Baterai Kendaraan Listrik Tak Bisa Digunakan di Model Mobil yang Berbeda

01/12/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Baterai Kendaraan Listrik Tak Bisa Digunakan di Model Mobil yang Berbeda
Sama-sama berfungsi sebagai 'jantung' rupanya baterai kendaraan listrik tak bisa digunakan pada sembarang model seperti aki yang bisa digunakan banyak mobil.

Mendatangkan kendaraan listrik di Indonesia bagi para pabrikan memang tak semudah membalikan telapak tangan. Bila bicara teknologi, sederet pabrikan tersebut tak perlu diragukan lagi. Hampir seluruh pabrikan di dunia berlomba-lomba untuk menghadirkan kendaraan listriknya, termasuk di Indonesia. 

Sayang, teknologi kendaraan listrik itu belum sepenuhnya didukung infrastruktur pengisian baterai yang memadai di Indonesia. Tapi polemik seputar kendaraan listrik di Indonesia bukan cuma soal infrastruktur. Baterainya pun ikut disorot. 

baterai mobil listrik

Stasiun pengisian baterai mobil listrik masih minim

>>> Soal Pabrik Baterai, Jokowi Kirim Utusan untuk Temui Tesla

Beda dengan Aki Mobil Biasa

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menjelaskan, baterai pada kendaraan listrik perlu mendapat perhatian khusus utamanya dalam hal sertifikasi. Menurut Kukuh, baterai ini berbeda dengan aki yang membekali mobil bensin pada umumnya. 

"Katakan merek A saja, dia punya beberapa jenis itu baterainya tidak bisa di swab ditukar satu dengan yang lain berbeda dengan baterai biasa bisa digunakan utk jenis A, pickup dan lainnya," ungkap Kukuh dalam Webinar Kementerian Perhubungan bertajuk Kendaraan Bermotor Menggunakan Penggerak Listrik baru-baru ini. 

Maka dari itu Kukuh menyebut perlu ada standar khusus dari pemerintah terkait baterai kendaraan listrik agar tak menyulitkan konsumen ke depannya. Saat ini baterai memang menjadi komponen vital pada kendaraan listrik. 

baterai mobil listrik

Indonesia memiliki cadangan nikel yang besar untuk produksi baterai mobil listrik

>>> 2 Produsen Baterai Kendaraan Listrik Ternama Mau Bangun Pabrik di Indonesia?

Standarisasi Baterai Diperlukan

Indonesia sendiri saat ini dikabarkan tengah dalam diskusi untuk pembangunan pabrik baterai mengingat cadangan nikel yang cukup besar di dunia. 

"Kita memang belum punya industrinya, karena pembuatan baterai ada tahapan sampai baterai pack untuk kendaraan. Perlu dicatat baterai pack pada kendaraan listrik itu berbeda dengan baterai yang sekarang banyak digunakan pada kendaraan bermotor," tambah Kukuh lagi. 

Hal lain yang disorot Kukuh adalah ketahanan baterai kendaraan listrik di Indonesia. Berada di kawasan tropis membuat baterai pada mobil listrik bisa soak lebih cepat ketimbang negara-negara yang memiliki empat musim. Maka dari itu diperlukan standarisasi dari pemerintah agar konsumen tak merasa dirugikan.  

"Salah satu yang membuat kinerja baterai turun adalah suhu panas yang ada di indonesia. kalau di negara-negara 4 musim panas 3-4 bulan tapi di Indonesia sepanjang tahun relatif panas, humiditas juga berbeda ini menuntut performa baterai yang berbeda," ucap Kukuh. 

"Saya kebetulan pernah melakukan uji itu, baterai yang digunakan di Amerika Utara bisa tahan 5 tahun, di Indonesia mungkin hanya bertahan separuhnya, kecuali ada jenis baterai lain yang perlu dikembangkan di tropical area," pungkasnya.

>>> Penggantian Manual Baterai/ Aki pada Mobil 

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020. Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnal
 
back to top