Dampak Pandemi Corona, Bentley-Aston Martin Rumahkan Karyawannya

08/06/2020

Pasar mobil

4 menit

Share this post:
Dampak Pandemi Corona, Bentley-Aston Martin Rumahkan Karyawannya
Pandemi corona menghadirkan dampak yang cukup masif terhadap industri otomotif. Sekalipun bagi pabrikan mobil mewah yang cukup mapan seperti Bentley dan Aston Martin.

Berlangsung sejak Maret, pandemi Corona terus memberikan dampak ekonomi yang sangat masif terhadap ekonomi global, termasuk industri otomotif, salah satunya di kawasan Britania Raya.

>>> Akibat virus Corona, McLaren rumahkan 1.200 karyawannya

Belum lama setelah kabar McLaren merumahkan karyawannya untuk menekan biaya operasional di tengah pandemi. Kini giliran dua pabrikan mobil mewah Inggris, Bentley dan Aston Martin, memangkas jumlah karyawannya.

Bentley rumahkan hampir separuh jumlah karyawannya

Bentley, yang dimiliki Volkswagen AG, mengumumkan pada Jumat (5/6) bahwa mereka berencana merumahkan hampir separuh pekerjanya, 1.000 orang, melalui program voluntary release. Hal ini menjadi solusi di tengah menurunnya permintaan mobil di tengah pandemi Corona.

>>> Temukan pilihan mobil baru dan bekas berkualitas di sini

Emblem Brooklands khas Bentley

Bentley menyiapkan program voluntary release untuk para karyawannya

“Dengan prediksi penurunan laba cukup signifikan, Bentley mempercepat rencana peninjauan komperhensif terhadap biaya dan struktur investasi. Dan sebagai opsi terakhir, sama seperti perusahaan lainnya, termasuk biaya SDM dan strukturnya,” tulis Bentley dalam keterangan resminya.

Selain itu, pandemi Corona juga memaksa Bentley menunda program restrukturasi 'Beyond 100'. 'Beyond 100' sendiri merupakan sebuah konsep yang didesain untuk menyiapkan Bentley, yang sudah berusia 100 tahun, untuk satu abad ke depan.

Susul Aston Martin-McLaren

Rencana Bentley mengurangi karyawan hanya berselang satu hari setelah Aston Martin merumahkan 500 pegawai di tengah produksi mobil yang juga menurun. Sebagai catatan, Aston memperkerjakan sekitar 2.600 pegawai secara global.

>>> Simak kabar terbaru seputar pasar mobil di sini

Selain itu, Aston Martin juga akan memangkas budget untuk marketing dan travel. Langkah penghematan ini akan mengurangi biaya tahunan Aston sampaii $47.8 juta (sertara Rp 670 miliar). Sebagai catatan, angka penjualan Aston Martin turun sebanyak 31%, dengan penurunan laba sekitar $146 juta (setara Rp 2,045 triliun).

Pusat perakitan Aston Martin DBX di St. Athan

Aston Martin punya 2.600 pegawai secara global

Sebelumnya, Aston Martin juga jadi bahan pembicaraan hangat setelah eks CEO Mercedes-AMG, Tobias Moers, menggantikan posisi Andy Palmer sebagai CEO yang mengundurkan diri pekan lalu.

>>> Berita otomotif terbaru dari dalam dan luar negeri dapat Anda temukan di sini

Share this post:
Bergabung di Cintamobil sejak 2019, Derry adalah seorang penyuka kecepatan tulen. Pengalaman di salah satu situs motorsport global membuatnya khatam soal dunia balap. Masih mengejar gelar Sarjana, Derry juga sering memacu adernalin dengan go-kart.
 
back to top