Bakal Ada Mobil Rakyat, Bagaimana Nasib LCGC?

02/01/2022

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Bakal Ada Mobil Rakyat, Bagaimana Nasib LCGC?
Kementerian Perindustrian tengah mengusulkan kehadiran mobil rakyat yang dibanderol tak boleh lebih dari Rp 240 juta. Lalu bagaimana dengan nasib LCGC?

Kementerian Perindustrian tengah mengusulkan kehadiran mobil rakyat yang disiapkan untuk masyarakat Indonesia. Adapun yang dimaksud mobil rakyat ini nantinya tak dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sama sekali. Dengan begitu, harga mobil bisa lebih murah dan dipatok tak lebih dari Rp 240 juta. 

Selain harga, mobil rakyat juga harus memenuhi persyaratan berupa penggunaan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mencapai 80%. Kemudian kubikasi mesin juga tak lebih dari 1.500 cc.

Menperin Agus

Menperin Agus

>>> Review Daihatsu Ayla 2013: Pelopor Mobil LCGC Di Indonesia

Mobil Rakyat Masih Menanti Restu

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut bahwa pihaknya telah mengajukan usul tersebut dan tinggal menanti restu dari Menteri Keuangan Sri Mulyani. 

"Kita ingin menciptakan satu definisi baru yang disebut dengan mobil rakyat. Karena dia mobil rakyat maka bukan barang mewah tidak ada PPnBM, nah kita mau memisahkan satu jenis kendaraan ini sehingga tidak masuk rezim PPnBM, taxnya 0," kata Agus dalam konferensi pers belum lama ini. 

Sebelum mobil rakyat, sebenarnya Kementerian Perindustrian juga sudah memiliki program lewat Low Cost Green Car yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian  No. 33/M-IND/PER/7/2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau.

Penerbitan Permenperin No.33/2013 dimaksudkan untuk terus mendorong dan mengembangkan kemandirian industri otomotif nasional, khususnya industri komponen kendaraan bermotor roda empat agar mampu menciptakan motor penggerak, transmisi dan axle yang berdaya saing seiring dengan peningkatan permintaan kendaraan bermotor yang hemat energi dan harga terjangkau. Pada kenyataannya mobil LCGC cukup bisa diterima dengan baik terlebih dijual dengan harga terjangkau yakni di bawah Rp 200 juta. 

Honda Brio Satya

Brio Satya kini jadi LCGC termahal

LCGC juga harus memenuhi persyaratan tertentu hingga bisa bebas PPnBM. Dalam Permenperin juga disebutkan, industri otomotif yang ingin memproduksi mobil LCGC harus memenuhi berbagai ketentuan, diantaranya mengenai ketentuan konsumsi bahan bakar kendaraan, kapasitasi mesin 980-1.200 cc untuk bensin, serta tak lebih 1.500 cc untuk diesel dengan konsumsi BBM paling sedikit 20 km/liter. 

Ketentuan jenis BBM, juga harus memenuhi spesifikasi minimal Research Octane Number (RON) 92 untuk motor bakar cetus api dan Cetane Number (CN) 51 untuk diesel. Ketentuan teknis lainnya berupa radius putar (turning radius) dan jarak terendah dari permukaan tanah (ground clearance) diatur dalam Petunjuk Teknis Pelaksanaan Permenperin tersebut.

Selain itu, juga diatur ketentuan penggunaan tambahan merek, model, dan logo yang mencerminkan Indonesia, serta mengatur besaran harga jual mobil LCGC paling tinggi Rp. 95 juta berdasarkan lokasi kantor pusat Agen Pemegang Merek.

>>> Datsun dan Suzuki 'Nyerah', Bagaimana Pasar Mobil LCGC ke Depan?

Harga LCGC Lebih 'Merakyat'

Foto Toyota Calya tampak samping depan

Harga LCGC justru lebih merakyat karena tak sampai Rp 200 juta

Mengenai harga, dalam Permenperin itu disebutkan, dapat disesuaikan apabila terjadi perubahan-perubahan pada kondisi atau indikator ekonomi yang meliputi besaran inflasi, kurs nilai tukar Rupiah dan/atau harga bahan baku. Termasuk juga dalam penggunaan transmisi otomatis dan/atau teknologi pengaman penumpang. Untuk penyesuaian harga berdasarkan penggunaan teknologi transmisi otomatis maksimum sebesar 15%, sedangkan untuk penggunaan teknologi pengaman penumpang maksimum sebesar 10%.

Kalau diperhatikan terutama dari sisi penempatan harga serta persyaratan yang dikenakan, LCGC terkesan lebih 'merakyat'. Saat ini LCGC dijual mulai Rp 105 juta hingga yang tertinggi Rp 170 jutaan. Lalu kalau nanti direstui, bagaimana dengan nasib mobil LCGC ya? Sayang Agus tak membeberkan lebih detail terkait hal itu. 

"Jenis mobil yang harganya di bawah Rp 240 juta, 1.500 cc ke bawah, local purchase sudah 80% jadi harus kriteria itu jadi mobil rakyat yang sudah saya usulkan ke Kementerian Keuangan," tegas Agus lagi. 

Sejauh ini sudah ada 11 mobil yang menjadi kandidat mobil rakyat bila mengacu pada local purchase dalam Permenperin no.1737. Adapun kesebelas model itu ialah Toyota Avanza, Toyota Agya, Toyota Calya, Daihatsu Xenia, Daihatsu Terios, Daihatsu Sigra, Daihatsu Ayla, Mitsubishi Xpander, Honda Brio Satya, Nissan Livina, Mitsubishi Xpander Cross, dan Toyota Veloz. Dari 11 mobil tersebut, lima diantaranya juga berasal dari mobil LCGC. 

>>> Intip Harga LCGC Ayla di Sini

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020. Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnal
 
back to top