Begini Gambaran Mobil Masa Depan Menurut Anak Usia Delapan Tahun

27/09/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Penelitian yang dilakukan Ford Go Electric Study mengungkapkan bahwa mobil masa depan akan lebih banyak diminati bertenaga listrik dan dapat terbang.

Ford telah merilis Go Electric Study hasil sebuah penelitian gambaran mobil di masa depan. Edisi pertama penelitian ini berfokus pada mobil masa depan tahun 2030 di Inggris.

Mobil Listrik Jadi Primadona

Penelitian ini melibatkan anak berusia delapan hingga sembilan tahun apa yang mereka inginkan dari sebuah mobil di masa depan. Ford kemudian menggabungkan ide-ide tersebut dan menunjukan Desainer Eksterior Senior perusahaan, Nedzad Mujcinovic, untuk membuat mobil konsep. Hasilnya dijuluki Ford Future Generation Concept Car.

>>> 'Putus' dari Ford, Ken Block Gabung ke Audi untuk Bikin Mobil Listrik

Gambar menunjukan Anak-anak

Penelitian ini melibatkan anak berusia delapan hingga sembilan tahun

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Ford, tercatat bahwa sebanyak 79% anak-anak tersebut berharap untuk belajar cara mengemudikan mobil. Kemudian 49% menginginkan mobil mereka ditenagai oleh listrik, dibandingkan dengan hanya 17% yang lebih menyukai mobil bensin, diesel (10%) dan hidrogen (7%).

Kemudian mayoritas dari anak-anak yang disurvei menginginkan kendaraan di masa depan dapat terbang ke angkasa. Kursi yang nyaman adalah prioritas utama (36%) seperti halnya sistem suara yang bagus (27%), sementara hampir seperempat (24%) menginginkan kemampuan mengemudi sendiri dan fitur ramah lingkungan (32%).

>>> Ford EcoSport, Riwayatmu Kini

Ford Future Generation Concept Car

Daftar keinginan anak muda tersebut diwujudkan oleh Senior Exterior Designer Ford, Nedzad Mujcinovic dalam bentuk Ford Future Generation Concept Car. Mobil masa depan terbang bertenaga listrik ini menunjukkan seperti apa spesifikasi impian mereka, diilustrasikan dalam skema warna merah dan hitam mencolok yang terbukti menjadi kombinasi paling populer.

Gambar menunjukan Mobil masa depan

Ford Future Generation Concept Car karya Nedzad Mujcinovic

Penelitian Ford telah menyoroti keinginan mereka untuk melindungi lingkungan sebagai motivasi untuk merangkul penggerak listrik, dengan 78% setuju bahwa kita harus berusaha sekuat tenaga untuk menjaga planet ini, dengan menjadi sehijau mungkin.

Anak-anak menilai mobil listrik sejauh ini sebagai jenis mobil yang paling ramah lingkungan (45%) dibandingkan dengan bensin (21%), sementara 19% menganggap listrik dan bensin memiliki dampak lingkungan yang sama.

“Jelas bahwa anak-anak zaman sekarang memiliki imajinasi yang luar biasa, tetapi mereka juga masuk akal pada saat yang sama. Mereka ingin mobil mereka terbang dan menyenangkan, tetapi mereka juga sangat tertarik pada mobilitas masa depan yang berkelanjutan dan aman.” kata Alice Swallow, Senior Innovation Engineer di Ford.

>>> Begini Alur Pembelian Mobil Baru Toyota Hingga Mobil Sampai ke Rumah

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top