Bahas Industri Mobil Listrik di Indonesia, Erick Thohir Temui Tesla Bulan Depan

06/01/2021

Pasar mobil

5 menit

Erick Thohir mengaku jika dirinya akan mulai melakukan penjajakan dnegan pihak Tesla demi membahas perkembangan industri mobil listrik di Indonesia pada Februari 2021.

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan jika dirinya dan beberapa perwakilan dari Indonesia akan mulai melakukan penjajakan kerjasama dengan Tesla pada Februari 2021. Hal tersebut dikatakan Erick terkait pembahasan pengembangan industri mobil listirk di dalam negeri.

"InsyaAllah di bulan Februari ini, saya akan membuka pembicaraan dengan Tesla untuk mengembangkan kerja sama ini," kata Erick Thohir melalui keterangan tertulisnya.

Ia pun menuturkan jika BUMN sudah meminta pula PLN untuk menyiapkan strategi industri mobil listrik di Indonesia.

Indonesia Harus Jadi Produsen Utama Komponen Mobil Listrik

Menteri BUMN Erick Thohir

Erick ingin Indonesia mampu menjadi produsen utama baterai mobil listrik

Menurut Erick, ada sejumlah alasan mengapa Indonesia akan bekerja sama dengan Tesla sebagai produsen mobil listrik berskala dunia. Antara lain karena keberadaan mobil listrik adalah sejalan dengan misi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendorong Indonesia juga menjadi pemain utama di industri ini.

Hal tersebut lantaran negara kita memiliki sumber daya alam untuk mendukung kebutuhan teknologi mobil listrik. Dengan menjadi salah satu negara penghasil nikel terbesar, Indonesia punya potensi menjadi produsen sumber daya mobil listrik terbesar di dunia.

"Baterai merupakan komponen utama dalam sebuah mobil listrik. Dengan kekayaan alam yang kita miliki tentu harus didukung pula dengan kualitas sumber daya manusia. Ini agar kita mampu menjadi produsen utama industri mobil listrik," sebut Erick Thohir.

>>> Solusi Ganti Baterai Mobil Hybrid yang Lebih Murah dari Bengkel Resmi

PLN Diminta Mendukung Penuh

Baterai Mobil Listrik

PLN akan fasilitasi perkembangan populasi mobil listrik di Indonesia

>>> Review Tesla Model X 2019: SUV Premium Mewah Ramah Lingkungan

Erick juga menambahkan, Perusahaan Listrik Negara (PLN) sudah dipertintahkan mengubah strategi bisnisnya di masa pandemi ini, sekaligus mempersiapkan bekal pembuatan baterai mobil listrik di Indonesia.

"Alhamdulillah PLN sudah on-track dan sudah ikut dalam konsorsium BUMN untuk pembuatan baterai kendaraan listrik bekerja sama dengan perusahaan Korea dan China," kata Erick.

Selain bermanfaat bagi lingkungan, Erick juga mengintakan pentingnya perkembangan industri mobil listrik di Indonesia demi alasan ketahanan energi. Karena saat ini Indonesia masih mengimpor 1,5 juta barrel bahan bakar minyak setiap harinya.

"Mobi listrik adalah solusi untuk mengurangi berpindahnya devisa ke luar negeri," tegas Erick.

Sudah menulis di media online sejak 2009, Pras sangat berpengalaman di bidang otomotif. Pria penggemar mobil modifikasi ini sudah mencicipi berbagai jenis mobil, mulai LCGC hingga Hypercar. Pras menjadi anggota tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.

 
back to top