Bentley Ingin Ikuti Jejak Porsche untuk Kembangkan Bahan Bakar Sintetis

25/03/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Bentley Ingin Ikuti Jejak Porsche untuk Kembangkan Bahan Bakar Sintetis
Elektrifikasi merupakan pilihan paling populer untuk masa depan industri otomotif. Namun, pengembangan bahan bakar sintetis juga bisa jadi pilihannya.

Produsen mobil mewah asal Inggris Bentley berencana untuk mengembangkan bahan bakar sintetis. Hal ini dilakukan agar Bentley tetap bisa mempertahankan penjualan mobil bermesin konvensional. 

>>> Porsche Kembangkan Bahan  Bakar Sintetis

Gambar menunjukan e-full

Bahan  bakar sintetis yang disebut eFuels

Mesin Pembakaran Bagian dari Masa Depan Industri Otomotif

Bos teknik Bentley, Matthias Rabe mengatakan bahwa pihaknya meyakini bahwa mesin pembakaran masih akan ada dalam waktu yang cukup lama. Jika masalahnya adalah lingkungan, menurutnya bahan bakar sintetis bisa jadi solusinya.

"Kami lebih melihat pada bahan bakar berkelanjutan. Kami pikir mesin pembakaran akan ada untuk waktu yang lama, dan jika itu masalahnya, maka kami pikir bahan  bakar sintetis dapat memberikan keuntungan lingkungan yang signifikan. Kami akan berbicara lebih banyak tentang hal ini nanti, tetapi kami positif tentang teknologi ini," kata Matthias seperti dikutip dari laman Autocar. 

Matthias menambahkan bahwa pihaknya sangat percaya pada e-fuels sebagai langkah lebih lanjut di samping elektro mobilitas. Saat ini biaya pengembangannya sangat tinggi, namun hal itu tidaklah masalah jika menilai sebagai proyek jangka panjang.

"Kami mungkin akan memberitahu Anda lebih banyak detail tentang ini. Saat ini biayanya tinggi dan kami harus menginstal beberapa proses, tetapi dalam jangka panjang, mengapa tidak?" tutup Matthias.

>>> Wajib Anda Ketahui, Ini Perbedaan Oli Sintetis dan Non Sintetis

Gambar menunjukan Produksi bahan bakar sintetis

Tahap pertama akan hasilkan 130.000 liter bahan  bakar sintetis di tahun 2022

Porsche Telah Lebih Dulu Mengembangkan Bahan Bakar Sintetis

Porsche telah menggandeng Siemens Energy, dan berbagai perusahaan energi lainnya untuk mengembangkan bahan  bakar sintetis yang disebut eFuels. Proyek ini akan memungkinkan produsen sport car asal Jerman itu memungkinkan untuk terus menjual mobil bermesin konvensional.

Proyek pertama bahan bakar ramah lingkungan Porsche yang bertempat di Chile tersebut akan menghasilkan 130.000 liter bahan bakar paling awal 2022, dan dalam dua fase selanjutnya meningkat sampai 55 juta liter eFuel per tahun diproduksi mulai 2024, dan 550 juta liter pada 2026. Proyek ini sendiri menargetkan Porsche jadi customer utamanya.

Proses pembuatan bahan bakar ramah lingkungan tersebut dihasilkan dari produksi hidrogen, menangkap karbon dari udara dan memadukan keduanya menjadi metanol, yang jadi pengganti bensin konvensional. Konversi tersebut memakai teknologi methane-to-gasoline.

>>> Porsche 911 RSR 1974 Milik Pablo Escobar Ini Dijual, Minat?

Share this post:
Sejak kuliah, Rahmat telah bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sarjana Sastra Indonesia ini mulai menjadi jurnalis sejak 2013 dan terjun di media otomotif setahun kemudian. Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.
 
back to top