhkan posisi Honda Jazz menjadi salah satu mobil yang paling laris serta diperhitungkan penjualannya. Enggak hanya itu, Honda Jazz juga sangat jumawa di lintasan balap turing sirkuit sentul. Nyaris semua pembalap memuji kehandalan Honda Jazz dalam melibas tikungan di sirkuit sentul. Bahkan logo 'RS' di Jazz di kalangan anak balap juga kerap diplesetkan menjadi Raja Sentul, atau Raja Sirkuit.

Gambar Honda Jazz GE Sunny TS balap

Hegemoni Jazz di balap turing makin terasa

Untunglah PT HPM tidak lupa diri dengan kesuksesan Honda Jazz generasi kedua tersebut ditanah air, dan setelah penantian panjang 6 tahun lamanya, akhirnya Honda Jazz generasi terbaru dengan kode bodi GK diluncurkan di Indonesia. Sayangnya, bagi sebagian orang Honda Jazz generasi ke-3 ini seperti mendapatkan down grade fitur. Ambil contoh rem cakram yang tidak tersedia lagi di semua roda, namun meski demikian Honda Jazz tetap dicintai oleh konsumen di tanah air. Hal itu terlihat dari data penjualan mobil ini yang selalu di atas rivalnya.

Gambar Honda Jazz GK

Sayang sekali penjualan Jazz tidak dilanjutkan

Jazz pun harus bertarung sengit dengan Toyota Yaris yang juga mendapatkan model baru. Sampai akhirnya Jazz versi facelift meluncur di tahun 2017. Ubahannya cukup banyak, dari mulai headlamp, stoplamp, hingga beberapa detail lain seperti velg. Secara umum penampilan Jazz GK versi facelift ini semakin dewasa dan tetap jadi rajanya hatchback. Sayangnya, tahun 2021 ini Jazz resmi dipensiunkan oleh PT. HPM. Namun, bila Anda memilikinya tentu tak perlu khawatir sebab Honda menyebut akan tetap menyediakan layanan purnajual seperti model lainnya.

>>> Mau beli mobil Honda Jazz bekas? Klik di sini

Share this post:
Penulis
Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif nasional. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, Kini ia menjadi Managing Editor Cintamobil.com
 
back to top