Benarkah Generasi Z Saat ini Tidak Membutuhkan Mobil Lagi?

18/12/2017

Pasar mobil
Share this post:
Benarkah Generasi Z Saat ini Tidak Membutuhkan Mobil Lagi?
Generasi Z tidak membutuhkan mobil lagi? Sekilas, pernyataan ini dirasa janggal, apalagi dengan kebutuhan manusia atas kendaraan bermotor saat ini. Tapi, hal inilah yang dirasakan oleh beberapa generasi Z yang sekarang masih berusia dibawah 17 tahun.

Generasi Z, yang dimulai dari anak-anak yang lahir pada tahun 2000 saat ini telah mendapatkan proporsi yang bagus tentang kendaraan. Dengan kemacetan dan semua kesulitan perawatan mobil, mempunyai mobil bukan prioritas utama mereka.

banyak orangs sedang berjalan di kereta bawah tanah pada jam sibuk

Layanan transportasi umum menjadi alasan generasi Z tidak memprioritaskan mobil

Hal ini bisa dirasakan oleh para pengguna jalan di kota besar, bandingkan Los Angeles dengan Jakarta. Di Los Angeles, Alyssa Rosenthal, seorang make up artist, telah lebih dari dua tahun hidup tanpa memiliki mobil. Kemacetan yang parah ditambah dengan semakin menjamurnya transportasi umum seperti Uber dan Taxi yang semakin banyak mempermudah perpindahannya dalam satu tempat ke tempat lain.

Sama halnya dengan generazi Z yang ada di Jakarta. Dengan berkembangnya transportasi umum dan akses yang lebih mudah untuk berkendara, tidak masalah jika tidak mempunyai mobil. Membayangkan kemacetan di seluruh penjuru Jakarta, Gojek, Uber, dan Grab menjadi akhirnya menjadi pilihan. Commuter line juga sudah memperbaiki diri sehingga menjadi transportasi umum yang selalu ada dan bebas dari kemacetan.

seorang sedang memegang sebuah telfone yang sedang akses halaman situs my trips

Maven menjadi aplikasi berbagi kendaraan dari General Motor

Tapi pergeseran ini tidak mempengaruhi Ford. Produsen mobil asal Amerika tersebut menyatakan kesiapannya dalam menghadapi perubahan zaman. Bersama dua produsen mobil Amerika lainnya, Fiat Chrysler dan General Motor, mereka menyatakan bukan hanya menjadi produsen mobil. Beberapa teknologi terbaru lalu dikembangkan, mulai dari berbagi mobil (car-sharing), memesan kendaraan (ride-hailing), atau mobil yang bisa mengemudi sendiri (self-driving).

GM bahkan mempunyai applikasi untuk bisa berbagi mobil yang bernama Maven. “Kami perlu menciptakan sebuah brand baru karena semua ini tentang akses, bukan kepemilikan,” kata Peter Kosak, direktur eksekutif untuk mobilitas perkotaan pada Maven.

lima orang dalam satu keluarga sedang mengobrol bersama sambil ayah mengendarai mobilnya

Memiliki mobil untuk keluarga bisa jadi prioritas generasi Z mendatang

Saat ini, generasi Z tidak mementingkan kepemilikan kendaraan, tetapi lebih menekankan pada akses untuk mencapai tujuan. Entah dengan mobil, sepeda motor, sepeda, bahkan kereta api, Karena itu, Maven diciptakan untuk membuat produsen mobil tetap berjalan dengan memberikan pelayanan khas millennial.

Ketidakinginan generasi Z untuk membeli mobil banyak didasari dengan belum adanya prioritas berkendara bersama. Baru-baru ini, ada peningkatan pembelian mobil oleh para generasi Millennial, sebagaimana dilaporkan oleh The Associated Press.

>>> Berminat berita baru mengenai pasar otomotif, jangan ragu mengklik di sini!

Michelle Krebs, seorang analis otomotif untuk Autotrader mengatakan, “Kita berfikir, sebagai generasi Z, menikah dan mempunyai anak mengharuskan setiap keluarga setidaknya mempunyai satu kendaraan di rumah mereka.

Mungkin generasi Z saat ini belum menjadikan mobil sebagai prioritas utama mereka. Tapi siapa sangka, dalam beberapa tahun ke depan, ketika generasi Z sudah menjadi dewasa dan memiliki keluarga, perubahan prioritas menjadi salah satu alasan mereka membeli mobil untuk rumah mereka.

Share this post:
 
back to top