Aturan Diskon PPnBM Masih Tahap Finalisasi, Berlaku 1 Maret 2021

24/02/2021

Pasar mobil

3 menit

Aturan Diskon PPnBM Masih Tahap Finalisasi, Berlaku 1 Maret 2021
Pemerintah tengah mengebut petunjuk teknis aturan diskon PPnBM untuk kendaraan bermotor. Meski begitu, aturan diskon PPnBM tersebut berlaku 1 Maret 2021.

Kementerian Keuangan tengah mengebut pengerjaan petunjuk teknis dari aturan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Sekadar informasi, belum lama ini Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengumumkan bahwa akan memberikan relaksasi PPnBM untuk kendaraan bermotor supaya industri otomotif Tanah Air bergairah lagi. 

>>> Diskon PPnBM dan IIMS Diyakini Bisa Dongkrak Industri Otomotif Indonesia

Diskon PPnBM Berlaku 1 Maret 2021

penjualan mobil di Indonesia

Penjualan mobil tahun 2020 anjlok 44,7%

Meski masih dalam tahap finalisasi, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa relaksasi PPnBM itu akan berlaku di hari pertama bulan Maret 2021. 

"Itu akan segera kita keluarkan dan sedang dalam proses finalisasi seperti yang sudah saya sampaikan dan itu berarti ada harmonisasi dan kita akan keluarkan," jelas Sri dalam konferensi pers APBN Kita dilihat Cintamobil, Selasa (23/2/2021). 

Mantan Direktur World Bank tersebut juga menegaskan bahwa kebijakan relaksasi PPnBM ini tak akan terpengaruh dengan adanya penghapusan cuti bersama pemerintah. Adapun pemberian diskon PPnBM ini berlaku secara bertahap mulai Maret hingga Desember 2021. 

"Kita akan tetap memberikan insentif PPnBM yaitu 100% PPnBM-nya ditanggung pemerintah pada triwulan 1 yaitu Maret, April, Mei, dan kemudian pada triwulan kedua Juni, Juli, Agustus, akan turun 50% insetifnya, dan 4 bulan terakhir hingga Desember, insentifnya akan diturunkan lagi menjadi hanya 25%," beber Sri. 

Seperti disebutkan sebelumnya relaksasi PPnBM ini bertujuan agar daya beli masyarakat akan kendaraan bermotor bisa segera pulih. Sebagai gambaran, akibat dampak pandemi penjualan mobil di Indonesia secara ritel anjlok hingga 44,7%. Maka dari itu pemerintah merasa perlu ada stimulasi agar penjualan bisa segera pulih. 

"Saya harapkan masyarakat segera merespon, saya tahu dan diharapkan akan meningkatkan kembali permintaan kendaraan bermotor dan industri otomotif di Indonesia yang supply chainnya cukup penting di dalam perekonomian kita," ungkapnya lagi. 

>>> Selain Dapat Diskon Pajak, Beli Mobil Baru Juga Bisa DP 0 Persen

Sasar Segmen di Kelas Menengah

Diskon PPnBM memang ditujukan untuk segmen di kelas menengah. Maka dari itu pilihan mobilnya pun juga bisa dibilang berada di kelas menengah yakni berkapasitas di bawah 1.500 cc dengan kategori 4x2 dan sedan.

Mobil juga harus memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) minimal 70%. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu menambahkan bahwa selama pandemi, masyarakat di segmen menengah ini yang menahan untuk berbelanja termasuk membeli mobil.

penjualan mobil

Masyarakat diharapkan mau membelanjakan uangmya untuk membeli mobil

Mereka hanya membelanjakan uangnya untuk membeli kebutuhan dasar. Untuk itu, diskon PPnBM ini dinilai tepat untuk segmen di kelas menengah tersebut. 

"Nah, untuk insentif PPNBM ini kita harapkan mendorong konsumsi mulai dari sejak kuartal 1 itulah alasan kita berlakunya mulai maret sehingga masyarakat langsung bisa memanfaatkan dan langsung bisa mendorong juga terjadinya penyaluran kredit dr perbankan sehingga multiplier effectnya langsung bisa kita rasakan," tambah Febrio. 

>>> Kredit Mobil Tanpa DP Angsuran 1 Juta Benar atau Hoax?

Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top